Ini Pendapat Koki Asal Turki Tentang Pasar Tradisional di Indonesia - Kompas.com

Ini Pendapat Koki Asal Turki Tentang Pasar Tradisional di Indonesia

Wahyu Adityo Prodjo
Kompas.com - 08/06/2017, 07:04 WIB
KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Koki asal Turki, Sezai Zorlu tengah membeli bawang bombay di Pasar Santa, Jakarta, Senin (5/6/2017). Sezai pertama kali datang ke pasar di Indonesia pada tahun 1999.

JAKARTA, KOMPAS.com - Koki asal Turki sekaligus pemilik restoran "Warung Turki" dan Turkuaz, Sezai Zorlu punya beberapa cerita tentang pasar-pasar tradisional di Indonesia. Cerita itu berdasarkan pengalamannya pergi ke pasar-pasar di Indonesia sejak tahun 1999.

Ia memberi catatan untuk pasar-pasar tradisional dalam hal higienitas. Sezai menceritakan pengalaman ketika melihat daging-daging di pasar-pasar tradisional yang banyak dihinggapi lalat.

"Saya beli daging domba itu lalatnya banyak. Kebetulan untuk masak di rumah. Dagingnya enak tapi cara menyimpannya bikin khawatir," kata Sezai saat berbincang dengan KompasTravel beberapa waktu lalu.

Dengan adanya lalat-lalat tersebut, Sezai menilai, akan membawa banyak penyakit. Soalnya, lalat-lalat yang hinggap pada daging-daging di pasar datang dari berbagai tempat.

"Selain itu tikus. Itu faktanya (kondisi pasar tradisional di Indonesia) seperti itu. Tak bisa ditutup-tutupi dan dibilang baik-baik saja. Jujurnya perlu inovasi kebersihan untuk kebersihan rakyat. Itu gak perlu banyak uang, cuma terapkan ilmu kebersihan," ungkap Sezai.

Tahun 1999, Sezai datang ke Pasar Tanah Abang. Kala itu, ia sempat dipalak oleh preman saat turun dari mobil.

Namun, meski ada kejadian-kejadian yang tak sesuai dengan hati Sezai, ia tetap punya kenangan baik tentang pasar-pasar di Indonesia.

“Saya suka banget ke pasar. Istri saya belum pernah ke Pasar Senen sebelum saya ajak masuk tapi dia cuma duduk di mobil,” ungkap Sezai sambil tertawa.

Ia datang ke Pasar Senen untuk mencari alat-alat dapur. Sezai juga pernah datang ke Pasar Beringharjo di Yogyakarta dan pasar di Semarang.

Baginya, pasar di Indonesia adalah tentang rasa kemanusiaan. Sezai merasa pedagang-pedagang pasar di Indonesia sangat ramah dan sederhana. Saling bantu membantu dan adil dalam menjual ia dapatkan ketika berkunjung ke pasar.

"Kalau di pasar lain selain di Indonesia, mereka lebih cari uang. Kalau di pasar-pasar lain kurang hangat," ujar Sezai.

************************

Ingin mencoba wisata cruise gratis Singapura - Malaka - Singapura? Caranya gampang, ikuti kuis dari Omega Hotel Management di sini. Selamat mencoba!

PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar