Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Serunya Naik Gerobak Sapi dan Nikmati Alam Pedesaan Bantul Yogyakarta

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Berwisata dengan cara unik kini ada di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Wisatawan bisa menikmati sejuknya alam pedesaan dengan naik gerobak sapi.

Kegiatan wisata ini diinisiasi oleh Paguyuban Gerobak Sapi Se-Kabupaten yang dikenal dengan semboyan Projo Tamansari.

Pengelola wisata gerobak sapi Bantul, Tri Iswanto, mengatakan bahwa awalnya dirinya bersama bajingan, sebutan untuk pengemudi gerobak sapi, melakukan pertemuan rutin setiap 35 hari pada Minggu Pon menurut penangggalan Jawa.

Pertemuan untuk melestarikan gerobak sapi itu diadakan di Lapangan Padukuhan Jodog, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak. 

"Saat pertemuan ternyata banyak pengunjung yang datang dan ingin naik, mulai Januari 2022. Karena itu kami buat pengelola wisata dan ternyata antusiasme dari masyarakat cukup tinggi," kata Tri kepada wartawan di Padukuhan Jodog, Rabu (23/2/2022).

  • PPKM Level 3, Jumlah Wisatawan ke Bantul Menurun
  • 7 Wisata Alam Bantul dengan Panorama yang Indah
  • Puncak Sosok di Bantul Buka Lagi, Bisa Kulineran Ditemani Live Music

Berkat antusiasme yang tinggi, mereka membuat pengelolaan wisata dan membuka jasa keliling pedesaan dengan tarif cukup terjangkau. 

Harga naik gerobak sapi saat Minggu Pon mulai dari Rp 70.000 per gerobak. Setiap gerobak bisa ditumpangi lima hingga tujuh orang. 

"Sementara, wisata gerobak sapi baru kita adakan yang reguler tiap Minggu Pon. Jumlah gerobak biasanya 30 sampai 40 se-Bantul, tapi yang jelas 20 gerobak ada setiap Minggu Pon," ujarnya. 

Adapun rutenya mulai dari Lapangan Jodog, lalu keliling seputaran Padukuhan dengan estimasi perjalanan sekitar 25 menit.

Penumpang gerobak bisa sambil bernostalgia karena gerobak sapi merupakan alat transportasi untuk mengangkut manusia dan barang pada masa lalu.

"Kenapa rutenya di pedesaan? Karena saat Minggu Pon lalu lintas padat sehingga kita cari rute yang aman," kata Tri. 

Tri mengatakan bahwa wisatawan yang tertarik naik gerobak sapi bisa melakukan pemesanan terlebih dahulu.

Meski saat ini gerobak sapi hanya tersedia pada Minggu Pon, namun alat transportasi dan wisata tersebut dipesan sewaktu-waktu bila diperlukan. 

Ia menjelaskan, saat melakukan pemesanan, wisatawan bisa menentukan rute sendiri. Tarif rute khusus berbeda dengan tarif rute reguler. 

"Sewaktu-waktu bisa, tapi paling tidak pesan seminggu sebelumnya melakukan pemesanan dulu di nomor 085292734404. Untuk Minggu Pon juga bisa langsung ke lokasi atau pesan dulu hari Sabtunya di nomor tadi," ucap Tri.

  • Awas Tanjakan Ekstrem, Jangan Asal Ikut Google Maps ke 4 Wisata di Yogyakarta ini
  • Camping di Bukit Ngisis Yogyakarta, Bisa Sekalian Mampir ke 5 Wisata Ini
  • Harga Paket Camping di Bukit Ngisis Yogyakarta, Mulai Rp 30.000

Pegiat pariwisata Jodog Karangasem Wisata (Jodogkarta), Eko Sutrisno Aji, menyampaikan bahwa kegiatan wisata gerobak sapi ini salah satunya untuk menyalurkan hobi pemiliknya, dan kebetulan banyak warga yang antusias.

"Ke depannya, untuk ngabuburit juga kita sediakan keliling pakai gerobak sapi. Selain itu ada bajak sapi juga, kemudian juga ada pembuatan atau bengkel gerobak sapi," kata dia.

Salah satu sesepuh bajingan dari Pedukuhan Karangasem, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Bantul, bernama Prapto Prayitno menyampaikan, sebutan bajingan untuk pengemudi gerobak sudah ada sejak lama.

Hal ini untuk menandingi para begal jalanan kala itu.

"Bajingan (begal) di jalan itu sukanya hanya membegal dan merampas apa-apa, kalau sopir gerobak tidak berani nandingi mereka sama saja tidak jadi bajingan," kata laki-laki berusia 85 tahun tersebut. 

https://travel.kompas.com/read/2022/02/24/200700927/serunya-naik-gerobak-sapi-dan-nikmati-alam-pedesaan-bantul-yogyakarta

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke