Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pangeran Dubai Kunjungi Paviliun Indonesia

Kompas.com - 15/05/2013, 18:39 WIB

DUBAI, KOMPAS.com - Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparenkraf) kembali berpartisipasi dalam pameran dan temu bisnis yang ke-20 industri pariwisata “Arabian Travel Market 2013” (ATM 2013) di Dubai. Kegiatan yang merupakan ajang pameran dan temu bisnis terbesar dan utama di wilayah Timur Tengah dan Afrika, berlangsung tanggal 6–9 Mei 2013 di Dubai International Exhibition and Conference Centre.

Siaran pers KJRI Dubai kepada Kompas.com, Rabu (15/5/2013) menyebutkan, pameran dibuka secara resmi oleh Deputy Ruler of Dubai, His Highness Sheikh Maktoum Bin Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, yang didampingi oleh Pangeran Dubai His Highness Sheikh Majid Bin Mohammed Bin Rashid Al Maktoum yang menjabat sebagai Kepala Otoritas Budaya dan Seni Dubai (The Dubai Culture and Arts Authority), dan Sheikh Ahmed Bin Saeed Al Maktoum yang menjabat sebagai Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Dubai (The Dubai Civil Aviation Authority) yang sekaligus juga Kepala Otoritas Bandara Dubai dan Pimpinan Eksekutif ”Emirates Airlines and Group”.

Setelah acara pembukaan pameran berlangsung, Deputy Ruler of Dubai yang didampingi oleh Pangeran Dubai dan para pejabat tinggi pemerintah Dubai yang hadir berkesempatan meninjau lokasi pameran.

Pangeran Dubai, His Highness Sheikh Majid Bin Mohammed Bin Rashid Al Maktoum bahkan berkesempatan mengunjungi sejenak Paviliun Indonesia yang disambut oleh Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata selaku Ketua Delegasi Indonesia, Esthy Reko Astuty yang didampingi oleh Direktur Promosi Pariwisata Luar Negeri, Nia Niscaya dan Direktur Pencitraan Indonesia, Ratna Suranti. Pada kesempatan tersebut Pangeran Dubai menerima cinderamata perak khas Indonesia, yang disaksikan pula oleh Acting Konjen RI Dubai, Heru Sudradjat.

Acting Konjen, Heru mengatakan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini sangat penting karena ATM Dubai merupakan ajang pameran yang diperhitungkan di kawasan serta masuk dalam daftar kalendar internasional penting untuk kategori pameran serupa.

Menurut Heru, para pebisnis industri pariwisata yang berpartisipasi dan mengunjungi pameran ini tidak hanya berasal dari kawasan Timur Tengah dan Afrika, tetapi juga datang dari wilayah lainnya di dunia, seperti Eropa, Asia, Australia dan Amerika Latin.

Heru memaparkan, posisi strategis Dubai sebagai hub penting dalam lalu lintas penerbangan internasional dan industri pariwisata dapat dimanfaatkan sebagai hub promosi pariwisata Indonesia. Hal ini telah dilakukan oleh beberapa negara tetangga Indonesia, seperti Thailand dan Malaysia.

Saat ini Dubai telah menjadi salah satu destinasi pilihan wisatawan mancanegara (wisman), dimana pada tahun 2012 Dubai berhasil menarik sekitar 10 juta wisman. Bandara Dubai yang merupakan bandara tersibuk nomor empat di dunia melayani lebih dari 150 maskapai penerbangan asing dengan 220 destinasi ke berbagai tempat di seluruh di dunia. "Posisi Dubai ini dapat dijadikan sebagai batu loncatan upaya promosi pariwisata Indonesia dan meningkatkan kesadaran serta menggaet lebih banyak wisman ke Indonesia," papar Heru.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasaran Pariwisata, Esthy Reko Astuty mengemukakan keikutsertaan Indonesia dalam berbagai pameran pariwisata di luar negeri merupakan salah satu upaya untuk menjaga eksistensi dan promosi pariwisata Indonesia dalam kancah industri pariwisata global, guna menarik wisman yang lebih banyak lagi ke Indonesia.

"ATM Dubai termasuk dalam segelintir pameran internasional serupa yang digolongkan utama dan penting untuk diikuti. Oleh karena itu pada tahun ini Indonesia kembali berpartisipasi untuk yang ke-12 kalinya dalam ajang pameran ATM 2013 ini," katanya.

