Tahun 2014 Sektor Pariwisata Makin Cerah

Kompas.com - 04/02/2014, 09:27 WIB
Para pelancong asing diajak menari tortor di pelataran Museum Hutabolon Simannindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Minggu (1/9/2013). Ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan budaya dan tradisi khas Batak Toba kepada dunia luar. KOMPAS/MOHAMMAD HILMI FAIQPara pelancong asing diajak menari tortor di pelataran Museum Hutabolon Simannindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Minggu (1/9/2013). Ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan budaya dan tradisi khas Batak Toba kepada dunia luar.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Tingginya capaian target sektor pariwisata sepanjang tahun 2013 semakin menguatkan bahwa prospek pariwisata yang semakin besar pada 2014. Tahun 2013 sektor pariwisata meraih kunjungan 8.802.129 wisman atau tumbuh 9,42 persen dengan perolehan devisa sebesar 10,05 miliar dollar AS.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan  Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemenparekraf mencatat dalam dua bulan terakhir November dan Desember 2013 kunjungan wisman mencapai rekor tertinggi masing-masing sebesar 807.422 dan 860.655 wisman.

Kunjungan wisman pada Desember 2013 tumbuh 12,22 persen dibandingkan Desember 2012 hanyalah berjumlah 766.966 wisman. Sementara berdasarkan kebangsaan, kunjungan wisman pada Desember 2013 dibandingkan Desember 2012 yang mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu: Arab Saudi sebesar (39,37 persen), Bahrain (36,11 persen), Uni Emirat Arab (35,59 persen), Mesir (25,93 persen), dan Hongkong (23,42 persen).

Semula perkiraan kunjungan wisman 2013, seperti disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu dalam acara jumpa pers akhir tahun hanya sebesar 8.637.275 wisman atau tumbuh 7,37 persen.

“Ternyata pariwisata 2013 tumbuh jauh lebih tinggi mencapai 9,42 persen dengan perolehan devisa 10,05 miliar dollar AS dari 8,8 juta kunjungan wisman. Capaian ini pertanda sektor pariwisata 2014 semakin cerah,” kata Mari.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Air mata kucing banyak dijumpai di kawasan Pecinan, Malaysia.
Menparekraf Mari Elka Pangestu dalam pertemuan ASEAN Tourism Forum (ATF) di Kuching, Sarawak, Malaysia, 19-20 Januari 2014 mengatakan, kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian (PDB) negara-negara ASEAN termasuk Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung sekitar 8-9 persen serta menciptakan 1 dari 11 pekerjaan.

“Prospek pariwisata di wilayah ASEAN termasuk Indonesia, seperti disampaikan UNWTO ke depan semakin cerah dengan pertumbuhan sekitar 10,3 persen," kata Mari.

Kinerja pariwisata yang baik di masing-masing negara ASEAN, menurut Mari, disebabkan oleh berbagai faktor antara lain perbaikan infrastruktur dan peningkatan konektivitas penerbangan langsung termasuk perluasan low cost carrier (LCC), peningkatan daya beli di kawasan Asia, penyempurnaan dan fasilitasi visa, maupun kerja sama intra-ASEAN yang memberikan kontribusi 46 persen kunjungan wisman ke ASEAN dan negara mitra utama RRT, Jepang, Korea dan India dan negara Asia lainnya yang memberikan kontribusi 32 persen wisman ke ASEAN.

Menurut UN-WTO selama periode 2005-2012 pertumbuhan wisatawan per wilayah tertinggi adalah ASEAN sebesar 8,3 persen atau di atas pertumbuhan pariwisata global sebesar 3,6 persen, sedangkan  kontribusi ASEAN terhadap  pariwisata global mencapai 7,5 persen atau sebesar 90,2 juta wisatawan.

UN-WTO melihat bahwa prospek pariwisata ASEAN ke depan semakin cerah dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 10,3 persen pada 2030.

Halaman:


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X