Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perputaran Ekonomi Sektor Parekraf Capai Rp 369,8 Triliun Selama Lebaran

Kompas.com - 17/04/2024, 13:26 WIB
Krisda Tiofani,
Ni Nyoman Wira Widyanti

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Nia Niscaya menyampaikan potensi perputaran ekonomi sektor pariwisata dan kreatif (parekraf) selama libur Lebaran 2024.

"Adapun angka prediksi atau potensi perputaran ekonomi mencapai Rp 369,8 triliun. Penghitungan ini berdasarkan pergerakan masyarakat sesuai data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) 2024," jelas Nia saat Weekly Press Briefing di Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2024).

Baca juga: 

Angka ini juga didapat dari prediksi hampir 90 persen masyarakat Indonesia yang melakukan kegiatan wisata, serta rata-rata pengeluaran wisata per orang selama berwisata.

Hal ini didukung oleh peningkatan pergerakan dan masa libur Lebaran lebih panjang daripada 2023 lalu atau cuti lanjutan, khususnya untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Ada peningkatan daya beli masyarakat. Bahkan, menurut survei Litbang Kompas, responden menyiapkan anggaran lebih besar dibanding tahun lalu," ujar Nia.

Lebih lanjut, Nia mengatakan, Kemenparekraf akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Perhubungan, dan pemerintah daerah terkait mengenai realisasi perputaran ekonomi sektor parekraf selama Lebaran 2024.

Baca juga:

Wisatawan habiskan hampir Rp 1 juta per hari

Traveling menjadi salah satu hobi yang cukup digemari oleh Generasi Z.dok. Shutterstock/GP PIXSTOCK Traveling menjadi salah satu hobi yang cukup digemari oleh Generasi Z.

Lebih detail, Nia menyampaikan, rata-rata pengeluaran berwisata per orang yang mencapai Rp 2,73 juta.

Perjalanan sehari atau one day trip setidaknya menghabiskan Rp 904.500, sedangkan wisata dua hingga empat hari menghabiskan Rp 3,5 juta.

"Kalau bepergian seminggu (menghabiskan) Rp 6,4 juta dan lebih dari tujuh hari, spending-nya Rp 7,6 juta," kata Nia.

Akomodasi menjadi pengeluaran terbesar yang dihabiskan oleh wisatawan selama libur Lebaran. Diikuti dengan pengeluaran untuk transportasi, makan-minum, dan membeli oleh-oleh dari tempat wisata.

"Memang salah satu karakteristik wisatawan Indonesia itu belanja oleh-oleh untuk tetangga, adiknya, ibunya, dan untuk semua," tuturnya.

Selain mengungkap bujet rata-rata wisatawan Indonesia selama libur Lebaran, Nia juga menyampaikan adanya beberapa kendala berwisata yang dialami selama musim liburan ini.

Kendala berwisata tersebut adalah kemacetan lalu lintas, tempat wisata ramai atau penuh, kondisi cuaca, harga meningkat, dan amenitas tidak memadai.

Baca juga:

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas Travel (@kompas.travel)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com