Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Jalan-jalan ke Venesia Italia, Kota di Atas Air yang Selalu Memesona

Saya juga mendengar kalau turisme yang berlebihan ternyata berbahaya karena bisa merusak banyak tempat ikonik di dunia, termasuk Venesia. Sementara itu, orang-orang juga mulai berkomentar bahwa Venesia tidak terasa seperti kota yang nyata, malah terasa seperti sebuah theme park.

Dengan artikel semacam ini banyak beredar di internet, saya jadi bersiap-siap kecewa dengan Venesia. Namun ternyata itu tidak terjadi.

Venesia sangat mengagumkan, cantik, dan unik. Meskipun hujan deras mengguyur Venesia sepanjang hari di hari kedua saya di sana, saya masih merasa terkesan dan terpesona dengan kota di atas air.

Kalau Dubrovnik, Kroasia dijuluki “Pearl of the Adriatic”, maka Venesia, Italia mendapat julukan sebagai “Queen of the Adriatic” karena kedigdayaan maritim Venesia di masa lampau. Selain itu Venesia memiliki sederet nama julukan lainnya seperti “City of Canals”, The Floating City”, “City of Masks”, “City of Water”, “City of Bridges”, “La Dominante”, dan “La Serenissima”.

Saat jalan-jalan ke Venesia, saya merasa julukan – julukan di atas memang tepat untuk menggambarkan Venesia. Laguna dan bagian kota Venesia telah terdaftar sebagai UNESCO World Heritage Site.

Setting Venesia yang berada di atas laguna memang unik, membuat kota Venesia begitu ikonik dan menjadi destinasi turis yang sangat populer di seluruh dunia. Venesia terdiri dari 118 pulau yang berada di laguna dangkal bernama Laguna Venezia.

Pulau – pulau tersebut dipisahkan oleh kanal – kanal dan dihubungkan dengan lebih dari 400 jembatan. Kota Venesia dihuni oleh sekitar 260.000 penduduk dan sekitar 55.000 orang tinggal di Cento Storico (historical city of Venesia).

Kini terkenal sebagai destinasi turis utama di dunia dan sempat disebut sebagai kota tercantik di dunia, pada masa abad pertengahan dan Renaissance, Venesia merupakan pusat finansial dan maritim, juga menjadi pusat perdagangan kain sutra, gandum, dan rempah-rempah.

Pada waktu itu kota Venesia menjadi ibukota Republik Venesia. Kedigdayaan Republik Venesia pada masa itu membuat Venesia menjadi kota yang makmur di hampir sepanjang sejarah kota. Setelah perang Napoleon dan Kongress Vienna, Venesia dianeksasi Kekaisaran Austria, lalu menjadi bagian dari Kerajaan Italia pada tahun 1866.

Seunik lokasinya, pengalaman jalan-jalan ke Italia saya yang paling unik pun adalah saat ke Venesia.

HOW TO GET THERE

Saya jalan-jalan ke Venesia setelah mengunjungi Florence sebelumnya. Dari Florence, saya naik Flix bus selama 4 jam 15 menit. Jam 13.45 siang Flix bus tiba di Tronchetto, sebuah pulau buatan yang berada di ujung paling barat dari pulau utama di Venesia.

Perjalanan lalu saya lanjutkan dengan naik vaporetto (water bus) menuju hostel. Untuk menuju Venesia, kamu juga bisa naik kereta tujuan stasiun Santa Lucia atau stasiun Mestre. Jadwal dan tiket kereta bisa dicek di Omio.

WHERE TO STAY

Selama 2,5 hari jalan-jalan ke Venesia saya tinggal di hostel Generator Venesia dengan harga 17 dan 25 Euro per malamnya. Hostel ini berada di pulau Giudecca, yang dekat dengan Piazza San Marco (St.Mark’s square) dan bisa dicapai dengan naik vaporetto.

Hostelnya bagus dan nyaman, ada restoran dan common roomnya. Saat jalan-jalan ke Venesia, saya sering makan juga di restoran hostel. Makanan dan minumannya affordable, misalnya pizza 7 Euro-an dan bir 4 Euro.

GETTING AROUND

Untuk menjelajah main island saat jalan-jalan ke Venesia gampangnya sih jalan kaki karena kotanya kecil dan penuh dengan turis. Untuk bepergian dari satu pulau ke pulau lain saya naik vaporetto (water bus) all the time. Saya beli tiket harian vaporetto seharga 20 Euro (berlaku selama 24 jam).

