Biro Perjalanan di Aceh Dilatih Mengemas Paket Wisata

Kompas.com - 29/10/2013, 09:49 WIB
Penumpang kapal pesiar Calledonian Sky disambut tari ranup lampuan saat tiba di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu (13/10/2013). Sebanyak 88 turis asal Australia dan Inggris tersebut menghabiskan waktu selama empat jam untuk mengunjungi sejumlah obyek wisata di Kota Banda Aceh sebelum melanjutkan pelayaran ke Pulau Simeulue (Aceh) dan Pulau Nias, Medan. SERAMBI/M ANSHARPenumpang kapal pesiar Calledonian Sky disambut tari ranup lampuan saat tiba di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Minggu (13/10/2013). Sebanyak 88 turis asal Australia dan Inggris tersebut menghabiskan waktu selama empat jam untuk mengunjungi sejumlah obyek wisata di Kota Banda Aceh sebelum melanjutkan pelayaran ke Pulau Simeulue (Aceh) dan Pulau Nias, Medan.
EditorI Made Asdhiana

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Puluhan usaha Biro Perjalanan di Banda Aceh mendapat pelatihan mengemas paket-paket wisata sebagai upaya pemerintah menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke Provinsi Aceh.

"Kami memberi pelatihan bagaimana cara Biro Perjalanan mengemas paket wisata sehingga wisatawan tertarik untuk berkunjung ke Aceh," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Adami Umar di Banda Aceh, Senin (28/10/2013).

Dia menjelaskan selama ini tampaknya usaha Biro Perjalanan di Aceh umumnya sulit dalam mengemas paket wisata untuk dijual kepada wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Adami mencontohkan bagaimana teknis mengemas paket Syariat yang sudah berjalan di Aceh seperti prosesi pernikahan di Masjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh. "Ternyata paket wisata pernikahan di Masjid Raya Baiturrahman itu sudah berjalan lama dan cukup digemari oleh wisatawan terutama asal Malaysia," katanya.

Menurut Adami, untuk paket pernikahan di Masjid Raya Baiturrahman itu seharusnya bisa dikemas lebih baik dan diyakini akan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat dan daerah ini.

"Teknis pengemasan paket nikah itu yang perlu diatur dengan baik, misalnya dari harga tiket pesawat, tarif hotel di Banda Aceh sampai seusainya kegiatan sakral tersebut jika dilaksanakan di Aceh," kata Adami Umar.

Di pihak lain, Adami mengakui kemampuan sumber daya manusia usaha biro perjalanan yang perlu dikembangkan sehingga mampu menjadi terdepan dalam mendongkrak arus kunjungan wisatawan ke Aceh dimasa mendatang.

"Karenanya, kami melakukan pelatihan itu agar biro perjalanan ke depan benar-benar mampu membaca peluang dalam mendatangkan wisatawan, tidak hanya menawarkan paket melancong ke luar negeri bagi masyarakat daerah ini," kata Adami Umar.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X