Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Kapan Pendakian Rinjani Buka Kembali?

"Hasil dari konsultasi publik kemarin (24/6/2020), kami menemukan kesepakatan, Alhamdulillah, kalau Rinjani sudah buka, pendakiannya bisa sampai summit, dan bisa sampai Danau Segara Anak," kata Dedy dalam webinar Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) bertajuk "Mendaki Gunung Aman dan Sehat di Masa Pandemi" Kamis (25/6/2020).

Selain itu, pihak BTNGR juga akan memperbarui sistem booking online pendakian Rinjani yaitu eRinjani agar lebih bersahabat dengan pendaki atau pengunjung.

Namun, ia menekankan, pembukaan Rinjani akan terlaksana jika semua proses persiapan telah dilalui.

Tak hanya itu, pada sistem eRinjani juga akan dimasukkan asuransi pendakian baik pendaki maupun porter atau pemandu.

Sebelumnya Dedy mengatakan, aktivitas wisata alam di Gunung Rinjani baik pendakian maupun non pendakian, diharapkan dapat kembali berjalan sekitar bulan Juli.

"Saya berharap ketika Juli nanti kami berkirim surat yang mana diverifikasi di Jakarta. Karena kan sesuai aturan di konferensi pers Gugus Tugas Covid-19, apa yang telah kami jalankan soal persiapan, itu akan dilaporkan juga ke tim Satgas Covid-19 pusat. Kalau sudah dapat izinnya, buka lah kita," kata Dedy saat dihubungi Kompas.com, Selasa (23/6/2020).

Lebih lanjut, ia menerangkan, Gunung Rinjani juga akan dibuka secara bertahap mulai dari pembatasan kapasitas kunjungan dan adanya reservasi online.

Terkait kapan Gunung Rinjani akan dibuka kembali, ia belum dapat memastikan. Namun, ia mengatakan semua itu akan menunggu proses atau tahapan panjang persiapan mulai dari daerah hingga Gugus Tugas Covid-19.

"Ini pendakian jadi tidak main-main, kalau ada kecelakaan terutama soal tenaga kesehatan bagaimana nanti. Jadi kita pastikan dulu semua itu agar disiapkan," tambahnya.

Sosialisasi dan edukasi ini akan diadakan secara offline dan online.

Kemudian, akan juga diadakan simulasi SOP pelayanan pengunjung. Kendati demikian, ia tak begitu menjelaskan secara detail akan berjalan seperti apa baik sosialisasi, edukasi maupun simulasi nantinya.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo dalam konferensi pers virtual, Senin (22/6/2020) mengumumkan, kawasan-kawasan pariwisata alam yang direncanakan dibuka secara bertahap.

Pembukaan ini untuk memulai aktivitas berbasis ekosistem dan konservasi dengan tingkat risiko covid paling ringan. Salah satu kawasan pariwisata alam tersebut adalah taman nasional.

Selain itu, lanjut Doni, kawasan pariwisata alam yang diizinkan untuk dibuka adalah kawasan pariwisata alam yang berada di kabupaten dan kota dalam zona hijau atau zona kuning.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menuturkan, sebanyak 29 taman nasional (TN) dan taman wisata alam (TWA) diizinkan untuk dibuka kembali secara bertahap.

“Sudah dapat dibuka dari proyeksi waktu saat ini sampai kira-kira pertengahan Juli 2020,” kata Siti dalam konferensi pers virtual, Senin (22/6/2020).

https://travel.kompas.com/read/2020/06/26/080300227/kapan-pendakian-rinjani-buka-kembali-

Terkini Lainnya

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke