Agenda Jogja Java Carnival 2013 Ditiadakan

Kompas.com - 23/08/2013, 13:19 WIB
Peserta pawai yang berasal dari Solo Batik Carnival (SBC) memamerkan kostum-kostum batiknya saat digelar Pawai Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2011 di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Senin (20/6/2011). TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI Peserta pawai yang berasal dari Solo Batik Carnival (SBC) memamerkan kostum-kostum batiknya saat digelar Pawai Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2011 di Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Senin (20/6/2011).
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Agenda Jogja Java Carnival (JJC) yang digelar rutin untuk memperingati HUT Kota Yogyakarta diputuskan untuk kembali ditiadakan tahun ini dan pemerintah pun mengusulkan menghapus anggarannya melalui perubahan.

"Agenda Jogja Java Carnival akan ditiadakan. Namun, kirab budaya dari tiap wilayah akan tetap diadakan," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Eko Suryo Maharsono di Yogyakarta, Kamis (22/8/2013).

Menurut dia, pihaknya sudah mengusulkan untuk menghapus dana sebesar Rp 1 miliar yang sebelumnya sudah dianggarkan dalam APBD murni Kota Yogyakarta 2013 untuk penyelenggaraan JJC.

Pemerintah Kota Yogyakarta mulai menggelar JJC sejak 2008 hingga 2011 sebagai penanda peringatan ulang tahun Kota Yogyakarta. Namun, kegiatan tersebut ditiadakan pada tahun 2012 karena terbentur aturan dari pemerintah pusat mengenai bantuan sosial dan hibah.

"Meskipun JJC dihapus, kemeriahan ulang tahun Kota Yogyakarta tidak akan terpengaruh. Kirab dari masing-masing wilayah akan dipertahankan sehingga tetap bisa menarik wisatawan untuk datang," katanya.

Eko menegaskan bahwa penghapusan agenda JJC dari kalender wisata tersebut semata-mata dilakukan untuk efisiensi anggaran dan bukan untuk tujuan lainnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Yogyakarta, Bagus Sumbarja mengatakan bahwa penghapusan JJC tidak akan memengaruhi kemeriahan peringatan hari ulang tahun Kota Yogyakarta.

"Justru penghapusan JJC tersebut perlu didukung karena kelurahan atau wilayah akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menampilkan potensi kesenian atau kebudayaan yang dimiliki," katanya.

Apalagi, lanjut Bagus, Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta juga telah memiliki agenda pentas kesenian dari masing-masing kelurahan atau wilayah secara rutin. "Kami yakin bahwa masing-masing kelurahan atau wilayah memiliki potensi kesenian yang bisa dikembangkan. Kirab dalam peringatan hari ulang tahun kota bisa menjadi wadah untuk menunjukkan potensi yang dimiliki," katanya.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY) Deddy Pranawa Eryana menyatakan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan penghapusan agenda JJC. Namun, pemerintah perlu mencarikan alternatif agenda pengganti. "Penghapusan JJC tidak akan memengaruhi kunjungan wisatawan secara signifikan," katanya.

Kendati demikian, Deddy berharap agar pemerintah bisa segera mencarikan alternatif agenda tahunan agar BP2KY bisa segera mempromosikannya.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Resor di Pulau Terpencil Indonesia, Pas untuk Mencari Kedamaian

7 Resor di Pulau Terpencil Indonesia, Pas untuk Mencari Kedamaian

Jalan Jalan
7 Danau Terindah di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

7 Danau Terindah di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
5 Vila Terapung di Indonesia, Serasa di Maladewa

5 Vila Terapung di Indonesia, Serasa di Maladewa

Travel Tips
Dekat Danau Toba, Bandara Silangit Tingkatkan Kapasitas Penumpang Jadi 700.000 Per Tahun

Dekat Danau Toba, Bandara Silangit Tingkatkan Kapasitas Penumpang Jadi 700.000 Per Tahun

Travel Update
Seychelles Jajaki Kerja Sama Bidang Pariwisata dengan Bangka Belitung

Seychelles Jajaki Kerja Sama Bidang Pariwisata dengan Bangka Belitung

Travel Update
PHRI Jabar Soal Cuti Bersama 2021 Dipotong: Rugi dan Hanya Bisa Pasrah

PHRI Jabar Soal Cuti Bersama 2021 Dipotong: Rugi dan Hanya Bisa Pasrah

Travel Update
Cuti Bersama Dipangkas, Disparbud Kabupaten Bandung Imbau Berwisata di Tempat yang Dekat

Cuti Bersama Dipangkas, Disparbud Kabupaten Bandung Imbau Berwisata di Tempat yang Dekat

Travel Update
Cuti Bersama Dipotong, Kabupaten Bandung Targetkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama Dipotong, Kabupaten Bandung Targetkan Wisatawan Lokal

Travel Update
Kadispar Bali Dukung Cuti Bersama 2021 Dipotong, Ini Alasannya

Kadispar Bali Dukung Cuti Bersama 2021 Dipotong, Ini Alasannya

Travel Update
Jadwal KA dari Daop 1 Jakarta yang Sudah Bisa Berangkat

Jadwal KA dari Daop 1 Jakarta yang Sudah Bisa Berangkat

Travel Update
Sempat Kebanjiran, Perjalanan KA dari Daop 1 Jakarta Normal Kembali

Sempat Kebanjiran, Perjalanan KA dari Daop 1 Jakarta Normal Kembali

Travel Update
Perjalanan Internasional ke Inggris Dilarang Hingga 17 Mei 2021

Perjalanan Internasional ke Inggris Dilarang Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
Ada Replika Howl's Moving Castle di Studio Ghibli Theme Park, Seperti Apa?

Ada Replika Howl's Moving Castle di Studio Ghibli Theme Park, Seperti Apa?

Travel Update
Danau Shuji Muara Enim, Wisata di Bekas Dapur Umum Pasukan Jepang

Danau Shuji Muara Enim, Wisata di Bekas Dapur Umum Pasukan Jepang

Jalan Jalan
Pengembangan Labuan Bajo Ngebut, Persiapan SDM Penting Dilakukan

Pengembangan Labuan Bajo Ngebut, Persiapan SDM Penting Dilakukan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X