Doha Kota Seni Islami

Kompas.com - 18/01/2011, 08:50 WIB
EditorI Made Asdhiana

Oleh: Andreas Maryoto

SAATNYA menempatkan negara-negara di kawasan Teluk Persia sebagai tujuan perjalanan. Uni Emirat Arab telah membangun berbagai kawasan wisata, termasuk wisata padang pasir.

Secuil informasi tentang sebuah museum di dalam majalah Qatar Airways dalam perjalanan Jakarta-Doha cukup menarik perhatian. Museum itu bernama Museum of Islamic Art. Museum of Islamic Art terletak di Taman Al Rumaila yang berada di Teluk Doha. Dari museum ini kita bisa melihat niat besar Doha untuk menjadi pusat seni islami.

”Ya, saya tahu tempat itu,” kata Fuad, sopir taksi, yang mengantar kami berkeliling Doha. Sopir-sopir taksi di Doha dengan mudah mengantar tamunya ke Museum of Islamic Art karena tempat ini memang mempunyai ciri yang khas. Dari kejauhan, bangunan museum yang bergaya Turki itu sudah tampak.

Bangunan yang megah tampak di tengah taman yang indah. Jalan masuk ke museum di bagian tengah dialiri air dan juga jajaran pohon palem sehingga memberikan rasa sejuk. Meski bagi pejalan kaki jarak antara jalan raya dan pintu masuk museum agak jauh, keindahan di sekelilingnya cukup menghibur.

Memasuki museum, pengunjung tak dipungut biaya sepeser pun. Tak banyak museum yang gratis seperti ini. Entah mengapa, ketika petugas mengetahui kami dari Indonesia, ia menyapa kami. ”Apa kabar?” tanya si penjaga museum.

Sedikit obrolan terjadi dengan si penjaga museum itu. Kami kemudian diminta untuk melihat-lihat di bagian bawah, yaitu lantai satu yang berisi ruangan multimedia untuk memandu mengenal museum. Kemudian kami berjalan ke lantai dua yang merupakan tempat berbagai artefak seni islami berdasarkan tema, seperti kaligrafi, figur, dan ilmu pengetahuan.

Di lantai tiga terdapat artefak-artefak yang dipajang berdasarkan tempat dan waktu. Urutan tertua dari periode awal seni Islam pada abad ke-7 sampai ke-12, Iran dan Asia Tengah abad ke-12 sampai ke-14, Mesir dan Suriah abad ke-13 sampai ke-14, hingga India dan Turki abad ke-16 sampai ke-18. Isi museum ini benar-benar menjadi bukti pencapaian seni dunia Islam.

Museum ini dibuka pertama kali pada tahun 2008, yang merupakan realisasi dari mimpi emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, sejak dua dekade sebelumnya. Ia berambisi menjadikan Qatar sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan regional dan internasional.

Museum of Islamic Art adalah satu di antara sejumlah museum yang telah didirikan dan akan dibangun di Qatar. Pemerintah Qatar melihat, saatnya warganya dan juga warga dunia memahami berbagai warisan seni islami. Dunia juga perlu melihat koneksi antara kebudayaan Islam dan kebudayaan dunia yang terus berubah.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.