Kompas.com - 07/02/2014, 17:25 WIB
Anggota tim Ekspedisi Cincin Api Kompas mendokumentasikan kawasan rumah adat Batak di Huta Bolon, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (23/7/2011). KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATAnggota tim Ekspedisi Cincin Api Kompas mendokumentasikan kawasan rumah adat Batak di Huta Bolon, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (23/7/2011).
EditorI Made Asdhiana
MEDAN, KOMPAS.com - Asosiasi Biro Perjalanan dan Wisata Indonesia (Asita) Sumatera Utara (Sumut) berharap pelemahan nilai tukar rupiah akhir-akhir ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus).

"Dengan masih menguatnya nilai tukar dollar AS dan diikuti mata uang asing lainnya seperti Ringgit Malaysia dan dollar Singapura, ada prediksi kunjungan wisatawan nusantara keluar negeri turun dan sebaliknya kunjungan wisatawan mancanegara akan meningkat," kata Ketua Asita Sumut, Solahuddin Nasution di Medan, Kamis (6/2/2014).

Menurut dia, dengan semakin mahalnya biaya berwisata keluar negeri menyusul nilai tukar rupiah yang melemah diharapkan bisa mendongkrak jumlah kunjungan wisnus atau domestik. Sebaliknya karena nilai valuta asing terhadap rupiah menguat maka jumlah kunjungan wisman semakin banyak.

"Mudah-mudahan pelemahan rupiah yang masih berlangsung bisa membawa dampak positif terhadap industri pariwisata Indonesia khususnya Sumut," katanya.

Pemilik Cipta Tour and Travel itu mengakui, saat ini dengan munculnya destinasi baru di dalam negeri seperti Raja Ampat di Papua memang mendorong kenaikan jumlah kunjungan wisnus dan wisman.

Sementara di Sumut, meski belum ada destinasi baru, obyek wisata Bahorok, Bukit Lawang dan Tangkahan di Kabupaten Langkat serta Danau Toba masih cukup menarik bagi wisnus maupun wisman.

"Pengusaha travel di Sumut semakin gencar memasarkan paket wisata ke daerah di Indonesia maupun keluar negeri karena berharap ada dampak positif dari menguatnya nilai mata uang asing itu," katanya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Wien Kusdiatmono, menyebutkan jumlah kunjungan wisman ke Sumut cenderung bertambah dalam beberapa tahun terakhir di mana pada 2013 mencapai 259.299 orang.

KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARI Penduduk menonton atraksi paralayang di Bukit Siulakhosa, Pulau Samosir, Sumatera Utara. Paralayang merupakan rangkaian kegiatan Festival Danau Toba 2013 yang digelar 8–14 September 2013.
Kunjungan wisman pada 2013 naik dibanding 2012 yang masih tercatat berjumlah 241.833 orang. "Kenaikan jumlah kunjungan wisman menggembirakan karena Pemerintah Provinsi Sumut memang sedang berupaya mengembalikan kejayaan di sektor pariwisata," katanya.

Kenaikan jumlah wisman pada 2013 dipicu naiknya kedatangan turis dari beberapa negara seperti Malaysia, Singapura dan China.

Kedatangan turis Malaysia misalnya tahun 2013 naik 3,36 persen menjadi 148.465 orang dibanding 2012.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Taif, Kota Mawar di Arab Saudi yang Mekar Saat Ramadhan Tahun Ini

Taif, Kota Mawar di Arab Saudi yang Mekar Saat Ramadhan Tahun Ini

Travel Update
Liburan di Ngawi, Wisatawan Bisa Ikut Wisata Jeep Lewat Jalur Ekstrem

Liburan di Ngawi, Wisatawan Bisa Ikut Wisata Jeep Lewat Jalur Ekstrem

Jalan Jalan
Seperti Apa Pesiapan Ngawi Sambut Wisatawan Lokal Saat Libur Lebaran?

Seperti Apa Pesiapan Ngawi Sambut Wisatawan Lokal Saat Libur Lebaran?

Travel Update
Tempat Wisata di Luar Lembaga Konservasi Dilarang Sajikan Atraksi Lumba-lumba

Tempat Wisata di Luar Lembaga Konservasi Dilarang Sajikan Atraksi Lumba-lumba

Travel Update
5 Hotel di Bogor untuk Staycation Bersama Keluarga Saat Mudik Dilarang

5 Hotel di Bogor untuk Staycation Bersama Keluarga Saat Mudik Dilarang

Jalan Jalan
5 Kota Ramah Muslim di Eropa, Pas Dikunjungi Usai Pandemi

5 Kota Ramah Muslim di Eropa, Pas Dikunjungi Usai Pandemi

Jalan Jalan
Pemugaran Benteng Pendem Ngawi Selesai 2023, Ini Rencana ke Depannya

Pemugaran Benteng Pendem Ngawi Selesai 2023, Ini Rencana ke Depannya

Travel Update
Larangan Mudik Dikhawatirkan Sebabkan Pariwisata Anjlok Lagi

Larangan Mudik Dikhawatirkan Sebabkan Pariwisata Anjlok Lagi

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Berlakukan Aturan Reservasi Tiket Lewat Aplikasi

Kebun Raya Indrokilo Berlakukan Aturan Reservasi Tiket Lewat Aplikasi

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Travel Update
Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Travel Promo
Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Travel Update
Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Travel Update
6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Itinerary
Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads X