Kompas.com - 27/10/2014, 15:37 WIB
EditorI Made Asdhiana
TAHUN ini, usianya genap 100 tahun. Namun, wajahnya tak banyak berubah, struktur bangunannya masih terlihat kokoh. Inilah Stasiun Tanjung Priok, saksi bisu pasang surut Pelabuhan Tanjung Priok, pintu gerbang kota Batavia.

Suara peluit terdengar melengking dari ujung peron Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (21/10/2014) siang. Dari pengeras suara, petugas meminta penumpang bergegas masuk ke gerbong Kereta Api Bengawan yang telah siap berangkat.

”(Perjalanan) ini terakhir saya dari (Stasiun) Tanjung Priok,” kata seorang penumpang KA Bengawan tujuan Purwosari, Jawa Tengah. Terhitung mulai 1 November ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana menghentikan perjalanan KA Bengawan dari stasiun yang dibangun di masa Gubernur Jenderal AFW Idenburg pada tahun 1914 itu.

Dua kereta penumpang lainnya, yakni KA Brantas dan KA Kertajaya, juga dialihkan ke Stasiun Pasar Senen karena alasan efisiensi operasional KA. Stasiun Tanjung Priok selanjutnya akan dipakai untuk mendukung Stasiun Sungai Lagoa dan Stasiun Pasoso untuk pengangkutan barang.

Perubahan itu menandai fase baru di stasiun seluas 3.768 meter persegi dan berdiri di atas lahan sekitar 4,7 hektar itu. Sebelumnya, pasang surut operasi terjadi di Stasiun Tanjung Priok mengikuti gerak perusahaan dan situasi ekonomi. Pada Januari 2002, misalnya, KA ekonomi tujuan Surabaya, Semarang, dan Solo dihentikan operasinya.

Wisatawan

Stasiun Tanjung Priok diresmikan penggunaannya saat ulang tahun ke-50 Staats Spoorwegen (SS), 6 April 1925. Waktunya bersamaan dengan pembukaan jalur Tanjung Priuk-Beos (Jakarta Kota) yang dilayani kereta berlokomotif listrik seri ESS 3200 dan jaringan listrik aliran atas.

Selain kepentingan perdagangan, sejalan dengan berkembangnya Pelabuhan Tanjung Priok yang menggantikan Pelabuhan Sunda Kelapa, Stasiun Tanjung Priok dibangun untuk mengakomodasi wisatawan asal Eropa. Oleh karena itu, CW Koch, insinyur utama dari Staats Spoorwegen (perusahaan kereta api Hindia Belanda), melengkapi Stasiun Tanjung Priok dengan hotel, restoran, dan ruang dansa.

Tak sulit mendapatkan jejak itu. Kamar-kamar penginapan di lantai dua stasiun itu kini dipakai oleh awak kereta, sementara ruang dansa menjadi ruang lobi utama. Dapur dua lantai dengan lift khusus untuk makanan, meja bar, dan gudang logistik masih utuh seperti dulu. ”Kecuali bagian atap yang sebagian telah diganti, termasuk keramik lantai peron dan ruang-ruang kantor, kondisi bangunan umumnya masih seperti dulu,” kata Kepala Stasiun Tanjung Priok M Ridwan Subarkah.

Stasiun ini memiliki delapan jalur, enam jalur di antaranya berada di peron. Bangunannya bertumpu pada ratusan tiang pancang yang memiliki atap penutup beton dan seng tebal. Atap peron berupa struktur baja melengkung yang menaungi seluruh jalur peron.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Calon Jemaah Haji Furoda Dideportasi karena Tidak Resmi, Hati-hati Pilih Jasa Travel Haji

Calon Jemaah Haji Furoda Dideportasi karena Tidak Resmi, Hati-hati Pilih Jasa Travel Haji

Travel Update
Rute ke Candi Plaosan di Klaten, Tidak Jauh dari Candi Prambanan

Rute ke Candi Plaosan di Klaten, Tidak Jauh dari Candi Prambanan

Travel Tips
Jemaah Haji Furoda Batal Berangkat, Bagaimana Pencegahan di Kemudian Hari?

Jemaah Haji Furoda Batal Berangkat, Bagaimana Pencegahan di Kemudian Hari?

Travel Update
7 Tips Traveling bagi Orang Tua Agar Nyaman di Perjalanan 

7 Tips Traveling bagi Orang Tua Agar Nyaman di Perjalanan 

Travel Tips
Monas Buka Kembali, Bisa Naik ke Puncak Tugu

Monas Buka Kembali, Bisa Naik ke Puncak Tugu

Jalan Jalan
Hari Kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli, Bagaimana Warga Merayakannya?

Hari Kemerdekaan Amerika Serikat 4 Juli, Bagaimana Warga Merayakannya?

Travel Update
13 Tempat Wisata di Malang untuk Liburan Seru Bersama Keluarga

13 Tempat Wisata di Malang untuk Liburan Seru Bersama Keluarga

Jalan Jalan
Apa Itu Haji Furoda? Beda dari Haji Reguler, Ini 5 Faktanya

Apa Itu Haji Furoda? Beda dari Haji Reguler, Ini 5 Faktanya

Travel Update
8 Cara Mengetahui Ulasan Hotel dan Tempat Wisata Palsu 

8 Cara Mengetahui Ulasan Hotel dan Tempat Wisata Palsu 

Travel Tips
Apa yang Dimaksud dengan Upacara Potong Gigi dalam Agama Hindu?

Apa yang Dimaksud dengan Upacara Potong Gigi dalam Agama Hindu?

Jalan Jalan
Geopark Merangin di Jambi Disiapkan Jadi UNESCO Global Geopark

Geopark Merangin di Jambi Disiapkan Jadi UNESCO Global Geopark

Travel Update
Pramugari Tertua dan Terlama di Dunia, Terbang hingga Usia 86 Tahun

Pramugari Tertua dan Terlama di Dunia, Terbang hingga Usia 86 Tahun

Travel Update
Kesongo Transit Point, Indahnya Rawa Pening dan Sejuknya 38.000 Tanaman

Kesongo Transit Point, Indahnya Rawa Pening dan Sejuknya 38.000 Tanaman

Jalan Jalan
Pengunjung TN Komodo Dibatasi, Wisata Labuan Bajo Akan Dioptimalkan

Pengunjung TN Komodo Dibatasi, Wisata Labuan Bajo Akan Dioptimalkan

Travel Update
Rute ke Pantai Pasir Putih PIK 2, Tidak Jauh dari Pantai Indah Kapuk 1

Rute ke Pantai Pasir Putih PIK 2, Tidak Jauh dari Pantai Indah Kapuk 1

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.