Unik, Lukisan Kulit Kayu ala Asei

Kompas.com - 11/01/2014, 16:08 WIB
Lukisan kayu kulit di Pulau Asei, Danau Sentani, Jayapura. KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.Lukisan kayu kulit di Pulau Asei, Danau Sentani, Jayapura.
|
EditorI Made Asdhiana
KOMPAS.com - Di seputaran Danau Sentani, Jayapura, Sentani, terdapat pulau-pulau kecil yang dihuni masyarakat setempat. Ada sekitar 24 kampung di danau ini, salah satunya adalah Pulau Asei.

Pulau Asei kerap dikunjungi wisatawan domestik maupun asing, terutama di kala pelaksanaan Festival Danau Sentani yang berlangsung setiap bulan Juni. Penduduk pulau ini pun sudah terbiasa menerima kunjungan turis.

Daya tarik penduduk Pulau Asei adalah kemahiran mereka melukis di kulit kayu. Turis pun kerap membeli lukisan-lukisan ini sebagai buah tangan. Hampir semua penduduk Pulau Asei mahir membuat lukisan kulit kayu.

Kulit kayu yang dipakai berasal dari kayu khombo yang hidup di pulau ini. Kayu ini merupakan tumbuhan liar di Pulau Asei dan tidak bisa dibudidayakan. Kulit diambil dari bagian dalam batang kayu. Kemudian ditumbuk sampai menjadi lembaran kain.

KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. Lukisan kayu kulit di Pulau Asei, Danau Sentani, Jayapura.
Pembuatan lukisan kulit kayu menggunakan bahan alami. Selain kulitnya, pewarnanya pun bukan pewarna buatan. Warna putih berasal dari kapur yang dicampur dengan getah sukun.  Warna hitam dari arang panci yang dipakai untuk memasak. Sedangkan merah dari buah rambutan atau tanah.

Motif-motif yang digambarkan umumnya motif tradisional yang sudah diwariskan leluhur mereka secara turun temurun. Misalnya lukisan tifa, tari perang, dan sebagainya. Tetapi yang paling berkesan adalah lukisan yang menceritakan legenda asal usul penduduk sentani, yaitu penunggang naga yang terdampar di Sentani.

Penunggang naga berasal dari Papua Nugini. Lalu terdampar di Sentani. Penunggan kuda selamat. Tetapi tidak halnya dengan naga. Konon, bagian ekor menjadi bagian timur pulau Sentani. Sementara Pulau Asei adalah badan naga. Pulau Asei disebut-sebut sebagai pulau tertua di Danau Sentani.

Jadi, sempatkan mampir ke Pulau Asei dan belilah lukisan kulit kayu. Harganya mulai dari Rp 5.000 sampai ratusan ribu rupiah. Untuk mencapai pulau ini bisa dengan menyewa kapal motor dari dermaga Pantai Khalkote, tepi Danau Sentani.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X