Kompas.com - 12/09/2014, 15:34 WIB
Pintu masuk kawasan wisata Riung 17 Pulau, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2013). Kawasan Riung 17 Pulau menyimpan potensi keindahan alam yang dapat menjadi daya tarik wisatawan. KOMPAS/YUNIADHI AGUNGPintu masuk kawasan wisata Riung 17 Pulau, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5/2013). Kawasan Riung 17 Pulau menyimpan potensi keindahan alam yang dapat menjadi daya tarik wisatawan.
EditorI Made Asdhiana
KUPANG, KOMPAS.com - Taman Wisata 17 Pulau atau dikenal dengan nama Seventeen Island Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur dalam kondisi kritis. Biota laut yang menjadi daya tarik taman wisata yang dikelola oleh KSDA Taman Nasional Riung ini rusak dan terancam punah akibat pola penangkapan ikan nelayan dari luar Riung yang menggunakan bius dan potasium.

Sementara pihak KSDA Riung, Manggarai maupun Kupang, terkesan masa bodoh dengan aksi perusakan tersebut dengan alasan keterbatasan sarana dan prasarana pengawasan.

Keluhan tentang maraknya aksi perusakan Taman Wisata 17 Pulau Riung tersebut disampaikan Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Ngada, Arifin Zage, melalui telepon, Selasa (9/9/2014).

Arifin mengatakan, Taman Wisata Alam Laut 17 Pulau Riung merupakan suatu anugerah karena keindahan panorama alam bawah lautnya.

Melalui SK Menteri Kehutanan RI Nomor 589 tanggal 16 September 1996, Kawasan Wisata Laut 17 Pulau Riung dengan luas 9.900 hektar, ditetapkan sebagai Taman Wisata Kawasan Konservasi. Namun Arifin mengaku cukup ironis karena pengawasan terhadap daerah ini sangat minim. "Para nelayan dari luar seenaknya mengambil ikan di kawasan itu menggunakan bius dan potasium," katanya.

Arifin mengungkapkan, warga setempat berulangkali menyampaikan tindakan perusakan Taman Wisata Laut Riung kepada KSDA Riung dan instansi terkait. Namun tidak ada tindak lanjut.

"Kami sudah sampaikan ke KSDA Riung, Manggarai dan Kupang. Jawabannya, nanti baru koordinasi dengan petugas di lapangan. Sedangkan di lapangan, petugas KSDA beralasan, tidak bisa melakukan pengawasan secara penuh karena keterbatasan fasilitas. Kalau keadaan ini dibiarkan terus, kehancuran Taman Wisata Laut Riung tinggal menghitung waktu. Kami berharap ada penempatan Polisi Air dan Pos Angkatan Laut untuk menyelamatkan Taman Wisata Laut Riung," kata Arifin.

Arifin juga berharap ada campur tangan dari Pemkab Ngada untuk menyelamatkan Taman Wisata Riung. (dea)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sering Dilakukan, 16 Kesalahan Mengemas Barang di Koper Saat Liburan

Sering Dilakukan, 16 Kesalahan Mengemas Barang di Koper Saat Liburan

Travel Tips
Rute Menuju Ngopi di Sawah Bogor, Dekat Gerbang Tol Ciawi

Rute Menuju Ngopi di Sawah Bogor, Dekat Gerbang Tol Ciawi

Jalan Jalan
7 Tempat Makan dengan View Laut di Jakarta, Cocok untuk Lihat Sunset

7 Tempat Makan dengan View Laut di Jakarta, Cocok untuk Lihat Sunset

Jalan Jalan
Obelix Hills, Wisata Selfie Kekinian dengan View Keren di Yogyakarta

Obelix Hills, Wisata Selfie Kekinian dengan View Keren di Yogyakarta

Jalan Jalan
Water Blow Peninsula Nusa Dua Kembali Buka untuk Umum, Segini Tiketnya

Water Blow Peninsula Nusa Dua Kembali Buka untuk Umum, Segini Tiketnya

Travel Update
Indonesia dan Kamboja Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pariwisata, Ini 6 Fokusnya

Indonesia dan Kamboja Lanjutkan Kerja Sama Bidang Pariwisata, Ini 6 Fokusnya

Travel Update
Promo Wisata Garuda Indonesia ke 5 Destinasi Super Prioritas

Promo Wisata Garuda Indonesia ke 5 Destinasi Super Prioritas

Travel Promo
Tren Wisata pada Tahun Macan Air, Ini Penjelasannya Menurut Feng Shui

Tren Wisata pada Tahun Macan Air, Ini Penjelasannya Menurut Feng Shui

Travel Update
Megahnya Predjama, Kastel Terbesar Dunia yang Dibangun di Mulut Gua

Megahnya Predjama, Kastel Terbesar Dunia yang Dibangun di Mulut Gua

Jalan Jalan
Berencana Jalan-jalan? Simak Dulu Peruntungan 12 Shio Sepanjang 2022

Berencana Jalan-jalan? Simak Dulu Peruntungan 12 Shio Sepanjang 2022

Travel Tips
Kenapa Hotel Masih Sediakan Sabun Batang, Ini Alasannya

Kenapa Hotel Masih Sediakan Sabun Batang, Ini Alasannya

Travel Update
13 Etika Cara Bepergian Naik Pesawat, Pemula Wajib Tahu

13 Etika Cara Bepergian Naik Pesawat, Pemula Wajib Tahu

Travel Tips
7 Tips Wisata pada Tahun Macan Air Berdasarkan Pakar Feng Shui

7 Tips Wisata pada Tahun Macan Air Berdasarkan Pakar Feng Shui

Travel Tips
6 Hotel Dekat Stasiun UI Depok, Harga Mulai Rp 200 Ribuan

6 Hotel Dekat Stasiun UI Depok, Harga Mulai Rp 200 Ribuan

Jalan Jalan
Cara Check In Hotel Langsung Tanpa Booking Online, Perhatikan Hal Ini

Cara Check In Hotel Langsung Tanpa Booking Online, Perhatikan Hal Ini

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.