Kompas.com - 05/06/2014, 11:39 WIB
Sejumlah siswa SMP Negeri 6 Jepara praktik mengukir di Bengkel Ukir SMP Negeri 6 Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Di SMP tersebut, Openbare Ambachtsschool atau Sekolah Ukir Jepara pertama kali didirikan Pemerintah Hindia Belanda pada 1929 sebagai penghargaan kepada RA Kartini yang memperkenalkan ukiran Jepara ke Eropa. KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDISejumlah siswa SMP Negeri 6 Jepara praktik mengukir di Bengkel Ukir SMP Negeri 6 Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Di SMP tersebut, Openbare Ambachtsschool atau Sekolah Ukir Jepara pertama kali didirikan Pemerintah Hindia Belanda pada 1929 sebagai penghargaan kepada RA Kartini yang memperkenalkan ukiran Jepara ke Eropa.
EditorI Made Asdhiana
UKIR dan kayu merupakan napas hidup perekonomian Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Ada 3.995 unit usaha dengan 62.524 tenaga kerja yang tersebar di 15 dari 16 kecamatan yang bergantung pada ukir dan kayu. Pertumbuhan kerajinan rakyat menjadi industri itu tidak terlepas dari peran RA Kartini dan sekolah pertukangan ukir Openbare Ambachtsschool Jepara.

Jejak perjuangan RA Kartini dan berdirinya sekolah ukir pertama di Indonesia itu ada di SMP Negeri 6 Jepara. Jejak itu berupa beragam hasil ukiran dan gedung kuno Sasono Adhi Praceko yang menyimpan ukiran-ukiran tersebut.

Hasil ukiran itu berupa aneka motif ukir khas Jepara, seperti motif daun pokok, angkup, cula, bunga, dan ulir, yang merupakan hasil perpaduan motif ukir Padjadjaran, Bali, Mataram, dan Majapahit. Hal itu tidak terlepas dari proses akulturasi ukir yang dimulai Ratu Shima, Kerajaan Kalingga, pada abad ke-7, Kerajaan Majapahit, dan Ratu Kalinyamat pada zaman Kasultanan Demak.

Selain itu, ada patung dan ukiran yang menggambarkan semangat perjuangan pada era kemerdekaan dan pemerintahan Presiden pertama Soekarno. Patung itu berupa patung atlas yang menonjolkan semangat persatuan Nusantara, ukiran Pancasila tempat bendera pusaka Merah Putih, dan pertempuran harimau dengan banteng bertuliskan Lambang Perdjoeangan.

”Patung atlas dan tempat bendera pusaka itu pernah dipesan Presiden Soekarno yang berkunjung ke Sekolah Teknik Pertama Jurusan Dekorasi Ukir pada 1955. Sekolah teknik itu merupakan pengembangan dari Openbare Ambachtsschool,” kata Kepala SMP Negeri 6 Jepara Darsono, beberapa waktu lalu.

Openbare Ambachtsschool didirikan Pemerintah Hindia Belanda pada 1 Juli 1929 untuk menghargai jasa RA Kartini. Pada masa RA Kartini, para tukang kayu dan pengukir Jepara terangkat ke dunia internasional.

Melalui lembaga hubungan dagang Belanda dengan negara-negara kolonial, Oost en West, Kartini memamerkan dan memasarkan produk-produk Jepara, termasuk ukir-ukiran dan patung, di Belanda. Kartini bahkan berupaya melindungi produk-produk Jepara dengan mengkritik orang-orang yang meremehkan karya ukir Jepara.

”...saya sakit hati kalau barang-barang yang sangat indah itu menjadi milik orang-orang yang acuh tak acuh, yang tidak dapat atau sekurang-kurangnya tidak cukup menghargai barang-barang itu...” (Kartini, Pembaharu Peradaban, 2010).

Upaya Kartini mempromosikan dan memajukan seni ukir itu dimuat di Eigen Haard, majalah Belanda. Salah satu redaktur Eigen Haard dalam surat dukungan simpatiknya kepada Kartini menyatakan, ”…Kartini membawa kerajinan ukir Jepara pada era baru. Ukir bukan lagi sebagai hasil seni yang tidak mampu menghidupi para perajin, tetapi telah berkembang menjadi industri kerajinan yang menjanjikan harapan” (Mozaik Seni Ukir, 2013).

Atas dedikasi Kartini itulah, Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Openbare Ambachtsschool. Masyarakat Jepara pada waktu itu menyebut sekolah itu sebagai sekolah pertukangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AS Punya Wisata Edukasi Naik Kapal Pesiar Keliling Dunia, Jalan-jalan Sambil Belajar

AS Punya Wisata Edukasi Naik Kapal Pesiar Keliling Dunia, Jalan-jalan Sambil Belajar

Jalan Jalan
Dua Taman Hiburan di AS Tidak Lagi Cek Suhu Tubuh Wisatawan

Dua Taman Hiburan di AS Tidak Lagi Cek Suhu Tubuh Wisatawan

Travel Update
Agen Perjalanan di Thailand Tawarkan Wisata Vaksin Covid-19 ke AS, Apa Itu?

Agen Perjalanan di Thailand Tawarkan Wisata Vaksin Covid-19 ke AS, Apa Itu?

Travel Update
Infinity Pool Tertinggi Dunia di Dubai, Pemandangannya Apik Tenan

Infinity Pool Tertinggi Dunia di Dubai, Pemandangannya Apik Tenan

Travel Update
Libur Lebaran Diprediksi Tak Ada Lonjakan Wisatawan di Batu dan Malang

Libur Lebaran Diprediksi Tak Ada Lonjakan Wisatawan di Batu dan Malang

Travel Update
Syarat Mendaki Gunung Andong yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Syarat Mendaki Gunung Andong yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Tips
Diundur, Jalur Pendakian Gunung Andong Buka 18 Mei 2021

Diundur, Jalur Pendakian Gunung Andong Buka 18 Mei 2021

Travel Update
Australia Tutup Perbatasan Hingga Akhir 2022

Australia Tutup Perbatasan Hingga Akhir 2022

Travel Update
Covid-19 Marak Lagi, Singapura Tinjau Travel Bubble dengan Hong Kong

Covid-19 Marak Lagi, Singapura Tinjau Travel Bubble dengan Hong Kong

Travel Update
Larangan Mudik Lokal, Wisatawan Luar Karanganyar Boleh Berkunjung

Larangan Mudik Lokal, Wisatawan Luar Karanganyar Boleh Berkunjung

Travel Update
Libur Lebaran 2021, Pemkab Magelang Tutup Semua Tempat Wisata

Libur Lebaran 2021, Pemkab Magelang Tutup Semua Tempat Wisata

Travel Update
Libur Lebaran, Wisatawan yang Ingin ke Malang dan Batu Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

Libur Lebaran, Wisatawan yang Ingin ke Malang dan Batu Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

Travel Update
Masyarakat Luar Klaten Boleh Masuk Saat Larangan Mudik Lokal, asal...

Masyarakat Luar Klaten Boleh Masuk Saat Larangan Mudik Lokal, asal...

Travel Update
China Buka Lagi Jalur Pendakian Everest, Terapkan Protokol Kesehatan

China Buka Lagi Jalur Pendakian Everest, Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
Hotel Accor di Solo hingga Yogyakarta Bakal Terapkan GeNose C-19

Hotel Accor di Solo hingga Yogyakarta Bakal Terapkan GeNose C-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X