Dituntut 12 Tahun, Azmun Jaafar Tegang

Kompas.com - 27/08/2008, 05:02 WIB
Editor

JAKARTA, SELASA - Bupati Pelalawan Tengku Azmun Jaafar dituntut hukuman 12 tahun penjara, membayar denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan dan membayar ganti rugi Rp 19,8 miliar subsider tiga tahun penjara. Jaksa penuntut KPK menyatakan, Azmun terbukti telah melakukan perbuatan melawan hukum dalam penerbitan izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu tanaman (IUPHHK- HT) kepada 15 perusahaan sehingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,208 triliun.

Surat tuntutan setebal 1002 halaman, dibacakan secara bergantian oleh tim jaksa yakni M Roem, Siswanto, Zet Tadung Allo dan Andi Suharlis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (26/8).

Azmun yang mengenakan baju koko warna putih dan peci hitam, terlihat tegang saat dituntut hukuman seberat itu. Kakak kandung Azmun yakni Tengku Khalil Jaafar menangis tersedu-sedu. Sedangkan istri Azmun yakni Dian Jaafar yang mengenakan baju muslim warna putih, tampak tegang selama persidangan berlangsung.

Tak ada isak tangis atau air mata Azmun untuk mengungkapkan kekecewaannya kepada jaksa. Sebotol aqua kecil dan sebatang rokok menjadi pelepas stres Azmun pasca dituntut hukuman yang baginya terlalu berat.

"Tuntutan ini terlalu berat, tidak seimbang. Jaksa tidak memandang apa yang telah saya lakukan selama ini," ujar Azmun dengan suara datar ketika hendak dibawa kembali ke Rutan Mabes Polri.

Azmun mengakui bahwa tuntutan seberat ini adalah cobaan bagi dirinya. "Ini adalah cobaan bagi saya untuk berintrospeksi diri," ujarnya lirih.

Kekecewaan juga terlontar dari kuasa hukum Azmun yakni Hironimus Dhani. "Ini sesuatu yang mengejutkan. Ini sangat berat. Kita tidak menduga akan dituntut seberat ini," tegas Dani. Menurut Dani, seluruh penebangan yang dilakukan 15 perusahaan tersebut dibebankan ke kliennya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, tanpa adanya izin Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang diterbitkan Dinas Kehutanan Provinsi Riau maupun Gubernur Riau, maka tidak akan ada penebangan hutan. "Tanpa RKT, tidak bisa ditebang. Tapi kenapa seluruhnya dibebankan ke klien kami," protes Dhani.

Tiga putra dan putri Azmun yang selalu setia menghadiri persidangan, justru tidak tampak saat pembacaan tuntutan. Tengku Khalil Jaafar yang jarang terlihat di persidangan, justru histeris. "Saya keberatan karena dia belum tentu salah," ujarnya dengan suara meninggi.

Air mata Kahlil pun akhirnya tumpah. "Adik saya telah dianiaya. Di dunia ini, jika orang dianiaya, maka di akhirat kelak dosanya akan diambil oleh orang yang menganiaya. "Tuhanlah yang paling adil," ujarnya dengan berurai air mata. (Yls)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.