Jalan Jaksa, Incaran Para "Backpacker" di Jakarta - Kompas.com

Jalan Jaksa, Incaran Para "Backpacker" di Jakarta

Kompas.com - 23/06/2013, 09:07 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Wisatawan mancanegara tiba di Jalan Jaksa, Jakarta Pusat untuk mencari tempat menginap, Kamis (3/1/2013). Menurut data Badan Pusat Statistik, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia bulan November 2012 mencapai 693,9 ribu orang, naik 5,94 persen dibanding November 2011.
JALAN Jaksa, terletak di Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Sebuah jalan kecil sepanjang 400 kilometer ini diberi nama Jaksa karena dahulu pada masa kolonial tempat ini menjadi tempat berkumpulnya para mahasiswa sekolah hukum Rechts Hogeoschool yang terletak di dekat Museum Nasional.

Kini, bukan lagi mahasiswa hukum yang terlihat berkumpul di jalan ini, melainkan para turis mancanegara berpakaian santai, atau yang lebih dikenal dengan nama backpacker yang berbaur dengan masyarakat lokal.

Saat ini Jalan Jaksa dirancang sebagai pilihan utama para backpacker mancanegara atau dalam negeri yang berkunjung ke Jakarta. Jalan selebar sekitar enam meter ini menawarkan para turis untuk mendapatkan akomodasi murah, dan tentunya hiburan malam.

Banyak turis dari berbagai negara memilih untuk tinggal di Jalan Jaksa karena mereka dapat berbaur dengan budaya lokal dan merasakan atmosfer khas Jakarta dengan nyaman, tapi terjangkau. Mereka menginap di hotel bertarif relatif murah yang berada di pusat kota Jakarta.

Di Jalan Jaksa juga terdapat warung makan, kafe, sampai bar yang mudah kita temui di kiri kanan jalan. Jalan Jaksa menawarkan hiburan malam seperti live music yang berada di kafe-kafe yang akan menghangatkan suasana hingga larut malam. Tak jarang suara hingar bingar musik yang dimeriahkan oleh lampu-lampu berwarna-warni akan terasa sampai pagi menjemput.

Biaya sewa kamar di sini tergolong murah. Untuk kamar berfasilitas kipas angin dan kamar mandi yang berada di luar, para turis yang hendak bermalam cukup membayar Rp 75.000 sampai Rp 100.000 untuk biaya sewa kamar tersebut. Sedangkan untuk kamar berstandar hotel berbintang, dengan fasilitas AC, televisi, dan kamar mandi yang terletak di dalam, dapat kita sewa dengan biaya sekitar Rp 250.000 untuk per malamnya.

Untuk makanan yang berada di Jalan Jaksa sangat beragam, mulai makanan western sampai makanan khas Indonesia. Ada sebuah tempat makan yang menjual makanan khas Melayu, namanya KL Village yang selalu dipenuhi turis-turis mancanegara. Mereka lebih memilih makan di tempat ini karena ingin merasakan makanan asal Indonesia.

KL Village menawarkan berbagai makanan ala Melayu, seperti roti canai, nasi goreng, martabak, dan teh tarik. Untuk roti canai bertabur keju ditawarkan dengan harga Rp 18.000 dan untuk teh tarik dapat kita nikmati dengan harga Rp 9.000. Selain itu juga terdapat gado-gado, nasi lemak, sampai wedang jahe.

"Mereka (turis mancanegara) lebih sering memesan teh tarik dan roti canai. Kalau pagi untuk sarapan biasanya banyak yang memesan nasi lemak," ujar Aisyah, pemilik KL Village.

Nasi lemak yang dimaksud ialah nasi yang dibungkus daun pisang yang sudah dicuci dan berlauk telor ceplok, ayam goreng, ikan teri, dan sambal goreng. Nasi lemak ini dapat Anda nikmati dengan harga Rp 15.000.

Mike Dunn, salah seorang turis asal Australia, mengatakan dirinya merasa nyaman berada di Jalan Jaksa karena semua kebutuhannya seperti makan dan tempat tinggal mudah sekali didapatkannya dengan harga terjangkau.

Selain itu, pria yang sudah 4 hari berada di Jakarta ini mengatakan, letak Jalan Jaksa yang berada di pusat kota juga memudahkannya untuk menjelajahi tempat-tempat wisata yang berada di Jakarta.

"Saya sangat suka di sini, orang-orangnya ramah dan semuanya dapat kita dapatkan dengan gampang dan murah. Saya suka teh tarik, karena rasanya sangat segar," ujarnya ketika di temui saat sedang menyantap makanan di salah satu kafe di Jalan Jaksa.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Bocah bermain ondel-ondel di kawasan Jalan Jaksa, Jakarta Pusat, Kamis (3/1/2013). Permainan-permainan tradisional makin sulit dijumpai di Jakarta.
Jika anda berminat untuk merasakan atmosfer backpacker di Jalan Jaksa, akses menuju ke sana cukup mudah. Anda tinggal menggunakan bus transjakarta koridor I dan turun di halte Sarinah, harga tiket bus transjakarta Rp 3.500.

Setelah itu, Anda melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek atau bajaj yang mudah ditemui di kawasan Sarinah. Tarif bajaj atau ojek dari Sarinah ke Jalan Jaksa sekitar Rp 10.000, tergantung tawar menawar dengan sopir bajaj atau tukang ojeknya.

Jadi, jika Anda mengunjungi Jakarta dengan anggaran terbatas, tak perlu diragukan lagi bahwa Jalan Jaksa adalah tempat yang cocok. Anda akan mendapatkan pengalaman berwisata terbaik nan terjangkau di kota terbesar di Indonesia dengan menghabiskan waktu di Jalan Jaksa.


EditorI Made Asdhiana

Close Ads X