Kompas.com - 23/10/2013, 15:42 WIB
Tak kurang dari 400-an peserta Pesta Budaya Asmat, Kamis (10/10/2013) menampilkan ukiran, perahu, anyaman dan tarian. DOK INDONESIA.TRAVELTak kurang dari 400-an peserta Pesta Budaya Asmat, Kamis (10/10/2013) menampilkan ukiran, perahu, anyaman dan tarian.
EditorI Made Asdhiana
KOMPAS.com - Lantai panggung di Lapangan Yos Sudarso, Agats Kabupaten Asmat, Papua, bergetar seketika saat tak kurang dari 140 penari dari perwakilan berbagai kampung di 7 distrik bergoyang seraya menabuh tifa dan meneriakkan seruan semangat. Kamis (10/1/2013) malam, Pesta Budaya Asmat dibuka di Agats, Kabupaten Asmat, Papua.

Tak kurang dari 400-an peserta pesta yang menampilkan ukiran, perahu, anyaman, dan tarian beserta tetabuhan khas Papua, tifa, menjadi daya tarik bagi pengunjung yang nampak terus mengalir di atas jalan panggung Agats yang sebagian sudah dibeton, dan sebagian lain masih beralas kayu.

Hampir 1.000 pengunjung memadati lapangan panggung yang luasnya sekitar 8.000 meter persegi. Agats bertanah rawa, sehingga semua jalan dan rumah, termasuk lapangan pun dibina dengan sistem panggung.

Diperkirakan sebanyak 200 ukiran, 62 anyaman, dan 18 perahu telah lolos seleksi. Dari 19 distrik yang ada di Asmat, 7  distrik saat ini sudah terdaftar dengan masing-masing  distrik diwakili 20 penari. Jumat (11/10/2013), tiap distrik menampilkan tariannya masing-masing seraya menemani para pemahat patung menunjukkan keahliannya memahat.

Sejak Jumat pagi, warga Asmat berkumpul di dermaga Agats di tepi Sungai Aswetj. Sebanyak 17 perahu mempertontonkan keseimbangan dan kecepatannya di depan warga Asmat dan tak kurang dari 5 negara tamu yang hadir. Ritual yang dipimpin kepala adat pun menarik perhatian warga, media dan tamu asing.

DOK INDONESIA.TRAVEL Patung dan ukiran Asmat di Pesta Budaya Asmat, Kamis (10/10/2013).
Setelah itu, acara dialihkan kembali ke lapangan Yos Sudarso dengan menghadirkan 200 pengukir yang unjuk kabisa. Menurut Ketua Panitia Pesta Budaya Asmat, Erick Sarkol, semakin tahun semakin bertambah keikutsertaan warga, dan sekarang sudah tahun ke-29.

"Tahun 1981 hanya ada 36 pemahat saja yang ikut, dan sekarang sudah berkembang menjadi 200 orang," kata Erick.

Dalam lomba patung dan anyam, ada beberapa kategori yang diperlombakan. Patung mitos yang paling menarik karena memiliki filosofi mendalam dari tiap suku. Ada pula kategori hiasan dan diambi dari tema kehidupan suku Asmat. Pemenang pertama akan dihargai dengan hadiah uang dan disimpan sebagai koleksi di Museum Budaya Asmat. Sisanya akan dilelang dengan harga bervariasi.

Keindahan ukiran Asmat tak dapat dipungkiri menjadi yang terbaik saat ini di dunia. Uniknya, semua pemahat tak pernah membuat desain terlebih dahulu. Semua direncanakan dalam ingatan mereka. Selain itu originalitas tiap patung sangat tinggi. Tak ada satu patung Asmat yang dibuat sama. Tiap patung sifatnya unik dan hanya satu, tak pernah dibuat dua buah yang sama sejenis.

Hari itu banyak sekali karya dipamerkan di lapangan Yos Sudarso, mulai dari patung, perahu, tombak, perisai, tifa hingga anyaman.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

Jalan Jalan
Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jalan Jalan
Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Travel Update
Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Jalan Jalan
Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Travel Update
Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Festival Olahraga Berskala Internasional Bakal Digelar di Sejumlah Destinasi

Festival Olahraga Berskala Internasional Bakal Digelar di Sejumlah Destinasi

Travel Update
Libur Panjang Waisak 2022, Angkasa Pura I Layani 651.000 Penumpang

Libur Panjang Waisak 2022, Angkasa Pura I Layani 651.000 Penumpang

Travel Update
Jepang Akan Terima Turis Asing dari 4 Negara dalam Grup Wisata

Jepang Akan Terima Turis Asing dari 4 Negara dalam Grup Wisata

Travel Update
Syarat Naik Pesawat per 18 Mei, Tak Wajib Antigen jika Vaksin 2 Kali

Syarat Naik Pesawat per 18 Mei, Tak Wajib Antigen jika Vaksin 2 Kali

Travel Update
Menparekraf: Waisak Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Borobudur

Menparekraf: Waisak Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Borobudur

Travel Update
Syarat Naik Kereta Api per 18 Mei, Vaksin 2 Kali Tak Perlu Tes PCR

Syarat Naik Kereta Api per 18 Mei, Vaksin 2 Kali Tak Perlu Tes PCR

Travel Update
Markedila Cafe, Tempat Nongkrong dengan Panorama Lembah di NTT

Markedila Cafe, Tempat Nongkrong dengan Panorama Lembah di NTT

Jalan Jalan
Rute dan Tips Wisata ke Danau Ronggojalu Probolinggo

Rute dan Tips Wisata ke Danau Ronggojalu Probolinggo

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.