Tempura, Bukan Cuma Udang dan Ikan

Kompas.com - 08/06/2013, 11:13 WIB
Penulis Kistyarini
|
EditorI Made Asdhiana

GOKAYAMA, KOMPAS.com - Di Jepang, apa saja bisa dijadikan tempura. Bukan cuma udang atau cumi, berbagai sayuran pun diolah menjadi tempura yang lezat.

Selama enam hari berada di Jepang, bersama rombongan Media Familiarization Trip to Gifu - Toyama - Nagano, saya mencicipi beberapa jenis tempura. Setiap prefektur menyuguhkan rasa coating (lapisan tepung) yang berbeda.

Sebagian besar tempura yang saya cicipi berbahan dasar sayuran. Ada tempura sayur pakis, ubi jalar, labu kuning atau kabocha, dan masih banyak lagi.

Di Takayama yang masuk wilayah Prefektur Gifu, lapisan tepungnya cenderung lebih tebal. Sayurannya lebih lunak dan lembut.

Menurut saya, tempura terenak adalah yang saya rasakan di sebuah rumah makan di Desa Ainokura, Gokayama, di Prefektur Toyama. Lapisan tepungnya tipis tetapi tetap berasa.

Namun yang istimewa adalah sayur yang menjadi bahan dasar tempura. Meskipun ditutup tepung, cita rasa sayurnya sangat dominan. Sayurnya masih renyah dan masih terasa manis.

Saat hidangan makan siang itu, kami disuguhi tempura dari labu kuning, ubi, terung, sayur pakis dan satu sayur lain dengan daun mirip daun singkong berukuran kecil.

Menurut pemandu wisata kami, sayur-sayur itu baru beberapa jam dipetik. "Itu dari tanaman yang tumbuh di desa atau hutan di sekitar desa ini," kata dia.

Usai makan siang, kami diajak naik ke bukit yang mengelilingi Ainokura. Rupanya itu bukan bukit biasa, melainkan semacam ladang tempat warga membudidayakan tanaman.

Tanaman yang tumbuh sekilas seperti tanaman liar. Namun itulah tanaman yang kami lihat pada menu makan siang sebelumnya.

Pengalaman yang tidak kami sangka adalah saat berada di Hakuba Village yang terletak di Prefektur Nagano. Kamis (16/5/2013) sore itu, kami tiba di Hakuba Sun Valley.

Di sekitar itu masih ada hutan yang cukup luas. Bahkan view kamar saya adalah hutan pinus yang cukup rapat, sampai ada teman yang nyeletuk, "Jangan-jangan nanti malam ada Edward sama Bella."

Edward dan Bella adalah karakter dalam film trilogi Twilight yang masing-masing diperani Robert Pattinson dan Kristen Stewart.

Setelah memasukkan koper ke kamar masing-masing, kami ngobrol di teras hotel berasitektur Eropa itu. Sekretaris Umum Hakubagoryu Tourism Association, Bunsei Sato, mengutarakan sesuatu yang mengejutkan pada saya. "Sebentar lagi Anda semua akan mencari sayur untuk makan malam," ujarnya.

"You are joking, right?" tanya saya.

"Of course not," jawabnya sambil menunjuk pada dua lelaki menelisik tanaman yang tumbuh di bukit depan hotel. Menurut Sato, kedua pria itu yang akan membantu kami mencari sayur.

Benar saja, kami bersepuluh plus dua bapak pencari sayur itu berjalan-jalan di sekitar hotel untuk mencari sayur. Mereka menunjukkan pakis yang bisa dikonsumsi.

Langkah kami makin jauh meninggalkan hotel menuju hutan pinus yang terhampar di sekitarnya. Kedua bapak itu kemudian membagikan kantong plastik kepada setiap orang sebagai wadah sayur yang kami dapatkan.

Keduanya menunjukkan pada kami tanaman yang aman dikonsumsi, yang beracun, atau yang bisa membuat gatal.

Sekitar setengah jam kami berburu sayur. Dan sayur-sayur yang terkumpul kami serahkan pada chef hotel. Kami tidak tahu sayur pakis dan sayur mirip daun singkong itu akan diolah menjadi apa, meskipun kami menduga, berdasarkan pengalaman sebelumnya, sayuran itu akan dijadikan tempura.

Tebakan kami tepat. Saat makan malam sekitar dua jam kemudian, kami mendapat suguhan tempura dari dedaunan yang kami petik sore harinya. Ternyata, sayur dari hutan yang baru dipetik memang lezat. Manis, dan yang pasti produk organik.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X