Kompas.com - 20/02/2015, 14:17 WIB
Danau Toba terlihat dari Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (25/7/2011). Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia. Danau hasil volcano tektonik terbesar di dunia, dengan panjang danau 87 kilometer dan lebar 27 kilometer, terbentuk dari letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) yang terjadi sekitar 75 ribu tahun lalu. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Danau Toba terlihat dari Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (25/7/2011). Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia. Danau hasil volcano tektonik terbesar di dunia, dengan panjang danau 87 kilometer dan lebar 27 kilometer, terbentuk dari letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) yang terjadi sekitar 75 ribu tahun lalu.
EditorI Made Asdhiana
SAMOSIR, KOMPAS - Pemerintah Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, menggencarkan sosialisasi terkait Geopark Kaldera Toba kepada berbagai unsur masyarakat. Sosialisasi ini diharapkan menumbuhkan kesadaran masyarakat setempat untuk menjaga puluhan situs geologi yang tersebar di seluruh penjuru kawasan kaldera.

Sosialisasi tersebut diselenggarakan di Wisma Madima, Regional Management Pengelolaan Kawasan Danau Toba di Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Selasa (17/2/2015). Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Samosir Mangindar Simbolon dan sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara. Masyarakat dari sejumlah wilayah sekitar Danau Toba juga menghadiri kegiatan itu.

Dalam sosialisasi, sebagian masyarakat masih terlihat belum memahami konsep geopark atau taman bumi. Saat ini, Indonesia tengah mendaftarkan Danau Toba dalam Jaringan Taman Bumi Global Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Danau Toba ditetapkan sebagai Taman Bumi Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2014.

Mangasar Sagala (56), warga Sianjur Mula-mula, mempertanyakan sejumlah bangunan yang dibangun terkait pengembangan Geopark Kaldera Toba. Salah satunya, bangunan Pusat Informasi Geopark di Desa Pusu Buhit, Kecamatan Sianjur Mula-mula.

”Bangunan itu sudah jadi, tetapi hingga kini masih kosong. Bangunan ini sebenarnya mau dijadikan apa karena warga berharap itu bisa menyedot wisatawan ke desa kami,” ujarnya.

Albert Siallagan, tokoh warga Desa Siallagan, juga mempertanyakan konsep konservasi di Pulau Samosir di tengah masih maraknya penebangan kayu. Penebangan kayu mengakibatkan kerusakan ekosistem hutan yang berdampak sangat besar bagi kelestarian Danau Toba.

”Kini, lahan hutan sudah gundul dan berdampak pada sumber-sumber air yang menjadi pemasok air ke Danau Toba. Hutan alam yang dulu heterogen kini menjadi satu macam,” katanya.

Direktur Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) Suryati Simanjuntak memaparkan, hutan di kawasan Danau Toba tidak lagi seperti dulu. Pada musim kemarau semua tampak gersang dan kering. Sebaliknya, pada musim hujan bahaya longsor dan banjir bandang sering terjadi. Hutan yang memiliki peran yang cukup besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem tidak lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Kawasan strategis

Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Richard Sidabutar, mengatakan, unsur legislatif di tingkat provinsi berkomitmen memperjuangkan anggaran untuk pembenahan lingkungan sekitar Toba. Salah satunya dengan memperjuangkan Danau Toba yang wilayahnya meliputi tujuh kabupaten di Sumatera Utara sebagai kawasan strategis nasional untuk pengembangan ekonomi wilayah.

”Nantinya akan dibuat sub-sub area yang akan dikembangkan sesuai potensinya,” ujarnya.

Dia juga mendorong sosialisasi dapat dilakukan lebih masif ke semua wilayah sehingga dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Hal ini terkait dengan penilaian oleh tim dari UNESCO untuk mencari informasi mengenai pemahaman masyarakat sekitar Toba terhadap konsep taman bumi.

Bupati Samosir Mangindar Simbolon mengatakan, pihaknya berkomitmen mendorong pencapaian target menjadikan Samosir sebagai tujuan wisata internasional pada 2025. Dia juga berupaya meningkatkan status infrastruktur jalan utama di wilayah Samosir menjadi jalan nasional. Hal itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur di Samosir yang dinilai tertinggal. (Gregorius Magnus Finesso)Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

5 Penginapan Dekat Nepal van Java, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Travel Tips
Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Cerita di Balik Menu Bubur Ayam Hotel Indonesia Kempinski Jakarta

Jalan Jalan
Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Segarnya Mata Air Gunung Semeru

Jalan Jalan
Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Jangan Letakkan Ponsel di Tempat Ini di Pesawat, Bisa Picu Kebakaran

Travel Tips
Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Kenapa Tidak Ada Guling di Kamar Hotel, Ini Alasannya

Travel Tips
10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

10 Kota Paling Ramah untuk Turis, Ada Nusa Lembongan di Bali

Jalan Jalan
Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Kapal Viking Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Travel Update
Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Sulit Tidur Saat Menginap di Hotel? Pahami Alasan Ilmiah dan Solusinya

Travel Tips
MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

MotoGP Bisa Jadi Momen Kopi Robusta Lombok Gaet Pasar Internasional

Travel Update
Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Banyuwangi Festival 2022 Sajikan 99 Atraksi Selama Setahun ke Depan

Travel Promo
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.