Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mie Kocok Limbangan, Pasti Ketagihan...

Kompas.com - 15/07/2011, 15:30 WIB

GARUT, KOMPAS.com - Siapa yang tidak tahu dengan Mie Kocok. Mungkin sebagian masyarakat Jawa Barat pasti akan mengenal dengan makanan penggugah selera ini. Biasanya Mie Kocok Bandung itu berisikan Mie Kuning dan Toge lalu ditaburi dengan bawang dan Baso serta kikil sapi. Namun di tangan Agus Amarruloh (50) dan istrinya Yeni Mulyani (41) menjadikan Mie Kocok yang berbeda dan sangat menggugah selera.

Saat ditemui Kompas.com di salah satu kiosnya di Jalan Pramuka, Kamis (14/7/2011), yang baru dibukanya dua bulan yang lalu, Agus mengatakan, mie kocok ini diberi nama Mie Kocok Limbangan. Alasannya, pertama kali buka di daerah Limbangan, tepatnya di depan alun-alun Limbangan Garut.

"Awalnya saya dan istri tidak mengira usaha Mie Kocok ini akan menjadi besar seperti ini, bahkan dicari orang, sehingga kami membuka di Pemda Garut dan Jalan Pramuka ini, agar para pelanggan dari Garut tidak jauh-jauh datang ke Limbangan," ujarnya.

Menurut Agus keunikan Mie Kocok buatannya ini adalah di setiap porsinya itu selalu ada tulang kaki sapi (seperti sop kaki sapi) dan baso. Dalam satu hari Mie Kocok buatan Agus ini menghabiskan satu kwintal setengah kaki sapi untuk tiga kios yang dimilikinya.

Mengenai omset per hari, Agus yang didampingi istrinya mengatakan kurang lebih Rp 6 juta dari ketiga kios yang dimilikinya.

Untuk 1 porsi Mie Kocok Limbangan, Anda cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 9.000 saja. Mie Kocok Limbangan mulai buka jam 09.00 sampai 17.00. "Kalau lagi ramai jam 4-an juga sudah habis," ujar bapak dari lima putra yang memiliki 12 pegawai ini. "Silahkan mencoba, pasti ketagihan," tambah Agus.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tarif Kereta Api Rute Jakarta-Yogyakarta Mei 2024, mulai Rp 260.000

Tarif Kereta Api Rute Jakarta-Yogyakarta Mei 2024, mulai Rp 260.000

Travel Update
Harga Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta PP Mei 2024, mulai Rp 850.000

Harga Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta PP Mei 2024, mulai Rp 850.000

Travel Update
Turis Asing Diduga Bikin Sekte Sesat di Bali, Sandiaga: Sedang Ditelusuri

Turis Asing Diduga Bikin Sekte Sesat di Bali, Sandiaga: Sedang Ditelusuri

Travel Update
Ada Pembangunan Eskalator di Stasiun Pasar Senen, Penumpang Bisa Berangkat dari Stasiun Jatinegara

Ada Pembangunan Eskalator di Stasiun Pasar Senen, Penumpang Bisa Berangkat dari Stasiun Jatinegara

Travel Update
Hotel Ibis Styles Serpong BSD CIty Resmi Dibuka di Tangerang

Hotel Ibis Styles Serpong BSD CIty Resmi Dibuka di Tangerang

Hotel Story
10 Mal di Thailand untuk Belanja dan Hindari Cuaca Panas

10 Mal di Thailand untuk Belanja dan Hindari Cuaca Panas

Jalan Jalan
Menparekraf Susun Peta Wisata Berbasis Storytelling di Yogyakarta, Solo, dan Semarang

Menparekraf Susun Peta Wisata Berbasis Storytelling di Yogyakarta, Solo, dan Semarang

Travel Update
Waisak 2024, Menparekraf Targetkan Gaet hingga 300.000 Wisatawan

Waisak 2024, Menparekraf Targetkan Gaet hingga 300.000 Wisatawan

Travel Update
3 Bulan Lagi, Penerbangan Langsung Thailand-Yogyakarta Akan Dibuka

3 Bulan Lagi, Penerbangan Langsung Thailand-Yogyakarta Akan Dibuka

Travel Update
Jelang Waisak 2024, Okupansi Hotel di Area Borobudur Terisi Penuh

Jelang Waisak 2024, Okupansi Hotel di Area Borobudur Terisi Penuh

Hotel Story
iMuseum IMERI FKUI Terima Kunjungan Individu dengan Pemandu

iMuseum IMERI FKUI Terima Kunjungan Individu dengan Pemandu

Travel Update
9 Wisata Malam di Jakarta, dari Taman hingga Aquarium

9 Wisata Malam di Jakarta, dari Taman hingga Aquarium

Jalan Jalan
Jangan Sembarangan Ambil Pasir di Pulau Sardinia, Ini Alasannya

Jangan Sembarangan Ambil Pasir di Pulau Sardinia, Ini Alasannya

Travel Update
6 Cara Cegah Kehilangan Koper di Bandara, Simak Sebelum Naik Pesawat

6 Cara Cegah Kehilangan Koper di Bandara, Simak Sebelum Naik Pesawat

Travel Tips
Maskapai Penerbangan di Australia Didenda Rp 1,1 Miliar karena Penerbangan Hantu

Maskapai Penerbangan di Australia Didenda Rp 1,1 Miliar karena Penerbangan Hantu

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com