Pastika: Sastra Bali Mengandung Nilai-nilai Luhur - Kompas.com

Pastika: Sastra Bali Mengandung Nilai-nilai Luhur

Kontributor Denpasar, Sri Lestari
Kompas.com - 29/09/2016, 08:04 WIB
ARSIP HUMAS PEMPROV BALI Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat membuka acara Utsawa Dharma Githa, di Denpasar, Selasa (27/9/2016).

DENPASAR, KOMPAS.com - Seni sastra mengandung nilai filosofis dan ajaran agama yang perlu dilestarikan. Salah satu upaya untuk menjaga kelestarian seni sastra Bali adalah melalui kegiatan Utsawa Dharma Gita atau lomba nyanyian suci dalam agama Hindu.

"Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi media bagi generasi muda (Hindu) untuk memahami dan mendalami makna ajaran agama yang mengandung filsafat, etika dan estetika. Hal ini guna pembentukan karakter sejalan dengan tantangan dan permasalahan hidup yang semakin komplek saat ini," kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat membuka acara Utsawa Dharma Githa, di Denpasar, Selasa (27/9/2016).

(BACA: Made Mangku Pastika: Jangan Sombong)

Menurut Pastika, dalam sastra-sastra itu terdapat materi nilai-nilai luhur ajaran agama yang bisa dijadikan pedoman dalam menghadapi kehidupan ini. "Semakin sering materi-materi disampaikan semoga semakin baik karakter dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang ada,” katanya.

Mantan Kapolda Bali ini juga mengharapkan di era globalisasi seperti saat ini terdapat berbagai isu dan ancaman yang patut diwaspadai, sehingga diperlukan penyamaan pemikiran dan tindakan dengan benteng ajaran agama yang kuat.

(BACA: Gubernur Pastika Berharap Karya Seni Bali Mendunia)

Ke depannya, lanjut Pastika, frekuensi kegiatan seperti ini diharapkan semakin diperbanyak dan digelar rutin setiap tahun. “Ke depannya harus terus dilaksanakan, dan tidak berhenti hanya sekadar membaca, tetapi dipahami makna dan artinya, serta yang terpenting diamalkan,” ujar Pastika.

Kegiatan Utsawa Dharma Gita bertujuan sebagai media pelestarian sastra dan ajaran-ajaran agama Hindu. Adapun kategori yang dilombakan dalam acara ini yakni Sloka, Kidung, Kekawin, Dharma Wacana, Dharma Wacana Bahasa Inggris, serta Dharma Widya.

Acara digelar selama 3 hari, 27-29 September 2016, yang diikuti oleh Kontingen dari Kabupaten/Kota se-Bali. Kontingen yang menjadi juara umum akan mewakili Bali dalam ajang Utsawa Dharma Gita Tingkat Nasional yang rencananya akan dilaksanakan di Palembang.

PenulisKontributor Denpasar, Sri Lestari
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM