Senin, 21 April 2014

News / Travel

Makan Malam di At.Mosphere, Restoran Tertinggi Sejagat

Jumat, 17 Mei 2013 | 10:28 WIB

Baca juga

KOMPAS.com — Jam tujuh malam. Cek gaun Anda atau mungkin jas pasangan Anda. Semua siap? Tujuan kita kali ini tidak sampai 30 menit karena letaknya yang di tengah kota Dubai, Uni Emirat Arab, atau biasa disebut "Downtown Dubai".

Pintu masuk ke tempat ini sedikit tersembunyi, mungkin hampir terlewatkan jika Anda tidak hati-hati memasang mata, persis setelah gerbang utama Armani Hotel.

Walaupun saya berkeras untuk memarkirkan mobil sendiri, sesampai di pintu lobi, petugas valet tetap meminta kunci mobil agar mereka bisa membantu mengantarkan mobil dengan alasan kenyamanan setelah selesai makan malam.

Jasa valet ternyata cuma-cuma, sudah termasuk dalam pelayanan tempat ini. Saya sendiri merasa tidak memerlukan jasa tersebut. Tetapi, perut saya yang berbicara lain. Saya terpaksa setuju demi menghindari perdebatan.

Petugas kemudian mengantar saya ke lift menuju lantai 123. Keluar dari lift, kita harus sedikit menuruni tangga karena Restoran At.Mosphere berada di lantai 122.

Ya, inilah tujuan saya kali ini, Restoran At.Mosphere yang disebut-sebut sebagai restoran tertinggi di dunia. Restoran ini berada di lantai 122 dari gedung tertinggi di dunia, yaitu Burj Khalifa. Makan malam di At.Mosphere, berarti Anda sedang berada di ketinggian 422 meter.

Ada dua pilihan untuk Anda ketika memasuki At.Mosphere, yaitu pintu kiri menuju ke The Lounge atau pintu kanan kanan menuju ke The Grill. Apabila Anda ingin menikmati makanan berat, pilihan yang tepat untuk kunjungan pertama adalah area restoran fine dining di At.Mosphere Grill untuk mencicipi menu yang mereka hidangkan.

Karena terletak di salah satu titik atas Burj Khalifa yang berbentuk menyempit di atasnya, restoran ini pun tidak luas. Hanya berisi beberapa meja dan tidak lebih sampai sepuluh meja yang terletak di samping jendela. Meja samping jendela tentu yang paling diminati dan cukup sulit didapat walaupun sudah melakukan pemesanan tempat sebelumnya.

Ada beberapa pilihan hidangan pembuka mulai dari Foie Gras sampai ke King Crab Ravioli. Tetapi, kali ini saya ingin langsung ke menu utama. Saran saya adalah untuk mencoba Rib Eye Steak dengan tekstur dagingnya yang sangat lembut.

Harganya "hanya" 340 dirham (setara Rp 902.000). Cukup terjangkau jika dibanding menu Wagyu Beef Tomawak yang seharga 800 dirham (setara Rp 2,1 juta). Porsinya cukup untuk ukuran perut orang Asia.

kueee

Hidangan penutup utama, 122 Sphere. (ASIH WULANSARI) 

Potongan kecil iga sapi ini seakan meleleh di bawah pisau makan. Sebagai hidangan pendamping, yaitu Confit Garlic & Mushroom Sauce serta Potatoes Puree seakan melengkapi hidangan ini. Ada beberapa pilihan saus dan hidangan pendamping lainnya.

Jika Anda vegetarian, tenang saja, ada pilihan salad atau vegetarian dumpling. Juga ada beberapa jenis ikan laut untuk Anda penggemar seafood.

Makan malam di restoran tertinggi di dunia kurang lengkap tanpa mencicipi hidangan penutup utamanya, 122 Sphere seharga 95 dirham (setara Rp 252.000). Dinamakan sesuai dengan letak restoran yang berada di lantai 122, hidangan cantik ini berbentuk kubah cokelat tertutup ditaburi kacang pecan.

Kubah seakan menyembunyikan es krim vanila dan krim espresso, serta chocolate mousse di yang ada di dalamnya. Semua ini dapat dinikmati dengan pilihan teh atau kopi sambil menatap gemerlap kota Dubai.

Masih belum rela meninggalkan At.Mosphere Burj Khalifa? Sebelum kembali ke daratan, Anda bisa melanjutkan malam di The Lounge dengan pilihan minuman dan camilan yang beragam, sambil ditemani alunan musik lembut yang sanggup menemani Anda sampai jam 2 pagi. (ASIH WULANSARI, penulis menetap di Dubai, Uni Emirat Arab, dan bisa dihubungi melalui twitter @woewland)


Editor : I Made Asdhiana