Kompas.com - 10/12/2014, 16:14 WIB
Suasana kawasan kota tua di depan museum Fatahilah pada Kamis (3/1/2013). Kawasan tersebut dipenuhi pengunjung yang sedang menikmati liburan sekolah. Alfiyyatur RohmahSuasana kawasan kota tua di depan museum Fatahilah pada Kamis (3/1/2013). Kawasan tersebut dipenuhi pengunjung yang sedang menikmati liburan sekolah.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam master plan Kota Tua Jakarta, terdapat tujuh titik yang akan direvitalisasi dan dirampungkan maksimal dalam jangka waktu dua tahun.

Terkait titik-titik yang akan direvitalisasi, Ketua Dewan Penasehat, Lin Che Wei menjelaskan bahwa masing-masing titik memiliki fungsi yang berbeda. "Waktu buat master plan pertama revitalisasi, fungsi masih bias hanya mengacu pada mengembalikan fungsinya. Beda dengan sekarang, masing-masing fungsinya dari tujuh titik tersebut semakin jelas," tutur Wei, Selasa (9/12/2014).

Saat ini tujuh titik revitalisasi Kota Tua ditetapkan berdasar fungsinya, seperti berikut. Titik pertama ialah Taman Fatahillah, fungsinya sebagai tempat pertunjukan massal. Dengan kapasitas 3.000 hingga 5.000 orang, taman ini dapat dijadikan tempat seni pertunjukan rakyat, video mapping, dan juga pertunjukan musik," katanya.

Titik kedua ialah Gedung Kantor Pos. Sebagai gedung berkapasitas 200-250 orang, tempat ini mampu dijadikan sebagai tempat pertunjukan musik, drama dan opera. Untuk titik ketiga yaitu Gedung Kertaniaga yang dapat difungsikan sebagai ruang pertunjukan tradisional. "Di sini dapat dijadikan tempat pertunjukan wayang orang atau wayang potehi," katanya.

Titik keempat ialah Gedung Cipta Niaga, tempat ini dikhususkan untuk penyelenggaraan bedah buku, diskusi dan baca puisi. Selanjutnya, titik kelima yaitu masih di Gedung Cipta Niaga, di sana juga akan dibangun ruang pertemuan atau konferensi.

"Lalu titik keenam ialah Gedung di dekat Jembatan Batu yang berfungsi sebagai tempat pertunjukan rakyat. Lalu yang terakhir, Sculpture Garden sebagai ruang publik terbuka. Di sepanjang jalannya akan dibangun pedestrian sehingga memudahkan mereka yang ingin bersantai dan berjalan kaki," kata Wei.

Dengan pengistimewaan dan pemberian fungsi khsus, Wei mengharapkan Kota Tua Jakarta dapat menjadi pusat bertemunya berbagai komunitas untuk berkoordinasi dan berkolaborasi. "Semoga visi Kota Tua sebagai performing space benar-benar dapat diwujudkan," harap Lin Che Wei.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.