Kompas.com - 26/09/2014, 18:51 WIB
Pengunjung memadati stan Garuda Indonesia di Kompas Travel Fair 2014 di Jakarta Convention Center, Jumat (26/9/2014). Dengan mengusung tema 'Start Your Unstoppable Journey', pameran wisata yang berlangsung hingga 28 September ini juga dimeriahkan beragam acara menarik seperti presentasi, talkshow, dan sharing session. KOMPAS IMAGES/DINO OKTAVIANO Pengunjung memadati stan Garuda Indonesia di Kompas Travel Fair 2014 di Jakarta Convention Center, Jumat (26/9/2014). Dengan mengusung tema 'Start Your Unstoppable Journey', pameran wisata yang berlangsung hingga 28 September ini juga dimeriahkan beragam acara menarik seperti presentasi, talkshow, dan sharing session.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Garuda Indonesia tebar promo spesial untuk tiket pesawat rute domestik maupun internasional di Kompas Travel Fair 2014. Pameran wisata ini berlangsung di Jakarta Convention Center, Jakarta, pada 26-28 September 2014.

"Untuk rute domestik kita berikan diskon 13 persen untuk seluruh kelas. Ada beberapa yang tergantung tanggal penerbangannya itu diskon 7 persen untuk semua kelas," ungkap Marketing Rute Garuda Indonesia Syaiful Bahri saat ditemui di sela-sela pameran, Jumat (26/9/2014).

Ia menambahkan diskon 13 persen tersebut untuk penerbangan di bulan November (2014) ke atas yang harganya masih harga normal. Sementara itu, diskon 7 persen untuk harga promo. Tambahan diskon ini hanya berlaku untuk pembelian selama pameran. "Ini untuk penerbangan 3 Oktober 2014 sampai 31 Agustus 2015," katanya.

Sementara itu, untuk rute internasional pada tanggal penerbangan bulan November 2014 ke atas, mendapatkan diskon 15 persen dari harga normal. Sementara itu, tambahan diskon 10 persen dikenakan pada harga promo. Semua diskon ini berlaku selama pameran.

Menariknya, lanjut Syaiful, khusus untuk internasional ada promo harga best deal. Dengan promo best deal, harga yang ditawarkan lebih murah dari harga promo. "Untuk mendapatkan harga best deal bisa booking di semua travel agent yang ada di pameran. Jadi ini sistemnya siapa cepat dia dapat," tuturnya.

KOMPAS/WISNU DEWABRATA Pengguna kereta bawah tanah berjalan bergegas di salah satu stasiun bawah tanah Seoul, Korea Selatan, beberapa waktu lalu. Saat jam berangkat dan pulang kantor, stasiun kereta bawah tanah selalu dipadati pengguna kereta.
Harga best deal berlaku untuk penerbangan 3 Oktober 2014 sampai 18 Agustus 2015. Sebagai gambaran, seperti diungkapkan Syaiful, tiket kelas bisnis ke Seoul harga best deal ditawarkan di pameran 1.462 dolar AS (PP). Padahal harga normalnya mencapai 2.645 dolar AS.

"Itu kelas bisnis loh. Atau contoh Singapura di pameran 162 (dollar AS) PP, kelas ekonomi. Kalau harga normal 233 (dollar AS)," kata Syaiful.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu rute ke Haneda ditawarkan 722 dollar AS. Menurut Syaiful, rute ke Haneda juga bisa diambil jika destinasi yang dituju adalah Amerika Serikat. "Nanti dari Haneda ke Amerika Serikat dengan Delta Airways. Tapi tetap 1 tiket dengan tiket Garuda. Ini gunanya kita jadi anggota Sky Team. Bisa ke seluruh dunia dengan Garuda, walau belum masuk ke negara-negara tersebut," jelas Syaiful.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.