Garuda Kaji Penerbangan Perth-Lombok

Kompas.com - 02/12/2014, 12:25 WIB
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Kain tenun menjadi bagian penting dalam prosesi pernikahan suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (11/10/2014).
MATARAM, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan Garuda Indonesia saat ini mengkaji kemungkinan membuka kembali penerbangan Perth-Lombok (Bandara Internasional Lombok) setelah Jetstar sejak 16 Oktober 2014 menghentikan pelayanan di rute tersebut.

"Sampai sekarang masih dikaji oleh Garuda Indonesia, seperti apa kajian itu kami belum tahu," kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Provinsi Nusa Tenggara Barat, Agung Hartono di Mataram, Sabtu (29/11/2014) lalu.

Bahkan, menurut Agung, untuk menunjukkan keseriusannya, maskapai Garuda Indonesia sudah melakukan survei ke Perth, Australia, guna mengetahui seberapa besar potensi pasar jika rute tersebut dibuka kembali setelah penghentian maskapai Jetstar.

"Inilah yang masih dikaji oleh Garuda Indonesia, termasuk ada rencana membuat alternatif 'direct' Lombok-Bali ke Australia," ucapnya.

Agung memaparkan, setelah Jetstar menutup penerbangan sejak 16 Oktober 2014, sejumlah maskapai penerbangan baik nasional maupun luar negeri di antaranya AirAsia telah menyatakan ketertarikanya untuk membuka kembali rute Perth-Lombok, menyusul tingginya wisatawan asal Australia mengunjungi Pulau Lombok.

Akan tetapi, lanjut Agung, dari beberapa maskapai tersebut, baru Garuda Indonesia yang paling serius, ini dibuktikan dengan telah melakukan survei ke Australia.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pura Batu Bolong di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Seperti diberitakan sebelumnya, maskapai penerbangan asal Australia, Jetstar menutup rute penerbangan Perth-Lombok pada 16 Oktober 2014.

Kepastian tersebut diperoleh setelah manajemen Jetstar melakukan pertemuan dengan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB bersama para pelaku wisata dan asosiasi wisata yang dipimpin langsung Wagub NTB H Muhammad Amin di Mataram.

Penutupan rute pernerbangan Perth-Lombok itu bukan karena load factor atau menurunnya jumlah penumpang yang kembali dari Lombok ke Australia, melainkan karena manajemen maskapai penerbangan berbiaya rendah tersebut kesulitan keuangan, sehingga harus menutup rute penerbangan Perth-Lombok.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorI Made Asdhiana
SumberAntara
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X