Kompas.com - 17/09/2014, 16:07 WIB
EditorI Made Asdhiana
SOLO, KOMPAS — Delapan negara Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara plus Tiongkok menggelar Kolaborasi Seni Pertunjukan Wayang Tradisional ASEAN-Tiongkok, di Taman Budaya Jawa Tengah, Solo, 15-18 September 2014. Kolaborasi ini diharapkan memunculkan satu identitas baru wayang ASEAN yang berakar dari budaya tradisional negara masing-masing.

Delapan negara ASEAN, meliputi Indonesia, Brunei, Kamboja, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, berpartisipasi dalam acara itu. Sementara Malaysia, Laos, dan Timor Leste tidak berpartisipasi. Selain memperkenalkan wayang mereka dalam pertunjukan, para delegasi juga berbagi informasi dan pengalaman seputar wayang.

Program ini diprakarsai oleh Indonesia dan merupakan kelanjutan program kolaborasi sendratari Ramayana ASEAN-India tahun lalu.

”Dalam keberagaman itu ada persamaan, tanpa melenyapkan identitas budaya negara masing- masing,” ujar Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Marijan.

Kolaborasi pertunjukan wayang ini memang tidak secara utuh karena cerita dan bentuk serta jenis wayangnya pun berbeda. Setiap negara menampilkan karyanya, lantas tim dari Indonesia menjembatani cerita melalui musik dan gerak wayang. Memang ceritanya menjadi tidak terlalu berkaitan, tetapi jembatan cerita itu dimaknai sebagai simbol persahabatan.

”Bisa saja muncul bentuk baru dari sini karena semua negara di ASEAN memiliki wayang dengan filosofi masing-masing. Ceritanya pun ada persamaan, misalnya cerita Ramayana. Kita saling memengaruhi,” tutur Kacung.

Ketua Umum Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia Suparmin Sunjoyo mengatakan, budaya wayang ternyata dimiliki negara-negara ASEAN. Kisah Ramayana dan Mahabarata, misalnya, juga dikenal di Thailand dan Kamboja. Wayang air di Vietnam menceritakan tentang kehidupan petani dan lingkungan, mirip dengan wayang padi di Solo, yang sangat lokalistik.

”Kolaborasi ini juga upaya untuk menggelorakan wayang, baik nasional maupun regional. Brunei dulu pernah ada, tetapi hilang dan sekarang digalakkan lagi. Kolaborasi ini merupakan upaya promosi dan pelestarian (perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan),” ungkap Suparmin, yang menjadi Sekretaris Jenderal Asosiasi Wayang ASEAN, asosiasi yang dibentuk pada 2006.

Ketua delegasi Brunei, Pangeran Zainin bin Pangeran Mansor, membenarkan perihal gairah wayang yang sekarang digalakkan lagi di Brunei. Di Brunei dikenal asik, sejenis wayang yang populer di Kampung Ayer, di Sungai Brunei, sejak tahun 1960. Bentuk wayangnya kecil, seukuran bungkus rokok. ”Biasanya kami memadukan wayang ini dengan acara mendongeng yang diputar di radio-radio,” katanya.

Tradisi dan kontemporer

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arab Saudi Larang Warganya ke 16 Negara, Ada Indonesia dan Turki

Arab Saudi Larang Warganya ke 16 Negara, Ada Indonesia dan Turki

Travel Update
Tips Melakukan Solo Trekking, Jelajahi Alam Sendirian Tanpa Guide

Tips Melakukan Solo Trekking, Jelajahi Alam Sendirian Tanpa Guide

Travel Tips
Bangsring Underwater Banyuwangi, Ekowisata Terumbu Karang karya Nelayan Lokal

Bangsring Underwater Banyuwangi, Ekowisata Terumbu Karang karya Nelayan Lokal

Jalan Jalan
Tiket Pesawat Mahal, Ini Solusi Menparekraf Sandiaga

Tiket Pesawat Mahal, Ini Solusi Menparekraf Sandiaga

Travel Update
Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Travel Update
Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Travel Update
Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Travel Update
Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Jalan Jalan
Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Travel Update
Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Jalan Jalan
Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary
Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Travel Tips
5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

Travel Tips
Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.