Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tak Mau Kalah dengan Malaysia, Batam Genjot Wisata Halal

Kompas.com - 18/03/2015, 11:23 WIB

BATAM, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau menargetkan mampu mencuri kunjungan wisatawan mancanegara ke Malaysia dengan wisata halal yang selama ini menjadi unggulan Malaysia.

"Kami sejak beberapa tahun ini memang menggenjot wisata halal, karena Batam punya potensi yang besar," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Yusfa Hendri di Batam, Selasa (16/3/2015).

Pemkot Batam bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong seluruh pelaku usaha kuliner untuk melakukan sertifikasi halal produk usahanya demi mencapai target itu.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pelaku usaha baju muslim untuk mengembangkan usahanya, sesuai dengan rencana Mari Elka Pangestu kala menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang ingin menjadikan Batam sebagai etalase baju muslim Indonesia.

"Apalagi sudah ada swasta yang mendirikan pusat makanan halal dan baju muslim di Batam. Kami harap ini bisa menjadi daya tarik wisata halal," katanya.

Menurut Yusfa, lokasi Batam yang bertetangga dengan Malaysia merupakan keuntungan, karena Negeri Jiran itu menjadi negara tujuan wisata muslim terbesar di antara negara-negara OKI.

Ia berharap wisman yang ke Malaysia untuk wisata halal bisa melanjutkan perjalanan ke Batam. Selain itu, Yusfa juga mengharap dapat menggenjot wisman asal Malaysia yang mayoritas muslim ke Batam, dengan destinasi wisata halal.

Yusfa mengatakan MasterCard dan Crescentrating merilis peringkat Indonesia sebagai destinasi halal turun, dari urutan empat pada 2014, menjadi urutan enam pada tahun ini. "Indonesia turun dua peringkat, sedangkan Malaysia terus menduduki urutan pertama," kata Yusfa.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pantai Kembar Terpadu di Kebumen, Tempat Wisata Edukasi Konservasi Penyu Tanpa Biaya Masuk

Pantai Kembar Terpadu di Kebumen, Tempat Wisata Edukasi Konservasi Penyu Tanpa Biaya Masuk

Travel Update
Siaga Suhu Panas, Petugas Patroli di Pantai Bangka Belitung

Siaga Suhu Panas, Petugas Patroli di Pantai Bangka Belitung

Travel Update
Cara ke Museum Batik Indonesia Naik Transjakarta dan LRT

Cara ke Museum Batik Indonesia Naik Transjakarta dan LRT

Travel Tips
Layanan Shower and Locker Dekat Malioboro, Personelnya Bakal Ditambah Saat 'Long Weekend'

Layanan Shower and Locker Dekat Malioboro, Personelnya Bakal Ditambah Saat "Long Weekend"

Travel Update
Museum Batik Indonesia: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk 2024

Museum Batik Indonesia: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk 2024

Hotel Story
3 Destinasi Wisata Unggulan Arab Saudi, Kunjungi Museum Bersejarah

3 Destinasi Wisata Unggulan Arab Saudi, Kunjungi Museum Bersejarah

Travel Tips
Mengenal Subak Jatiluwih yang Akan Dikunjungi Delegasi World Water Forum 

Mengenal Subak Jatiluwih yang Akan Dikunjungi Delegasi World Water Forum 

Jalan Jalan
Area Baduy Dalam Buka Lagi untuk Wisatawan Setalah Perayaan Kawalu 

Area Baduy Dalam Buka Lagi untuk Wisatawan Setalah Perayaan Kawalu 

Travel Update
5 Wisata di Bandung Barat, Ada Danau hingga Bukit

5 Wisata di Bandung Barat, Ada Danau hingga Bukit

Jalan Jalan
Aktivitas Bandara Sam Ratulangi Kembali Normal Usai Erupsi Gunung Ruang 

Aktivitas Bandara Sam Ratulangi Kembali Normal Usai Erupsi Gunung Ruang 

Travel Update
5 Cara Motret Sunset dengan Menggunakan HP

5 Cara Motret Sunset dengan Menggunakan HP

Travel Tips
Harga Tiket Masuk Balong Geulis Cibugel Sumedang

Harga Tiket Masuk Balong Geulis Cibugel Sumedang

Jalan Jalan
Tips Menuju ke Balong Geulis, Disuguhi Pemandangan Indah

Tips Menuju ke Balong Geulis, Disuguhi Pemandangan Indah

Travel Update
Serunya Wisata Kolam Renang di Balong Geulis Sumedang

Serunya Wisata Kolam Renang di Balong Geulis Sumedang

Jalan Jalan
Nekat Sulut 'Flare' atau Kembang Api di Gunung Andong, Ini Sanksinya

Nekat Sulut "Flare" atau Kembang Api di Gunung Andong, Ini Sanksinya

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com