Kompas.com - 05/06/2013, 18:40 WIB
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - Boleh dibilang pasti hampir semua orang punya batik. Ya, minimal pasti punya kemeja batik buat kondangan dan pesta. Tapi yakin pasti enggak banyak yang tahu tentang sejarah batik di Indonesia. Di sini saya mau berbagi informasi tentang batik agar kita dan saya akan selalu terus bangga dan melestarikan batik.

Batik telah lama hadir di Nusantara sejak dulu kala. Disadari atau tidak, tradisi ini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam setiap denyut kehidupan manusia Indonesia. Sejak lahir kalau ada yang berasal dari Jawa sudah dikainkan oleh batik, juga selama hidup dan berkarya, hingga meninggalkan alam dunia yang fana.

Batik adalah sebuah tradisi melukis di atas kain asli Indonesia. Kain-kain yang digambar dengan aneka motif unik dan khas itu kemudian dikreasikan dalam berbagai rupa dan fungsi, serta digunakan oleh masyarakat. Motif yang muncul pada kain tersebut dibuat dengan cara dilukis dengan menggunakan canting dengan teknik pewarnaan yang menggunakan bahan alami.

Keberadaan batik di Indonesia memiliki kisah yang panjang. Tradisi batik diperkirakan muncul di Nusantara, khususnya Jawa, pada masa kerajaan Majapahit atau abad ke-12. Hal itu ditandai dengan ditemukannya arca Prajnaparamita (Dewi Kebijaksanaan) di Jawa Timur abad ke-13. Pada arca tersebut digambarkan bahwa Sang Dewi mengenakan kain yang dihiasi dengan motif sulur tumbuhan dan bunga, motif yang masih dijumpai hingga sekarang.

pembuatan-batik
Proses pembuatan batik (Foto: Barry Kusuma)

Tak hanya di Jawa, batik sesungguhnya juga dijumpai di daerah lain di Tanah Air, seperti Sumatera, Bali, Sulawesi, hingga Papua. Seperti halnya di Jawa, setiap batik memiliki ciri khas masing-masing yang unik dan punya sejarah yang panjang.

Pada 1817 batik mulai dikenal di Eropa seiring dengan terbitnya buku History of Java, karya Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Inggris yang pernah bertugas di Jawa, yang di dalamnya terdapat kisahkan tentang batik. Kemudian pada 1873, seorang saudagar menyumbangkan batik Jawa ke Museum Etnik di Rotterdam, yang didapatkannya saat berkunjung ke Tanah Jawa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada batik tulis, motif dan corak batik yang terdapat pada kain dibuat dengan menggunakan tangan dengan bantuan canting. Sementara pada batik cap, motif dibuat dengan cara dicap atau dengan alat cetak yang terbuat dari lempengan tembaga. Sedangkan batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putih.

Teknik pembuatan batik tersebut turut mempengaruhi waktu dalam pembuatannya. Untuk batik tulis, misalnya, batik ini memerlukan waktu pembuatan antara 2 hingga 3 bulan. Sedangkan untuk batik cap, waktunya lebih cepat, dimana hanya sekitar 2 sampai 3 hari saja.

Motif atau corak maupun warna yang terdapat pada batik juga sangat beragam. Secara umum, batik yang dibuat oleh komunitas atau warga yang hidup di daerah pesisir memiliki motif khas yang cenderung bersifat naturalis dan warna yang cerah sebagaimana yang nampak pada batik Cirebon atau Pekalongan. Sedangkan, pada batik Jogja atau Solo, warna cenderung gelap, cokelat, hitam atau kuning dan motifnya lebih bersifat abstrak.
batik-pekalongan
Batik pekalongan (Foto: Barry Kusuma)

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.