Ayo, Coba Dulu Coto Kita, Asli Makassar...

Kompas.com - 18/08/2014, 08:54 WIB
COTOTA', salah satu stand di Festival Kuliner Serpong 2014 yang menyediakan menu Coto Makassar KOMPAS.com/SRI NOVIYANTICOTOTA', salah satu stand di Festival Kuliner Serpong 2014 yang menyediakan menu Coto Makassar
|
EditorI Made Asdhiana

 

GADING SERPONG, KOMPAS.com – Ingin menghabiskan akhir pekan dengan berwisata kuliner? Datanglah ke Festival Kuliner Serpong (FKS) yang diadakan hingga 7 September 2014. Pasalnya banyak sajian khas Sulawesi di sana.

Kalau akhir pekan ini menyempatkan waktu untuk datang ke sana, jangan lupa mampir ke stand COTOTA’ yang menyajikan coto makassar. Datang ke sini, Anda akan langsung disambut oleh Robert, pemilik COTOTA’.

“Ayo, coba dulu coto kita, asli Makassar,” ujar Robert menyapa pengunjung yang berlalu-lalang. Beberapa dari orang-orang yang tak sengaja lewat memang tertarik dengan coto buatan Robert. “Banyak orang datang kembali ke warung kita. Kita juga buka di kawasan Gading Serpong ini,” ujar Robert saat berbincang dengan Kompas Travel.

Di warung soto miliknya, Robert khusus menjual coto makassar saja yaitu soto daging khas kota Daeng. Dalam semangkuk sajian coto makassar yang dijajakannya di FKS, terdapat buras dengan daging sapi bercampur isi perut (jeroan) sapi. Tapi hari itu, terlihat banyak pengunjung yang memesan daging sapi campur paru saja dalam coto-nya.

“Sebenarnya biasanya ada yang pesan coto dengan nasi, tapi di sini kita tidak menyediakan nasi melainkan buras saja,” ungkapnya.

Robert mengaku, warung miliknya cukup ramai saat hari-hari biasa. “Mungkin karena rasa coto makassar yang cocok dengan lidah orang sini ya,” akunya.

Selain itu, lanjut Robert, rempah dan bumbu yang digunakan memang berbeda. Ia menambahkan beberapa rempah yang mungkin tak ditambahkan pada coto makassar yang dijajakan warung lain. “Ada rempah tambahan, tapi rahasia,” tuturnya tersenyum.

Stand milik Robert di FKS itu tak berhenti dibuka lantaran ramainya pengunjung yang ingin mencicipi coto makassar buatannya. Satu porsi coto makassar ini dihargai Rp 28.000. “Tak ada perbedaan harga di warung kita dengan di sini, sama-sama segini,” tutupnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X