Belajar Menyelam di Bunaken

Kompas.com - 11/01/2012, 04:51 WIB
EditorI Made Asdhiana

Menyelam di Bunaken merupakan suatu perjalanan yang istimewa. Melihat pemandangan bawah laut memberikan pengalaman yang cukup banyak. Kita akan melihat dan merasakan bagaimana menyelam di lokasi landai yang kaya terumbu karang, jenis ikan seperti "ikan Nemo" (clown fish), school fish, dan rombongan ikan warna-warni yang lalu lalang.

Di kedalaman lebih dari 18 meter, Anda akan merasakan pengalaman menyelam di tebing laut (wall diving), seakan kita "terbang" di kedalaman jurang laut (drop-off) yang seolah-olah tanpa dasar. Sesekali bisa bertemu dengan penyu raksasa yang konon sudah berumur hampir 100 tahun, ikan pari (manta, sting, dan eagle rays), kakap, kerapu, barakuda, napoleon, angel fish, blow fish, blue ribbon eels, lobster, sampai hiu!

Untuk para under water photographer di pastikan tidak akan kecewa dengan peluang gambar yang sangat spektakuler dan menarik untuk diabadikan menjadi gambar-gambar foto yang menawan. Seorang teman yang berprofesi sebagai fotografer profesional, Hanny Kandou yang kebetulan juga dive-master mengabadikan kegiatan menyelam kami di kedalaman 20 meter di bawah laut dengan peralatan foto yang cukup rumit. Namun, hasil foto yang di dapatkan sangat dramatis. Menyenangkan juga berpotret ria di dalam laut, bisa melupakan rasa cemas dan takut.

Belajar menyelam

Saya masih ingat saat kali pertama menyelam. Waktu itu saya sedang berlibur di Bunaken bersama seorang sahabat saya, Agnes. Karena belum bisa menyelam, saya harus berpuas diri dengan snorkeling; olahraga rekreasi mengambang di atas permukaan air yang dilengkapi masker dan kaki katak ini sudah saya lakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Waktu itu jarak pandang di bawah laut lumayan jernih. Kira-kira 5 meter dari permukaan air, saya bisa melihat Agnes yang sedang menyelam bersama Hanny. Agnes dengan leluasa bermain bersama ikan Nemo hanya dilengkapi peralatan snorkeling seperti saya! Terlihat Agnes melakukan pernapasan dengan teknik buddy-breathing, yaitu meminjam regulator atau alat pernapasan dari Hanny. Enak sekali dia, tidak perlu repot-repot menjinjing tabung udara yang berat, dia menyelam tanpa beban.

Dari situlah, saya tertarik untuk mencoba menyelam. Kenekatan saya membuat saya menerima tantangan Hanny yang hanya membekali saya kursus kilat selama 15 menit. Saya diajari tiga hal penting; pertama, cara bernapas menggunakan regulator. Bernapas melalui mulut, dengan cara menggigit plastik regulator agar tidak lepas.

Kedua, ada dua tombol yang tersambung di BC (buoyancy control, semacam rompi yang berisi udara) yang perlu diperhatikan. Inflating button dan deflating button. Inflating button untuk mengisi udara ke dalam BC agar tubuh menjadi ringan sehingga tubuh akan mengambang naik ke permukaan air, sedangkan deflating button digunakan untuk mengempiskan udara yang ada di BC sehingga tubuh menjadi berat dan perlahan tubuh akan "tenggelam" masuk ke dalam air.

Hal terakhir yang diajarkan adalah bahasa isyarat. Dikarenakan di dalam air kita tidak bisa berbicara, maka satu-satunya cara berkomunikasi adalah dengan bahasa isyarat, yaitu isyarat ibu jari dan telunjuk membentuk huruf "O" berarti "kita dalam keadaaan oke, baik; kemudian isyarat dengan menggunakan tangan yang digerakkan horizontal ke kiri dan ke kanan, yang artinya adalah "kita dalam keadaan tidak baik; gugup, panik, pusing, dan lain-lain"; serta isyarat yang ketiga yaitu "RCTI oke" yang digerakkan naik-turun, yang artinya "saya mau naik!"

Makanya saya selalu tersenyum saat melihat iklan televisi swasta tersebut dengan mengacungkan jempol di dalam air yang menyatakan "RCTI oke", yang artinya dalam bahasa isyarat penyelam adalah "RCTI mau naik!"

Halaman:
Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X