Kompas.com - 07/06/2013, 19:24 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

PADANG, KOMPAS.com - Ajang  balap sepeda dipadu dengan pariwisata, Tour de Singkarak (TdS) 2013 memiliki efek ganda pada sektor pariwisata di Kota Padang sebagai wilayah yang dilalui etape dalam lomba tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, Ali Basar, di Pantai Air Manis, Padang, Jumat (7/6/2013).

"Hotel kita penuh semuanya dalam acara TdS ini. Pesan makanan banyak, setelah itu pesan tenda-tenda kan untuk acara-acara itu. Lalu advertising kita untuk pasang umbul-umbul itu," katanya.

Serta yang sudah pasti, lanjut Ali, penggunaan jasa penyediaan perjalanan pariwisata (travel agent) dan toko penyedia oleh-oleh. "Wisata unggulan kita (Padang) itu ada alam, lalu kalau perut dia lapar dia makan, wisata kuliner. Ada budaya dan seni juga," katanya.

Seiring dengan ajang TdS tersebut, Ali mengatakan digelar juga beberapa acara untuk memeriahkan pelaksanaan seperti Festival Siti Nurbaya yang digelar 31 Mei - 8 Juni 2013 dan Festival Perahu Naga yang digelar 7-9 Juni 2013.

"Dragon boat hari ini dibuka sampai tanggal 9 (Juni). Festival Siti Nurbaya dari 31 Mei sampai 8 Juni. Itu minimal ada kesenian tari, nyanyi-nyanyi Minang, pakaian juga kuliner itu juga ada. Yang paling untik ada lomba sandal pakai tempurung. Sebanyak 80 orang ikut," paparnya.

Ali menambahkan tak masalah digelar beberapa acara sekaligus dalam waktu bersamaan. Karena sebagai pilihan bagi masyarakat kota Padang dan wisatawan yang datang untuk mendatangi salah satu dari kegiatan tersebut. "Tidak masalah (acara digelar) bersamaan. Orang-orang suka masing-masing," sambungnya.

TdS 2013 merupakan agenda tahunan perlombaan olahraga balap sepeda yang digabungkan dengan pariwisata. Tahun ini merupakan kali kelima penyelenggaraan kegiatan. TdS yang digelar tanggal 2-9 Juni 2013 tersebut diikuti oleh 220 peserta yang berasal dari 24 negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kegiatan ini tercatat sebagai agenda balap sepeda internasional yang disejajarkan dengan penyelenggaraan Tour de France. Meski berbentuk balap sepeda, sebenarnya kegiatan ini memiliki misi khusus dibaliknya yakni untuk mengangkat pariwisata Sumatera Barat melalui etape-etape yang dilewati.

Ada 7 etape yang akan melewati 17 kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Barat dengan menyajikan bentangan alam berupa pegunungan, danau, lembah, perkebunan, kelokan berpadu dengan turunan dan tanjakan dengan arena cukup menantang.

Adapun kabupaten dan kota tersebut antara lain Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Painan, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat.

Kegiatan TdS diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI), dan pemerintah daerah setempat. Untuk mengetahui informasi mengenai ajang balap sepeda ini, ikuti twitter TdS di @tourdesingkarak.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X