Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kepulauan Seribu Akan Kembangkan Wisata Pertanian

Kompas.com - 10/11/2012, 10:15 WIB
Robertus Belarminus

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com — Pulau Tidung Kecil yang ada di Kepulauan Seribu Selatan nantinya akan dilengkapi wisata agro atau wisata pertanian bagi para pengunjung. Program Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu ini dimaksudkan untuk mendukung perkembangan pariwisata di sana.

Tak hanya agrowisata, melalui Suku Dinas Kelautan dan Pertanian, Kepulauan Seribu juga membangun tempat pelatihan dan pengembangan bidang kelautan dan pertanian di Pulau Tidung Kecil. "Kita bidik Pulau Tidung Kecil kerena sangat potensial untuk perkembangan wisata di Pulau Seribu, khususnya argowisata. Tujuannya untuk mempertahankan ruang terbuka hijau," kata Liliek, Kepala Suku Dinas Kelautan dan Pertanian Kepulauan Seribu, Jumat (9/11/2012) malam.

Menurutnya, Pulau Tidung Kecil akan dijadikan lokasi percontohan kelautan dan pertanian. Nantinya, akan dibangun kebun bibit tanaman produktif dan kebun buah naga. Selain itu, juga akan dibuka fasilitas out bond di sana. "Ini yang akan menjadi keunikan Pulau Tidung Kecil," ujar Liliek.

Bupati Kepulauan Seribu Ahmad Ludfi mendukung pembangunan tersebut. Hal ini menurutnya dapat menarik lebih banyak wisatawan ke Kepulauan Seribu. "Harus segera dilaksanakan pembangunannya, apalagi wisata Kepulauan Seribu sudah dilirik di luar negeri," kata Ahmad.

Di samping itu, Ahmad meminta pembangunan wisata agro dan pusat pelatihan kelautan dan pertanian harus mengedepankan konsep ramah lingkungan, serta tetap mempertahankan kealamian dan keasrian pulau.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    4 Tempat Wisata Indoor di Kota Malang, Alternatif Berlibur Saat Hujan

    4 Tempat Wisata Indoor di Kota Malang, Alternatif Berlibur Saat Hujan

    Jalan Jalan
    3 Penginapan di Rumpin Bogor, Dekat Wisata Favorit Keluarga

    3 Penginapan di Rumpin Bogor, Dekat Wisata Favorit Keluarga

    Hotel Story
    Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

    Pendakian Rinjani 3 Hari 2 Malam via Sembalun – Torean, Perjuangan Menggapai Atap NTB

    Jalan Jalan
    Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga mulai Rp 20.000

    Rekomendasi 5 Waterpark di Tangerang, Harga mulai Rp 20.000

    Jalan Jalan
    Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

    Tips Pilih Kursi dan Cara Hindari Mual di Pesawat

    Travel Tips
    4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

    4 Playground di Tangerang, Bisa Pilih Indoor atau Outdoor

    Jalan Jalan
    Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahmi Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

    Tradisi Syawalan di Klaten, Silaturahmi Sekaligus Melestarikan Budaya dan Tradisi

    Jalan Jalan
    Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

    Aktivitas Seru di World of Wonders Tangerang, Bisa Nonton 4D

    Jalan Jalan
    Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

    Cara ke Pasar Senen Naik KRL dan Transjakarta, buat yang Mau Thrifting

    Travel Tips
    8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

    8 Tips Kemah, dari Barang Wajib DIbawa hingga Cegah Badan Capek

    Travel Tips
    Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

    Harga Tiket Candi Borobudur April 2024 dan Cara Belinya

    Travel Update
    8 Tips Hindari Barang Bawaan Tertinggal, Gunakan Label yang Mencolok

    8 Tips Hindari Barang Bawaan Tertinggal, Gunakan Label yang Mencolok

    Travel Tips
    Sandiaga Harap Labuan Bajo Jadi Destinasi Wisata Hijau

    Sandiaga Harap Labuan Bajo Jadi Destinasi Wisata Hijau

    Travel Update
    10 Tips Bermain Trampolin yang Aman dan Nyaman, Pakai Kaus Kaki Khusus

    10 Tips Bermain Trampolin yang Aman dan Nyaman, Pakai Kaus Kaki Khusus

    Travel Tips
    Ekspedisi Pertama Penjelajah Indonesia ke Kutub Utara Batal, Kenapa?

    Ekspedisi Pertama Penjelajah Indonesia ke Kutub Utara Batal, Kenapa?

    Travel Update
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com