Kompas.com - 04/11/2013, 16:19 WIB
Yoseph Katup di Kampung Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. KOMPAS/YUNIADHI AGUNGYoseph Katup di Kampung Wae Rebo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia akan mempromosikan pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) ke mancanegara melalui pembukaan penerbangan ke wilayah NTT.

"Garuda Indonesia akan melayani rute penerbangan baru ke tiga kabupaten di NTT yaitu Bandara Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Ende, dan Kabupaten Sumba Barat," kata Vice President Domestic Region-3 Jawa, Bali dan Nusra PT Garuda Indonesia, Ari Suryanta, di Denpasar, Senin (4/11/2013).

Ari mengatakan dengan beroperasinya penerbangan perdana ke NTT, maka Garuda akan mempromosikan berbagai paket wisata Provinsi NTT ke luar negeri.

"Kami akan ikut serta mempromosikan paket pariwisata di seluruh konter Garuda yang ada di luar negeri. Untuk itu sangat diharapkan pemerintah dan instansi terkait segera menyiapkan berbagai brosur paket wisata manual maupun online," kata Ari Suryanta.

Menurut Ari, penerbangan komersial perdana untuk menjelajah ke Indonesia bagian timur tersebut direncanakan pada 3 Desember 2013.

KOMPAS/YUNIADHI AGUNG Wisatawan asing tiba di Bandara Frans Seda, Maumere, Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/5/2013). Wisata alam, rohani dan sejarah menjadi andalan sejumlah daerah di Nusa Tenggara Timur.
Sedangkan untuk "joy flight" akan dilakukan pada 2 Desember mendatang. Penerbangan ke wilayah tersebut menggunakan jenis pesawat ATR 72-600. "Pada acara joy flight tersebut pesawat ATR 72-600 akan terbang dari Bandara Ngurah Rai, Bali menuju Bandara Komodo Kabupaten Manggarai Barat dan selanjutnya menuju Ende dan Sumba," katanya.

Penerbangan Garuda Indonesia menuju tiga kabupaten dinilai sangat menguntungkan konsumen di NTT terutama di tiga kabupaten tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pelanggan diuntungkan dengan penerbangan yang terjadwal dengan baik dan konsisten. Pengalaman selama ini menunjukkan banyak penumpang terlantar ke NTT, selain karena kekurangan maskapai juga karena jadwal penerbangan yang tak konsisten," tambah Ari.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.