Kompas.com - 17/01/2015, 14:45 WIB
Norm Vargas memegang filter, untuk menyaksikan gerhana matahari parsial di Mt Wilson Observatory, San Gabriel Mountains, Los Angeles, 23 Oktober 2014. AFP PHOTO / FREDERIC J BROWNNorm Vargas memegang filter, untuk menyaksikan gerhana matahari parsial di Mt Wilson Observatory, San Gabriel Mountains, Los Angeles, 23 Oktober 2014.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com – Fenomena langka Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi 9 Maret 2016 menjadikan PATA Indonesia Chapter (PIC) sebagai badan promosi pariwisata dunia berusaha menggandeng pemerintah daerah, industri pariwisata, dan Kementerian Pariwisata untuk bersama-sama mempromosikan momen GMT sebagai sebuah ajang wisata. Saat ini, rencana PIC sudah berjalan lancar dan mendapat sambutan baik dari beberapa perwakilan kepala daerah yang diprediksi akan dilintasi GMT, antara lain Palu, Balikpapan, Belitung, Palembang, Palangkaraya dan Bengkulu.

“Kami senang karena mendapat sambutan yang baik dari perwakilan kepala daerah. Selanjutnya kami akan konsisten berpromosi agar wisata yang dibangun khusus untuk momen GMT ini terlaksana dengan baik dan dapat mendatangkan banyak wisatawan khususnya wisatawan mancanegara,” ungkap CEO PIC, Poernomo Siswo Prasetijo di Jakarta, Kamis (15/1/2015).

Selain gencar berpromosi, Poernomo juga mengharapkan kota-kota tersebut dapat menggelar acara secara rutin. “GMT semakin dekat, paling tidak setahun ini harus ada acara regular di kota-kota tersebut dan jangan sampai terputus,” tambahnya.

Acara-acara yang digelar rutin menurut Poernomo juga bertujuan untuk promosi GMT. Dengan acara rutin, wisatawan juga akan lebih familiar dengan kota-kota tersebut. “Tapi sambil menyiapkan acara rutin, mereka juga tetap harus fokus mempersiapkan acara kreatif untuk momen utamanya yaitu GMT,” tuturnya.

TRIBUN PEKANBARU/MELVINAS PRIANANDA Ilustrasi: Jembatan Ampera, Palembang, Sumatera Selatan.

Banyak hal yang perlu dipersiapkan, selain kemasan acara tentu saja alat transportasi, akomodasi seperti kesiapan jumlah kamar hotel yang dibutuhkan, restoran, dan akses di kota tersebut menjadi hal penting untuk diperhatikan. 

Selain hal-hal tersebut, Poernomo juga mengimbau bahwa akan disediakan call centre nasional untuk mewadahi pertanyaan-pertanyaan seputar GMT. “Call centre-nya nanti terbagi-bagi, ada yang bersifat nasional dan ada juga yang disediakan di masing-masing daerah yang dilintasi,” ujar Poernomo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.