Kompas.com - 29/08/2014, 16:04 WIB
EditorI Made Asdhiana
TANA Toraja adalah destinasi paling dinanti peserta Kompas Jelajah Sepeda Manado-Makassar 2014 begitu memasuki Sulawesi Selatan. Namun, sebelum memasukinya, pesepeda mesti mendaki bukit dengan rute menanjak dan berliku tanpa jeda hingga ketinggian 1.300 meter. Peluh juga pegal mereka terbayar tuntas begitu menyaksikan keindahan deretan rumah adat dan kubur batu Toraja.

Para pesepeda menempuh rute 62 kilometer dari Kota Palopo menuju Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Kamis (28/8/2014). Mereka berangkat dari Palopo pukul 07.00 Wita dan tiba di Rantepao, Toraja, pukul 13.00.

Perjalanan dari Palopo menuju Rantepao lebih banyak didominasi rute menanjak dengan ketinggian hingga 1.300 meter di atas permukaan laut. Menghadapi tanjakan di Puncak Tanete, Kabupaten Luwu Selatan, pesepeda mulai terpisah-pisah, sesuai kekuatan fisik masing-masing. Jarak satu penggowes dengan lainnya bahkan bisa 500 meter hingga 1 km.

Kendati tak mudah, pada etape ini penggowes tak banyak mengambil waktu istirahat. Mereka terbantu udara sejuk pegunungan dengan temperatur 23 derajat celsius. Belum lagi ketika melintasi hutan cemara dan pinus dengan angin segar menerpa wajah.

Kondisi alam yang seperti itu membuat pesepeda tidak mudah dehidrasi dan butuh istirahat untuk memulihkan tenaga. ”Rute kali ini cukup berat karena tanjakan. Namun, peserta tidak diharuskan bersepeda dengan cepat sehingga mereka bisa menyesuaikan kekuatan tubuh. Banyak pula di antara penggowes lebih bisa menikmati keindahan alamnya,” ujar Agung Hartanto, road captain Kompas Jelajah Sepeda Manado-Makassar 2014.

Taufik Amrullah (30), penggowes asal Gorontalo, mengatakan, rute kali ini sangat menantang. Terbukti, pada etape ini rantai sepedanya putus hingga tiga kali.

Sebagai orang Sulawesi, ia belum pernah melewati rute itu. ”Ini tantangan bagi saya sebagai orang Sulawesi untuk mengenali lebih dalam tanah Sulawesi,” kata Taufik.

Bukit yang jika dilihat dari Rantepao selalu diselimuti kabut itu juga sangat menantang bagi Sugito, pesepeda asal Jakarta. Bahkan, menurut dia, rute tanjakan di Puncak, Bogor, belum seberapa berat. ”Ini menanjak dan tidak putus-putus. Kami tak ngoyo. Kalau ngoyo, jantung bisa bahaya karena dipacu terlalu keras,” katanya.

Namun, usaha keras mereka terbayar ketika setelah istirahat siang. Rute menuruni bukit dengan iklim sejuk pegunungan seolah ”mendinginkan” lagi tubuh mereka.

Kete Kesu

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Pati Ka Du'a Bapu Ata Mata, Ritual Beri Makan Leluhur di Danau Kelimutu

Jalan Jalan
Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

Tiket Pesawat Masih Mahal, Sandiaga Prediksi Tarif Turun Akhir Tahun

Travel Update
Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Komunikasi Jadi Kunci Upaya Pariwisata Berkelanjutan di Labuan Bajo

Travel Update
Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

Promo Tiket Garuda Indonesia, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,7 Jutaan

Travel Promo
HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

HUT Ke-77 RI, Bendera Merah Putih Raksasa Dibentangkan di Gunung Bromo

Travel Update
7 Aktivitas Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Bisa Jajal 'Road Trip'

7 Aktivitas Rayakan Hari Kemerdekaan Indonesia, Bisa Jajal "Road Trip"

Travel Tips
5 Tempat Wisata yang Gratis Saat HUT ke-77 RI

5 Tempat Wisata yang Gratis Saat HUT ke-77 RI

Travel Promo
Bali Akan Miliki Theme Park Internasional Seluas 57 Hektar

Bali Akan Miliki Theme Park Internasional Seluas 57 Hektar

Travel Update
Lama Tinggal Wisatawan di Gunungkidul Kurang dari 2 Hari

Lama Tinggal Wisatawan di Gunungkidul Kurang dari 2 Hari

Travel Update
Harga Menu Sawah Segar, Tempat Makan di Bogor yang Instagramable

Harga Menu Sawah Segar, Tempat Makan di Bogor yang Instagramable

Travel Tips
Naik AKAP DAMRI, Bisa Pesan Tiket di Alfamart dan Indomaret

Naik AKAP DAMRI, Bisa Pesan Tiket di Alfamart dan Indomaret

Travel Update
Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah Pakai Visa Turis

Pemerintah Arab Saudi Izinkan Umrah Pakai Visa Turis

Travel Update
11 Hotel Instagramable di Tangerang Dekat Scientia Square Park

11 Hotel Instagramable di Tangerang Dekat Scientia Square Park

Jalan Jalan
Naik Kereta Api, Anak 6-17 Tahun yang Sudah 2 Kali Vaksin Tak Perlu Tes Covid-19

Naik Kereta Api, Anak 6-17 Tahun yang Sudah 2 Kali Vaksin Tak Perlu Tes Covid-19

Travel Update
Kain Tenun Motif Puncatiti, Kekayaan Budaya Masyarakat Congkar di Manggarai Timur

Kain Tenun Motif Puncatiti, Kekayaan Budaya Masyarakat Congkar di Manggarai Timur

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.