Menurut Esthy, pangsa pasar Timur Tengah terus meningkat positif dalam komposisi wisman yang datang ke Indonesia, mencapai sekitar 35 persen dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, wisman asal Timur Tengah tergolong dalam segmentasi wisman kalangan menengah ke atas. Kemenparenkraf menargetkan sekitar 8,6 juta hingga 9 juta wisman akan berkunjung ke Indonesia tahun 2013 ini.

Paviliun Indonesia seluas 200 meter persegi didekorasi dengan nuansa warna hijau terang dengan motif etnik dan dihiasi dengan beragam poster foto ukuran besar beberapa obyek wisata andalan di seluruh Indonesia.

Di sisi kanan depan Paviliun Indonesia terdapat panggung kecil yang menampilkan permainan alat musik tradisional Indonesia asal Nusa Tenggara Timur ”Sasando Rote”. Sementara itu di bagian kiri depan merupakan meja informasi yang dipandu oleh dua dara cantik pemenang Putri Batik Indonesia.

Sedangkan di sisi kanan belakang Paviliun Indonesia dirancang sebagai cafe yang menyajikan secara langsung beragam jenis kopi Indonesia dan aneka hidangan kue tradisional Indonesia kepada para pengunjung yang hadir.

Kegiatan ATM 2013 kali ini merupakan penyelenggaraan yang ke-20 dan diikuti sekitar 3.000 peserta dari 87 negara, meningkat dari tahun lalu sebanyak 2.400 peserta. Para peserta berasal dari kalangan industri pariwisata dan beragam jasa terkait lainnya, baik pemerintah maupun swasta, seperti maskapai penerbangan, biro perjalanan dan tour operator, kapal pesiar, rumah sakit (medical tourism), teknologi informasi kepariwisataan, perhotelan, media massa, serta jasa penyewaan mobil dan badan promosi pariwisata nasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

6 Taman untuk Piknik di Jakarta, Liburan Hemat Bujet

6 Taman untuk Piknik di Jakarta, Liburan Hemat Bujet

Jalan Jalan
7 Taman Gratis di Yogyakarta, Datang Sore Hari Saat Tidak Terik

7 Taman Gratis di Yogyakarta, Datang Sore Hari Saat Tidak Terik

Jalan Jalan
Istana Kepresidenan Yogyakarta Dibuka untuk Umum, Simak Caranya

Istana Kepresidenan Yogyakarta Dibuka untuk Umum, Simak Caranya

Travel Update
Jadwal Kereta Cepat Whoosh Mei 2024

Jadwal Kereta Cepat Whoosh Mei 2024

Travel Update
Cara Berkunjung ke Museum Batik Indonesia, Masuknya Gratis

Cara Berkunjung ke Museum Batik Indonesia, Masuknya Gratis

Travel Tips
Amsterdam Ambil Langkah Tegas untuk Atasi Dampak Negatif Overtourism

Amsterdam Ambil Langkah Tegas untuk Atasi Dampak Negatif Overtourism

Travel Update
Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2024 di Borobudur, Ada Bhikku Thudong hingga Pelepasan Lampion

Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2024 di Borobudur, Ada Bhikku Thudong hingga Pelepasan Lampion

Travel Update
Destinasi Wisata Rawan Copet di Eropa, Ternyata Ada Italia

Destinasi Wisata Rawan Copet di Eropa, Ternyata Ada Italia

Jalan Jalan
Kenaikan Okupansi Hotel di Kota Batu Tidak Signifikan Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Kenaikan Okupansi Hotel di Kota Batu Tidak Signifikan Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Travel Update
KA Bandara YIA Tambah 8 Perjalanan Saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, Simak Jadwalnya

KA Bandara YIA Tambah 8 Perjalanan Saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, Simak Jadwalnya

Travel Update
Kekeringan Parah Ancam Sejumlah Destinasi Wisata Populer di Thailand

Kekeringan Parah Ancam Sejumlah Destinasi Wisata Populer di Thailand

Travel Update
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Naik

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Naik

Travel Update
Bangka Bonsai Festival Digelar Sepekan di Museum Timah Indonesia

Bangka Bonsai Festival Digelar Sepekan di Museum Timah Indonesia

Travel Update
Cara ke Tebing Keraton Bandung Pakai Angkot, Turun di Tahura

Cara ke Tebing Keraton Bandung Pakai Angkot, Turun di Tahura

Jalan Jalan
Kemenparekraf Dorong Parekraf di Bogor Lewat FIFTY, Ada Bantuan Modal

Kemenparekraf Dorong Parekraf di Bogor Lewat FIFTY, Ada Bantuan Modal

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com