Kelas dan Sub Kelas di Kereta Api, Apa Bedanya? - Kompas.com

Kelas dan Sub Kelas di Kereta Api, Apa Bedanya?

Sri Anindiati Nursastri
Kompas.com - 22/05/2017, 21:06 WIB
Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati Ilustrasi: Penumpang memasuki gerbong kereta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kereta menjadi salah satu transportasi favorit untuk traveling, termasuk saat mudik Lebaran. Untungnya PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah merenovasi habis-habisan semua kereta usang. Kini Anda bisa naik kereta dengan lebih nyaman dan aman. 

Saat membeli tiket kereta, Anda akan dihadapkan pada pilihan kelas dan sub kelas. Berdasarkan jenis kelas, kereta dibagi menjadi tiga yakni Eksekutif, Bisnis, dan Ekonomi. Sekarang, ketiga kelas tersebut dilengkapi pendingin ruangan. Seluruhnya juga bebas asap rokok, dan tidak boleh dimasuki pedagang asongan. 

Dari situs Pegipegi.com, Senin (22/5/2017), perbedaan tiga kelas tersebut bisa dilihat dari:

1. Harga tiket. Umumnya harga tiket kereta Eksekutif lebih mahal dibanding Bisnis dan Ekonomi.

2. Fasilitas gerbong penumpang. Kereta eksekutif biasanya menyediakan selimut dan bantal gratis.

3. Kualitas tempat duduk. Susunan tempat duduk kelas Eksekutif dan Bisnis umumnya adalah 2-2. Sementara kelas Ekonomi umumnya 2-3 dan 3-3. Kursi di kelas Ekeskutif juga lebih empuk dan bisa diatur perorangan.

4. Waktu tempuh. Kereta Eksekutif memiliki waktu tempuh yang lebih cepat karena tidak singgah di semua stasiun.

5. Stasiun yang disinggahi. Di beberapa kota, stasiun untuk kereta Eksekutif dibedakan dengan kereta Ekonomi. Di Jakarta misalnya, kereta kelas Eksekutif dilayani di Stasiun Gambir sedangkan Ekonomi di Pasar Senen. 

Pembagian Sub Kelas

Selain kelas, terdapat pula pembagian sub kelas pada kereta. Secara singkat, sub kelas adalah zona tempat duduk dalam kereta. Hal ini mulai diterapkan pada April 2013. 

Sebenarnya tak ada perbedaan fasilitas sub kelas satu dengan yang lainnya. Meski begitu, sub kelas ternyata menentukan harga tiket kereta.

Berikut sub-sub kelas yang ada pada kereta:

1. Eksekutif: A, H, I, J, X (sub kelas A memiliki tarif tertinggi, sedangkan X umumnya adalah tarif promo)

2. Bisnis: B, K, N, O, Y (sub kelas B memiliki tarif tertinggi, sedangkan Y adalah tarif promo)

3. Ekonomi komersial: C, P, Q, S, Z (sub kelas C memiliki tarif tertinggi, S adalah tarif terendah, dan Z tarif promo).

Perbedaan terletak pada letak gerbongnya. Sub kelas dengan harga termahal biasanya memiliki posisi 'strategis' yakni di gerbong tengah rangkaian kereta. Penumpang bisa lebih mudah naik dan turun menuju pintu keluar stasiun.

Sub kelas termahal juga biasanya dekat dengan gerbong makan. Jadi, penumpang akan lebih mudah untuk memesan makanan atau minuman. Gerbong tengah juga memiliki goncangan lebih halus karena kursi tidak berada di atas rangkaian roda kereta. Alhasil, perjalanan pun akan terasa lebih nyaman.

Penerapan sub kelas tidak sama pada setiap kereta api. bisa jadi pada satu kelas hanya terdapat satu sub kelas. Sementara pada kelas lainnya, terdapat beberapa sub kelas.

Susunan duduk di setiap gerbong pun diatur berdasarkan sub kelasnya. Sub kelas termahal (A, B, C) berada di tengah gerbong atau jauh dari pintu. Sedangkan sub kelas termurah (J, O, S) biasanya berada di dekat pintu.

PenulisSri Anindiati Nursastri
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM