Kompas.com - 11/07/2013, 14:45 WIB
EditorI Made Asdhiana

Di Bangkalan lah perburuan Anda dipuaskan, tepatnya di Tanjungbumi, Anda dapat bertemu dengan eksotiknya batik madura yang dibuat dengan teknik khusus dengan nama batik gentongan. Batik Bangkalan termasuk kategori batik pesisiran dan bukan batik pedalaman.  Oleh karena itu, coraknya beragam dan berwarna cerah.

Motif batik bangkalan lebih dari seribu jenis. Nama motifnya terkait gambar apa dan cara pewarna yang dikonsonankan dengan bahasa daerah setempat. Nama-nama motif tersebut diantaranya adalah ramo, banjar ramo, rongterong, perkaper, rawan, serat kayu, panca warna, dan sebagainya.

Batik tulis bangkalan dikerjakan selama 1 minggu dan dijual dengan harganya Rp 50.000 - Rp 75.000. Sementara batik tulis sutra bangkalan dikerjakan selama 1 hingga 2 bulan dan dijual seharga Rp 500.000 - Rp 1.000.000. Akan tetapi, yang paling mahal dan paling terkenal dari batik bangkalan adalah batik gentongan.

Di zaman dahulu, proses batik gentongan ini menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan bisa mencapai 1 tahun hanya untuk sepotong batik gentongan. Motifnya sangat rumit dan detil. Untuk mendapatkan satu warna saja memerlukan perendaman minimal 6 minggu di dalam gentong khusus. Nah, saat ini proses pembuatan batik gentongan ini masih dipertahankan masyarakat Tanjungbumi. Anda dapat membelinya di sana.

Batik gentongan merupakan batik khas Tanjungbumi. Cirinya memiliki warna yang sangat cerah, beragam, dan pengerjaannya yang halus. Kebanyakan mempunyai  motif sik melaya, kembang randu, ola-ola, burung hong, panji susi, dan lain sebagainya.

Batik gentongan dikerjakan paling cepat 1 tahun. Prosesnya direndam dalam gentong selama 6 bulan kemudian setelah digambar,  batik belum jadi itu direndam lagi selama 3 sampai 4 bulan. Harga selembar kain batik gentongan yang halus bisa mencapai hingga Rp 3,5 juta. Harga tersebut tergantung dari tingkat kesulitan desain dan lamanya proses pembuatan. Saat ini batik gentongan termasuk yang paling banyak diminati para kolektor.

Awalnya para istri penduduk Tanjungbumi membuat batik untuk mengisi waktu luang sambil menunggu suami mereka pulang melaut. Di desa Tanjungbumi setidaknya ada sekitar 900 perajin batik. Remaja di desa ini mahir membuat batik.

Anda dapat meluangkan waktu dan memberanikan diri untuk belajar membatik. Penduduk Tanjungbumi akan dengan senang hati dan sabar mengajar Anda dengan menyediakan kain yang sudah tersedia motif bersama canting dan cairan lilinnya. Tidak perlu takut salah karena tersedia kain contoh dan Anda baru akan dialihkan pada kain siap jual setelah cukup mahir membatik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.