Festival Budaya Digelar di NTT, Bidik Turis Timor Leste - Kompas.com

Festival Budaya Digelar di NTT, Bidik Turis Timor Leste

Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Kompas.com - 16/09/2017, 10:18 WIB
Para wisatawan domestik, sedang berfoto di halaman Pos Lintas Batas Negara di Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (6/8/2017).Kompas.com/Sigiranus Marutho Bere Para wisatawan domestik, sedang berfoto di halaman Pos Lintas Batas Negara di Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (6/8/2017).

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Dalam rangka merayakan HUT Kota Kefamenanu ke-95, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) di Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar sejumlah kegiatan festival budaya.

Sekretaris Dinas Pariwisata NTT, Yohanes Sanak, mengatakan bahwa kegiatan festival itu mulai dibuka sejak Selasa (12/9/2017) hingga Jumat (22/9/2017).

Yohanes menjelaskan festival budaya yang digelar yakni Bilut (tarian), Tabso (tarian perang), Takanab (sapaan adat), bonet (tarian massal), manatika (adu tendangan secara tradisional). Pagelaran tersebut dimulai dari 13-17 September 2017.

(BACA: Timor Tengah Utara Tawarkan Destinasi Wisata Perbatasan)

Selanjutnya Pameran dan Pasar Rakyat digelar pada 12-22 September 2017. Pemilihan bintang radio digelar pada 18-19 September 2017, hiburan artis pada 20 September 2017, napak tilas sejarah Kota Kefamenanu pada 21-22 September 2017, serta Karnaval Budaya dan terjun payung pada 22 September 2017.

"Tujuan digelarnya kegiatan ini yakni untuk melestarikan sejarah dan budaya di TTU. Kita ingin menanamkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda supaya ke depan mereka juga paham bahwa kota ini tidak serta-merta berdiri, tapi ada rangkaian sejarah yang mewarnai hadirnya Kota Kefamenanu," kata Yohanes kepada KompasTravel, Jumat (15/9/2017).

(BACA: Indahnya Pemandangan Gunung dan Pantai Selatan Pulau Timor)

Terkait dengan pelestarian sejarah budaya, lanjut Yohanes, tentu ada hubungannya dengan kemasan pariwisata warna budaya asli TTU.

Dua ekor kuda yang sedang berpacu dalam lomba pacuan kuda memperebutkan Bupati Timor Tengah Utara Cup di Pantai Tanjung Bastian, Minggu (6/8/2017).KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BERE Dua ekor kuda yang sedang berpacu dalam lomba pacuan kuda memperebutkan Bupati Timor Tengah Utara Cup di Pantai Tanjung Bastian, Minggu (6/8/2017).
Menurut Yohanes, manfaat yang bisa dipetik selama 11 hari kegiatan itu yakni sirkulasi uang di dalam daerah itu bergerak cepat dan meningkat, karena ada banyak orang dari luar Kabupaten TTU yang berkunjung serta ikut memeriahkan HUT Kota Kefamenanu.

"Kita targetkan dari sekian banyak kegiatan ini juga ada sekian ribu pelintas batas dari Timor Leste yang nanti ikut menyaksikan dan berpartisipasi dalam perayaan HUT Kota Kefamenanu," paparnya.

Khusus untuk pelintas batas dari Timor Leste, Yohanes mengaku terbantu dengan adanya program cross border tourism dari Kementerian Pariwisata yang juga mendukung kegiatan ini.

"Target kita kurang lebih 10.000 pelintas batas akan hadir dan menyaksikan rangkaian kegiatan ini, karena ada pasar rakyat juga," tutupnya.

PenulisKontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM