Kompas.com - 11/02/2014, 09:09 WIB
Hasil ekskavasi yang dilakukan sejak tahun 2012 mengungkapkan Kedaton sebagai kompleks candi terbesar dalam kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi, Jambi. Di kawasan seluas 3 hektar tersebut, terdapat banyak peninggalan kuno. Untuk itu, diperlukan pengamanan yang lebih ketat agar peninggalan kuno tetap terjaga. Gambar diambil pada 25 Januari 2013. KOMPAS/IRMA TAMBUNANHasil ekskavasi yang dilakukan sejak tahun 2012 mengungkapkan Kedaton sebagai kompleks candi terbesar dalam kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi, Jambi. Di kawasan seluas 3 hektar tersebut, terdapat banyak peninggalan kuno. Untuk itu, diperlukan pengamanan yang lebih ketat agar peninggalan kuno tetap terjaga. Gambar diambil pada 25 Januari 2013.
EditorI Made Asdhiana

Bahkan, aktivitas yang padat dalam kompleks candi tersebut juga bisa mengancam kelestarian peninggalan arkeologi tersebut. ”Saya pernah menegur seorang fotografer yang memanjat candi dan memotret dari atasnya untuk sebuah kegiatan foto menjelang pernikahan. Keterlaluan!” ujar Hafiz.

Apalagi, sejak selesainya pembangunan Jembatan Batanghari II, akses dari Kota Jambi menuju Situs Muaro Jambi menjadi semakin cepat, yaitu hanya sekitar 20 menit. Padahal, sebelumnya bisa satu jam. Sejak itu pula, jumlah wisatawan semakin meningkat pesat. Sebelum tahun 2010, jumlah pengunjung hanya 15-20 orang per hari. Kini, jumlahnya mencapai 150 orang per hari. Peningkatan kunjungan inilah yang coba dimanfaatkan masyarakat lokal.

Oleh sebab itu, lanjut Hafiz, perhatian pemerintah saat ini sangat diperlukan untuk melindungi kawasan candi. Pemerintah perlu menata agar maraknya usaha kecil dalam kompleks candi jangan sampai berdampak melemahkan daya tarik situs. ”Saat ini, memang sudah terlalu banyak pedagang dan usaha penyewaan sepeda berdiri di sekitar candi. Ini yang perlu segera diatur agar lebih tertib lagi,” lanjutnya.

Cagar budaya

Pada 30 Desember 2013, Muaro Jambi ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Budaya (KCB). Penetapan ini mendorong upaya percepatan untuk menyelamatkan kawasan candi dari kepentingan yang merusak. Sayangnya, dalam lima tahun terakhir ini bermunculan industri-industri berskala besar yang menggempur menapo dan candi.

Setidaknya, ada tujuh usaha penimbunan batubara serta pabrik pengolahan sawit dan penampungan minyak sawit mentah di zona inti KCB Muaro Jambi, seperti Candi Teluk I, Candi Teluk II, Candi Cina, serta Menapo Pelayangan I dan II, di Kecamatan Jambi Luar Kota dan Taman Rajo.

Candi Cina juga kerap dibanjiri genangan air hujan bercampur batubara. Warnanya hitam pekat dan mengandung kadar logam tinggi yang terurai air hujan sehingga menghasilkan kadar asam tinggi. Jika kondisi itu terus terjadi, pengeroposan bata kuno bakal semakin cepat. Debu batubara yang beterbangan juga masuk ke pori-pori candi.

Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia Junus Satrio Atmodjo mengatakan, penanganan pelestarian KCB Muaro Jambi perlu sangat hati-hati. Benturan kepentingan industri dan wisata jangan sampai melemahkan kelestarian situs. Mana yang mau diprioritaskan? (Irma Tambunan)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Penyebaran Covid-19, Obyek Wisata di Banten Tutup hingga 30 Mei

Cegah Penyebaran Covid-19, Obyek Wisata di Banten Tutup hingga 30 Mei

Travel Update
Tradisi Larung Kepala Kerbau di Jepara Tetap Dilaksanakan

Tradisi Larung Kepala Kerbau di Jepara Tetap Dilaksanakan

Travel Promo
Sektor Pariwisata Mesir Diharapkan Pulih Akhir Tahun 2021

Sektor Pariwisata Mesir Diharapkan Pulih Akhir Tahun 2021

Travel Update
Travel Bubble Singapura-Hong Kong Resmi Diundur

Travel Bubble Singapura-Hong Kong Resmi Diundur

Travel Update
Disney World Mulai Izinkan Wisatawan Buka Masker di Area Outdoor

Disney World Mulai Izinkan Wisatawan Buka Masker di Area Outdoor

Travel Update
Wisatawan Belum Gunakan Transaksi Nontunai Saat Libur Lebaran di Gunungkidul dan Bantul

Wisatawan Belum Gunakan Transaksi Nontunai Saat Libur Lebaran di Gunungkidul dan Bantul

Travel Update
Kasus Covid-19 Meningkat, China Tutup Pendakian Gunung Everest

Kasus Covid-19 Meningkat, China Tutup Pendakian Gunung Everest

Travel Update
Sebab Perahu Wisata Waduk Kedung Ombo Terbalik: Akibat Berebut Selfie

Sebab Perahu Wisata Waduk Kedung Ombo Terbalik: Akibat Berebut Selfie

Travel Update
5 Wisata Instagramable di Yogyakarta, Pas untuk Pencinta Selfie

5 Wisata Instagramable di Yogyakarta, Pas untuk Pencinta Selfie

Jalan Jalan
Libur Lebaran 2021, Candi Prambanan Sepi Pengunjung

Libur Lebaran 2021, Candi Prambanan Sepi Pengunjung

Travel Update
4 Wisata Hits Majalengka, Pas untuk Liburan yang Menyenangkan

4 Wisata Hits Majalengka, Pas untuk Liburan yang Menyenangkan

Jalan Jalan
5 Pantai Tersembunyi di Gunungkidul dengan Keindahan yang Menawan

5 Pantai Tersembunyi di Gunungkidul dengan Keindahan yang Menawan

Jalan Jalan
Yunani Kembali Sambut Turis Asing Mulai 14 Mei 2021, Ini Aturannya

Yunani Kembali Sambut Turis Asing Mulai 14 Mei 2021, Ini Aturannya

Travel Update
5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

Jalan Jalan
Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X