Inilah Perbedaan Turis Eropa dengan Asia saat Wisata Kapal Pesiar - Kompas.com

Inilah Perbedaan Turis Eropa dengan Asia saat Wisata Kapal Pesiar

Wahyu Adityo Prodjo
Kompas.com - 21/07/2017, 22:02 WIB
Wisatawan Inggris di Benteng Marlborough, Bengkulu disambut dengan musik doll, Kamis (20/10/2016).  Ratusan wisatawan Inggris ini tiba di Pelabuhan Pulau Baai menggunakan Kapal Pesiar Caledonian Sky.  KOMPAS.COM/FIRMANSYAH Wisatawan Inggris di Benteng Marlborough, Bengkulu disambut dengan musik doll, Kamis (20/10/2016). Ratusan wisatawan Inggris ini tiba di Pelabuhan Pulau Baai menggunakan Kapal Pesiar Caledonian Sky.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wisata kapal pesiar menawarkan pengalaman seru bagi wisatawan. Ada beragam fasilitas seperti wahana permainan, kamar bak hotel berbintang, toko-toko layaknya di mal, dan aneka fasilitas lainnya.

Tentu peminat wisata kapal pesiar datang dari berbagai negara mulai dari Benua Eropa, Amerika, hingga Asia. Mereka membeli paket wisata untuk berkunjung ke negara-negara naik kapal pesiar, layaknya hotel terapung.

Menurut Direktur Kawasan Asia Tenggara dari Princess Cruises, Farriek Tawfik, ada perbedaan karakter turis yang menikmati kapal pesiar. Seperti perbedaan antara turis Eropa dan Asia.

"Kalau turis Eropa senang budaya, mereka senang bertualang kuliner, pada dasarnya mereka ingin tahu hal seperti cuaca," kata Tawfik kepada KompasTravel beberapa waktu lalu di Jakarta.

Turis Eropa, menurut Farriek, lebih cenderung menikmati perjalanan kapal pesiar lebih dari sembilan hari. Pasalnya, turis Eropa sudah datang dengan jarak yang jauh ke Asia Tenggara.

"Yang terpenting mereka bisa datang ke 4-5 negara dalam satu kali perjalanan. Mereka hanya bayar satu dapat banyak negara," tambahnya.

Sementara untuk turis Indonesia, Tawfik menuturkan bahwa mereka lebih senang menikmati pemandangan dan berbelanja. Selain itu, turis Indonesia lebih suka berjalan-jalan menikmati pemandangan ketika tiba di daratan.

"Kalau turis Eropa suka ke pantai-pantai, kampung-kampung, lihat padi, mereka suka ke warung-warung, suka minum kopi hitam. Mereka tak mau minum kopi dari gerai modern," ujarnya.

Sementara itu, turis Asia juga lebih gemar menikmati suasana di dalam kapal pesiar. Turis Asia termasuk Indonesia lebih gemar melakukan berbagai aktivitas yang tersedia dalam kapal.

"Turis Eropa itu suka minum-minum dan santai. Kalau turis Eropa, mereka main kasino untuk relaks. Kalau orang Asia main kasino, serius buat cari uang. Orang Asia itu suka makan di dalam kapal. Kalau turis Eropa suka berjemur. Orang Asia tak mau panas-panasan," ujarnya.

PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar