Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Salin Artikel

Sering Makan Tteokbokki? Ini Asal-usul Tteokbokki Saus Gochujang

JAKARTA, KOMPAS.com - Kamu pencinta kuliner Korea, K-pop, atau drama Korea mungkin tidak asing dengan tteokbokki.

Street food khas Korea ini sering muncul pada adegan drama Korea, salah satunya adalah The World of the Married.

Tteokbokki juga menjadi makanan yang 'wajib' dicoba saat kamu pelesir ke Korea. Kenyal dan gurihnya tteok atau rice cake, odeng atau fish cake, berbaur dengan saus gochujang yang rasanya manis, pedas dan gurih.

Selain itu tteokbokki juga dilengkapi dengan telur rebus, irisan daun bawang, dan keju yang menambah tekstur dan memperkaya cita rasa.

Namun, tteokbokki bukan suatu hidangan baru bagi masyarakat Korea. Melansir Stripes Korea, tteokbokki merupakan jenis makanan nostalgia yang membawa kembali kenangan lama.

Konon tteokbokki sudah dinikmati masyarakat Negeri Gingseng itu sejak Dinasti Joseon.

Literatur lama menunjukkan bahwa tteokbokki disajikan di istana kerajaan tapi menggunakan  saus gungjung.

Saus ini merupakan suas yang tidak pedas, dan cita rasanya berbeda dengan saus gochujang. Gungjung terbuat dari kecap, sayuran, dan daging sapi.

Saat ini, hidangan tersebut bukan lagi hidangan yang disediakan hanya untuk lingkungan kerajaan, tapi sudah tersedia di restoran, prasmanan hingga warung kaki lima di Korea Selatan.

Dari pakai saus kecap menjadi saus pedas

Berbeda dengan versi lama, tteokbokki saat ini dikenal dengan kuahnya yang pedas manis dari saus gochujang. Nah, versi pedas tteokbokki yang kita kenal sekarang ternyata berasal dari ketidaksengajaan.

Pada pasca perang Korea, seorang wanita bernama Ma Bok Rim yang tinggal di lingkungan Sindang-dong secara tidak sengaja menjatuhkan garaetteok atau kue beras polos tanpa bumbu, ke dalam semangkuk jajangmyeon atau mie saus kedelai hitam.

Mengingat pada saat setelah perang makanan adalah komoditas sangat berharga, Ma mencoba agar garaetteok tidak terbuang sia-sia.

Setelah Ma merasakan saus yang menyatu dengan kekenyalan kue beras, ia pun terinspirasi untuk mencoba membumbui kue beras dengan pasta lada merah atau gochujang.

Tteokbokki yang muncul dari zaman kerajaan, lalu dimofikasi rasanya pada zaman pasca-perang Korea hingga sampai sekarang dianggap sebagai salah satu makanan jalanan Korea yang paling umum ditemui.

Lebih dari setengah abad berlalu sejak terciptanya tteokbokki bercita rasa pedas, sekarang ada lebih banyak variasi baru. Jika kamu bukan penggemar makanan pedas, bisa mencoba carbonara atau kari tteokbokki.

Dalam satu mangkuk tteokbokki juga mengandung nilai sejarah, terbukti dari Museum Tteokbokki yang didirikan di Daegu.

https://travel.kompas.com/read/2020/05/28/125100127/sering-makan-tteokbokki-ini-asal-usul-tteokbokki-saus-gochujang

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Itinerary Seharian di TMII, Main ke Taman Burung hingga Nikmati Sunset

Itinerary Seharian di TMII, Main ke Taman Burung hingga Nikmati Sunset

Itinerary
Promo 10.920 Tiket Kereta Api, Ini Daftar Rutenya

Promo 10.920 Tiket Kereta Api, Ini Daftar Rutenya

Travel Update
6 Hotel Dekat Sarinah, Bisa Jalan Kaki

6 Hotel Dekat Sarinah, Bisa Jalan Kaki

Hotel Story
13 Tempat Ngaburit Murah Meriah Jakarta Selatan, Bisa Piknik di Taman

13 Tempat Ngaburit Murah Meriah Jakarta Selatan, Bisa Piknik di Taman

Jalan Jalan
Kotabaru Dikembangkan Jadi Wisata Malam Yogyakarta, Bakal Banyak Event

Kotabaru Dikembangkan Jadi Wisata Malam Yogyakarta, Bakal Banyak Event

Jalan Jalan
5 Aktivitas di Museum Basoeki Abdullah, Lihat Karya dan Koleksi Pribadi Sang Pelukis

5 Aktivitas di Museum Basoeki Abdullah, Lihat Karya dan Koleksi Pribadi Sang Pelukis

Travel Tips
Pengalaman Jelajah TMII, Masuk Taman Burung hingga Naik Menara Pandang

Pengalaman Jelajah TMII, Masuk Taman Burung hingga Naik Menara Pandang

Jalan Jalan
6 Tips Datang ke Museum Basoeki Abdullah, Bawa Uang Tunai

6 Tips Datang ke Museum Basoeki Abdullah, Bawa Uang Tunai

Travel Tips
13 Tempat Ngabuburit Murah Meriah di Jakarta Pusat 

13 Tempat Ngabuburit Murah Meriah di Jakarta Pusat 

Jalan Jalan
Kronologi AC Pesawat Super Air Jet Rute Bali-Jakarta Mati, Ada Turis Asing sampai Tergeletak

Kronologi AC Pesawat Super Air Jet Rute Bali-Jakarta Mati, Ada Turis Asing sampai Tergeletak

Travel Update
Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Selama Ramadhan 2023

Pendakian Gunung Slamet via Bambangan Ditutup Selama Ramadhan 2023

Travel Update
Tarawih Perdana di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Pemeriksaan Keamanan hingga 2 Lapis

Tarawih Perdana di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Pemeriksaan Keamanan hingga 2 Lapis

Travel Update
Tradisi Padusan Usai Pandemi, Umbul Manten di Klaten Kembali Dipadati Ribuan Pengunjung

Tradisi Padusan Usai Pandemi, Umbul Manten di Klaten Kembali Dipadati Ribuan Pengunjung

Travel Update
Panduan Lengkap Terbaru Berwisata ke TMII

Panduan Lengkap Terbaru Berwisata ke TMII

Travel Tips
Padusan, Tradisi Menyucikan Diri Jelang Puasa di Masyarakat Jawa

Padusan, Tradisi Menyucikan Diri Jelang Puasa di Masyarakat Jawa

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+