Ada juga tiket 48 jam, 72 jam, dan 7 hari dengan harga 30 Euro, 40 Euro, dan 60 Euro. Sementara itu tiket yang berlaku selama 60 menit harganya 7 Euro. Tiket jenis ini membolehkan kamu untuk berganti vaporetto asalkan menuju arah yang sama dalam waktu 60 menit.

Tiket bisa dibeli di mesin tiket yang berada di dek atau secara online dan mesti divalidasi sebelum get on board.

WHEN TO GO

Saya jalan-jalan ke Venesia di bulan Desember, awal musim dingin. Hari pertama sih cerah, tapi hari kedua turun hujan lebat sepanjang hari. Di hari ketiga cerah lagi, tapi sayangnya itu saat saya mesti pindah ke Austria.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Venesia memang saat off-season, seperti musim gugur, musim dingin, atau musim semi. Pada saat musim panas yang menjadi peak season biasanya sangat penuh dengan turis dan udaranya terlalu panas.

Di bulan Desember aja Venesia cukup padat, entah seperti apa penuhnya kalau jalan-jalan ke Venesia saat summer. Bisa jadi susah gerak di sana.

Susah untuk gak notice kehadiran San Marco Basilica di Piazza San Marco. Meski saat saya jalan-jalan ke Venesia sedang hujan deras, saya tetap amazed dengan gereja bergaya arsitektur Italian Byzantine ini.

Perhatikan saja fasad depannya yang dipenuhi artwork, patung-patung, serta hiasan yang detail. Terlihat fantastic! Sementara dinding dalamnya dilukis dengan indah, begitu juga langit-langit kubahnya yang dihias dengan karya seni Byzantium.

Bangunan San Marco Basilica terpengaruh gaya arsitektur Eropa Barat, Islam, dan Byzantium. Hal ini terkait dengan masa lalu Venesia sebagai kekuatan utama di lautan pada masa itu.

Untuk masuk ke gereja yang dibangun sejak tahun 1902 ini saya mesti antre sekitar setengah jam. Kalau fasad depannya menakjubkan, sebenarnya bagian dalamnya terlihat tua dan biasa saja. Tiket masuk gereja sebenarnya gratis, tapi untuk masuk ke beberapa bagian khusus perlu beli tiket.

Saya waktu itu memilih untuk masuk ke St.Mark’s museum dengan harga 5 Euro (tiket hanya bisa dibeli on the spot) demi melihat dan berfoto bersama kuda-kuda Doge yang muncul di film Inferno.

Kalau St.Mark’s Basilica adalah bangunan terpopuler di Venesia, Piazza San Marco merupakan alun-alun paling terkenal. Terletak di Grand Canal dan menghadap pulau San Giorgio Maggiore, Piazza San Marco menjadi salah satu tempat pertama yang dituju turis yang jalan-jalan ke Venesia.

Alun-alun ini tampak indah karena dikelilingi bangunan yang menakjubkan seperti San Marco Basilica, Campanile, Doge’s Palace, Torre dell’Orologio, dan bangunan indah dengan gerbang melengkung. Susah untuk tak melewatkan waktu barang sejenak di Piazza San Marco.

Menara berwarna orange yang berada di seberang San Marco Basilica ini memiliki tinggi 98,6 meter. Bangunannya terbuat dari batu bata merah dan di puncaknya berdiri patung emas malaikat Gabriel.

Campanile yang dibangun pada tahun 1902 dulunya berfungsi sebagai menara pengawas namun sekarang menjadi menara pandang bagi turis yang jalan-jalan ke Venesia dan ingin melihat pemandangan terbaik Venesia dari atas.

Sama dengan saat mau masuk ke San Marco Basilica, untuk masuk dan naik ke puncak Campanile saya mesti antre lama di bawah terpaan hujan. Mana gak bawa payung pula, karena gak ngecek juga kalau Venesia bakalan hujan.

Untungnya jas hujan saya ada tudungnya, jadi agak selamatlah muka dan rambut saya. Tiket masuknya 8 Euro.

Untuk naik ke puncak Campanile cukup naik lift. Sayangnya karena waktu itu sedang hujan deras, di puncak menara anginnya super kenceng! Pemandangan sekitar Venesia pun banyak yang tertutup kabut dan hujan.

Angin dan udara dinginnya terasa serem deh pokoknya!. Meski begitu saya gak nyesel sih naik ke atas Campanile karena toh Venesia masih terlihat cantik juga.

