Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jadilah "Raja" Lewat Citarasa

Kompas.com - 01/06/2013, 08:38 WIB

”Meski makanan rakyat, oseng pepaya dan nasi merah kami hadirkan karena merupakan kegemaran permaisuri HB X, Gusti Kanjeng Ratu Hemas,” kata Sumartoyo.

Mana gadis genitnya? Ternyata perawan kenes itu adalah kukusan pisang kapok kuning yang dibelah dua, dijepit sebilah bambu, mirip-mirip sanggar.

Bahkan, kukusan pisang kepok perawan kenes itu juga dilumuri santan berbumbu, lalu dipanggang hingga kecoklatan.

Tempat raja lahir

Selain di Bale Raos, segala kelezatan menu istana juga bisa diburu di Gadri Resto, restoran bermenu masakan Keraton Kesultanan Yogyakarta yang telah dibuka sejak lebih dari 20 tahun silam.

Istimewanya, restoran yang dirintis BRAy Nuraida Joyokusumo tidak hanya menyajikan hidangan para sultan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pengunjungnya untuk merasakan suasana rumah kediaman GBPH Joyokusumo.

Rumah itu tertata dalam konsep pembagian ruang rumah tradisional Jawa. Para pengunjung bebas memasuki rumah itu, mulai dari pendapa atau teras rumah, melewati paringgitan, hingga melihat senthong atau kamar-kamar di kediaman GBPH Joyokusumo.

Nama ”Gadri” diambil dari bagian rumah tradisional Jawa yang menjadi dapur, ruang makan, ruang keluarga, dan tempat para penghuni menikmati binatang atau benda kesayangan. Pengunjung pada Sabtu dan Minggu bisa bersantap di pendopo dengan diiringi gendhing Jawa yang dimainkan dari depan pendapa.

”Kami mencoba mengenalkan kebudayaan Jawa lewat suasana rumah kami karena budaya dan makanan itu satu kesatuan,” ujar BRAy Nuraida.

Gadri terkesan unik dengan berbagai perabotan antik keraton. Restoran itu menyimpan tempat tidur di mana Sultan HB X dilahirkan, juga berbagai koleksi bersejarah lainnya. Karena keunikannya, Gadri pernah terpilih menjadi tempat Paus Yohanes Paulus II dan Steven Seagal bersantap.

”Restoran kami menawarkan menu-menu yang saya kumpulkan selama saya mendampingi Sultan HB IX bersantap. Beberapa sajian dimasak berdasarkan resep, tetapi juga banyak yang dimasak berdasarkan resep yang saya buat dengan merekonstruksi hidangan bagi Sultan HB IX,” katanya.

Salah satu menu kegemaran Sultan HB IX yang tersedia di Gadri adalah arseng, kolak pisang kepok matang yang dimasak tanpa gula jawa seperti lazimnya kolak lainnya.

Manisnya arseng adalah manisnya gula pasir, berpadu dengan santan bercampur kocokan telur, wangi oleh pandan.

Rasa istana dari Solo

Suguhan eksotika kuliner keraton juga bisa dirayakan lidah di Omah Sinten, Solo. Omah Sinten menawarkan menu-menu Keraton Kesunan Solo dan Pura Mangkunegaran Solo.

Halaman:
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com