Salin Artikel

5 Alasan Kenapa Harus Kunjungi Museum Komodo dan Taman Reptil TMII

JAKARTA, KOMPAS.com - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) identik dengan Danau Arsipel Indonesia, kereta gantung dan anjungan.

Namun, di balik wisata sohor itu, TMII justru punya tempat wisata lain yang menarik sekaligus edukatif--museum, salah satunya Museum Komodo dan Taman Reptil.

Kompas.com merangkum lima alasan kamu harus mengunjungi Museum Komodo dan Taman Reptil di TMII.

1. Menikmati kebun binatang mini

Meskipun bernama museum, Museum Komodo dan Taman Reptil merupakan sebuah kebun binatang mini yang dengan ciri khas bangunan komodo raksasa.

Tidak hanya berfungsi sebagai museum, tempat wisata tersebut juga memiliki 75 jenis reptil dengan total keseluruhan sebanyak 325 ekor.

Seluruh reptil tersebut sudah dapat kamu lihat mulai dari area luar museum di taman dekat loketm dan di dalam gua.

Gedung berbentuk komodo tersebut berada di tengah-tengah berbagai macam kandang reptil.

Oleh karena itu, sembari kamu mengelilingi gedung untuk melihat bentuk komodo raksasa, kamu juga bisa melihat beberapa kandang buaya, biawak, ular, dan kura-kura.

Kamu bisa memilih untuk melihat koleksi reptil yang berada di kandang kecil maupun kandang besar.

Bahkan, kamu juga bisa berinteraksi dengan beberapa reptil yang ada secara langsung seperti kura-kura buaya yang berada dekat amfiteater.

Meskipun biasanya acara edukasi khusus ini selalu diadakan di hari libur nasional seperti perayaan natal dan tahun baru, dan ulang tahun TMII, kini kamu tetap bisa mendapatkan edukasi seputar ular dengan mengunjungi Taman Sentuh.

Di sana, kamu dapat melihat beberapa ular yang dikeluarkan untuk disentuh oleh para pengunjung. Kamu juga tidak perlu takut karena di sana juga ada Perawat Satwa Reptil yang tentunya profesional.

Kamu bisa memanfaatkan waktu di Taman Sentuh dengan bertanya-tanya seputar cara penanganan ular, pertolongan pertama saat terkena gigitan ular berbisa.

Kamu juga bisa mendapatkan informasi-informasi penting yang harus diketahui jika kamu ingin mulai memelihara ular.

Jika kamu beruntung, kamu juga bisa menyaksikan saat ular sedang diberi makan setiap hari Sabtu. Dengan begitu, kamu jadi tahu bagaimana cara yang tepat untuk memberi makan ular.

Untuk menuju Taman Sentuh, kamu bisa ambil arah ke kanan dari loket. Tempat tersebut terletak di pojok kanan kawasan museum, dekat dengan toko suvenir, kandang iguana, dan musholla.

Kamu akan dibawa masuk ke dalam Goa Reptil yang hanya diterangi oleh beberapa lampu.

Meskipun koleksi ular museum tersebut juga tersebar di area taman, ular yang berada dalam Goa Reptil memiliki ukuran tubuh dan panjang lebih besar. 

Saat masuk ke Goa Reptil melalui pintu dekat kandang komodo, jika kamu menengok ke kanan, maka dapat melihat bagian belakang kandang komodo yang diisi oleh komodo berukuran kecil.

Saat sudah berada di dalam goa, kamu akan disambut oleh deretan rantai hitam yang dijadikan sebagai “pintu”.

Meskipun Goa Reptil memiliki beberapa jenis reptil seperti biawak dan cicak, reptil yang paling menarik perhatian adalah ular anang (Ophiophagus hannah), sanca olive (Apodora papuana), dan sanca batik (Broghammerus reticulatus).

4. Memberi makan buaya

Namun, jika kamu mengunjungi museum berbentuk komodo raksasa ini, kamu bisa memberi makan buaya sendiri melalui program bernama Mancing Buaya.

Program ini berlangsung setiap hari, jadi kamu tidak perlu takut akan ketinggalan dan tidak bisa berpartisipasi.

Kamu tidak perlu takut karena selama melakukan Mancing Buaya, karena akan ditemani perawat satwa reptil.

Untuk mencobanya, kamu hanya perlu membayar sebesar Rp 10.000 untuk dua kali memberikan makan kepada buaya.

Auditorium tersebut menayangkan berbagai macam video informatif mengenai reptil, salah satunya adalah mengenai perubahan warna yang terjadi pada bunglon.

Apabila kamu ingin mengunjungi auditorium sembari mendinginkan badan dan beristirahat sejenak, auditorium buka setiap hari dari pukul 10:00 – 10:15 WIB, dan 13:30 – 13:45 WIB.

Sementara di akhir pekan dan hari libur nasional mulai dari pukul 10:00 – 10:15 WIB, 13:30 – 13:45 WIB, dan 16:30 – 16:45 WIB.

Museum Komodo dan Taman Reptil terletak persis di depan Istana Anak-Anak Indonesia.

Dengan harga tiket masuk sebesar Rp 25.000 per orang, kamu bisa menikmati seluruh fasilitas dan kegiatan yang telah disebutkan sebelumnya.

Kamu juga bisa ikut Edu Wisata jika datangs secara rombongan, minimal 50 orang. Edu Wisata mematok harga Rp 55.000 per orang.

Dengan harga tersebut, kamu bisa bermain Mancing Buaya dan mendapatkan edukasi khusus penanganan ular.

Kamu juga bisa mendapatkan tiket masuk, suvenir, pemandu wisata, foto bersama satwa, dan dapat melihat feeding show buaya dan ular.

https://travel.kompas.com/read/2020/01/06/094500427/5-alasan-kenapa-harus-kunjungi-museum-komodo-dan-taman-reptil-tmii

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.