Ada ratusan kanal yang mengalir diantara pulau – pulau di Venesia, dan Grand Canal adalah yang terbesar. Saat jalan-jalan ke Venesia, saya sempatkan jalan-jalan di sekitar Grand Canal sambil mengamati kesibukan di sekitarnya.

Mulai dari deretan gedung – gedung kuno dari abad ke-13 di sepanjang kanal, 4 jembatan yang dipenuhi dengan turis, hingga lalu lintas sepanjang kanal yang sibuk dengan gondola yang lalu lalang.

Salah satu dari 4 jembatan yang membentang di atas Grand Canal sekaligus yang paling terkenal. Rialto Bridge telah menjadi ikon Venesia berkat desain dan detailnya yang sangat indah. Rialto Bridge awalnya dibangun dari kayu namun runtuh pada tahun 1524. Setelah itu dibangun ulang dari batu.

Karena telah menjadi destinasi turis yang populer di Venesia, untuk melintasi jembatan pun jalannya mesti pelan karena jembatan ini penuh sesak dengan turis yang lewat maupun foto-foto. Selain itu ada juga beberapa toko suvenir dan perhiasan di atas Rialto bridge.

Karena sendiri saat jalan-jalan ke Venesia, saya minta tolong turis lain buat ambilin foto di Rialto bridge yang ikonik. Selain Ponte di Rialto, Bridge of Sighs juga sangat indah.

6. Doge’s Palace

Berada di Piazza San Marco, Doge’s Palace adalah salah satu bangunan terindah di alun-alun ini. Tepat berada di sebelah San Marco Basilica, untuk masuk ke Doge’s Palace saat jalan-jalan ke Venesia, kamu perlu membayar tiket masuk 20 Euro (dan antre!).

Memang harga tiketnya sih gak murah, tapi worth it kalau kamu suka dengan seni dan arsitektur.

Eksterior Doge’s Palace aja udah terlihat sangat menawan dengan detail yang impresif seperti motif berlian dan deretan gerbang melengkung yang terbuat dari batu putih. Apalagi interiornya, pasti lebih memukau.

7. Ride a Gondola

Memang harganya gak murah, sekitar 100 Euroan, tetapi kamu bisa mengakalinya dengan naik bersama beberapa orang turis lainnya. One of the best experiences in Venesia is riding a gondola.

Saat jalan-jalan ke Venesia, pastikan kamu naik gondola di Venesia. Kalaupun kamu gak begitu tertarik naik gondola, jangan lewatkan kesempatan berkeliling Venesia dengan vaporetto (water bus). Tiketnya hanya 7 Euro per jam.

Saya memilih beli tiket harian 20 Euro yang memungkinkan saya bolak-balik ke beberapa pulau sampai puas, termasuk ke Burano.

A must-visit while in Venesia. Burano adalah sebuah pulau cantik yang memukau setiap pengunjung dengan deretan rumah dan gedung yang berwarna-warni. Pulau ini terkenal sebagai sentra kerajinan kaca.

Ada banyak toko suvenir yang menjual kerajinan tangan terbuat dari kaca. Untuk menuju ke Burano, saya naik vaporetto dari Venesia main island selama 1,5 jam. Seperti halnya Venesia, di Burano juga ada banyak kanal yang memisahkan pulau-pulaunya dan dihubungan dengan banyak jembatan kecil.

Sayangnya saat saya jalan-jalan ke Venesia dan Burano hujan turun dengan deras banget, jadi suasananya lumayan mendung dan gelap gitu deh. Sedih ya :(

What do u think about Venesia? Share pengalaman kamu jalan-jalan ke Venesia.

***

Dada Sabra Sathilla, travel blogger yang menulis di theislandgirladventures.com

https://travel.kompas.com/read/2019/10/11/210800927/jalan-jalan-ke-venesia-italia-kota-di-atas-air-yang-selalu-memesona

Terkini Lainnya

Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary
Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Jalan Jalan
Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Travel Update
Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Travel Update
85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

Travel Update
KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

Travel Update
Sri Sultan HB X Gelar 'Open House' untuk Umum Pekan Depan

Sri Sultan HB X Gelar "Open House" untuk Umum Pekan Depan

Travel Update
5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

Travel Update
Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Travel Update
10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

Travel Update
6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

Travel Tips
Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Hotel Story
 Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Travel Update
8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

Travel Update
6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke