Ini Tokoh Indonesia Pertama yang Jadi Patung Lilin di Madame Tussauds - Kompas.com

Ini Tokoh Indonesia Pertama yang Jadi Patung Lilin di Madame Tussauds

Kompas.com - 01/07/2016, 22:28 WIB
MADAME TUSSAUDS BANGKOK Patung lilin Soekarno saat diresmikan di Museum Madame Tussauds Bangkok, Thailand, Senin (24/9/2012).

KOMPAS.com - Patung lilin Anggun C Sasmi segera hadir di Museum Madame Tussauds, Bangkok, Thailand. Hal ini berarti, Anggun C Sasmi merupakan tokoh kedua dari Indonesia yang mendapatkan kesempatan diabadikan dalam bentuk patung lilin dan dipamerkan di Madame Tussauds Bangkok.

Meski tak lagi berpaspor Indonesia, Anggun akan menjadi perempuan berdarah Indonesia pertama di Madame Tussauds. Siapakah tokoh Indonesia pertama yang hadir sebagai patung lilin di Madame Tussauds Bangkok? Tak lain adalah Soekarno, Presiden RI pertama.

Patung Soekarno diresmikan pada 24 September 2012. Patung itu begitu mirip dengan Soekarno karena proses pembuatan juga melibatkan sumber informasi dari keluarga besar Soekarno.

Sosok patung Soekarno mengambil profil saat Soekarno berpidato di Amerika Serikat yaitu pidato "To Build the World a New" pada tanggal 30 September 1960. Namun pihak pembuat patung sempat kesulitan saat membuat tongkat komando.

Untungnya, HM Prananda Prabowo mengupayakan pembuatan replika tongkat komando tersebut. Tak tanggung-tanggung, tongkat komando dibuat dari kayu rampung, suatu jenis kayu langka dan bertuah.

Sementara itu, peci yang dikenakan Soekarno khusus dipesan di pembuat peci Bandung yang biasa dipakai Soekarno oleh Puti Guntur Soekarno. Sedangkan desainer ternama, Samuel Wattimena yang mendesai baju Soekarno.

Selain Soekarno, di Madame Tussauds Bangkok pengunjung bisa berfoto dengan patung lilin artis ternama seperti Vin Diesel dan One Direction. Patung lilin Soekarno juga ada di Madame Tussauds Hongkong.

Madame Tussauds Bangkok terletak di lantai empat Siam Discovery (BTS terdekat Siam di Siam Paragon, cukup berjalan kaki ke Siam Discovery). Biaya tiket 990 baht untuk orang dewasa dan 790 baht untuk anak-anak (3-11 tahun).

EditorNi Luh Made Pertiwi F
Komentar