Kompas.com - 22/02/2015, 20:27 WIB
EditorI Made Asdhiana

Koreografer pergelaran tari dipercayakan kepada Agung Kusumo Widagdo, seniman muda asal Solo yang belajar menari sejak umur 9 tahun dari empu tari Jawa, almarhum S Maridi. Pengalamannya berkarya sebagai koreografer yang melibatkan banyak penari dalam adegan kolosal tidak diragukan lagi. Karyanya antara lain Ngadeg Jejeg (2003), Sapu Jagad (2010), Kidung Dewi Sri (2012), dan Swara Bumi (2013).

Mempersiapkan karnaval dan pergelaran tari kolosal bukan pekerjaan mudah. Fafa Gendra Nata Utami, produser dan pemimpin proyek pergelaran tari Adeging Kutha Sala, menuturkan, tim kreatif harus pontang panting bekerja. Pasalnya, tim hanya memiliki waktu satu bulan untuk menyelesaikan pekerjaan besar ini. Dalam waktu singkat harus merangkul penari, pemusik, dan ratusan peserta pendukung. Tim segera melakukan riset singkat sejarah perpindahan keraton dari Kartasura ke Sala. Para seniman berlatih intensif setiap hari pukul 15.00 hingga pukul 17.00 di Taman Budaya Jawa Tengah, Solo.

”Karnaval dan pentas tari ini mengisahkan isi sejarah Solo sehingga kami tidak mau salah menggambarkannya meskiini dalam pentas seni. Karena itu, sebelumnya dilakukan riset dari aneka sumber, pustaka, mewawancarai pangeran keraton dan sejarawan,” ujar Fafa.

Mengumpulkan 270 seniman tari profesional untuk berlatih bersama juga tidak mudah. Apalagi, tak sedikit dari mereka telah memiliki nama. ”Ini kerja besar, tetapi dengan waktu sangat pendek. Ini sangat menantang,” katanya.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengajak segenap masyarakat Solo bersama-sama membangun budaya gotong royong, budaya memiliki, merawat, menjaga, dan mengamankan Kota Solo. Ini untuk mencapai visi masyarakat Kota Solo yang waras (sehat jasmani dan rohani), wasis (pintar), wareg (kenyang), mapan (sejahtera), dan papan (tempat tinggal layak).

Hasil kerja keras tim dan para seniman menuai hasil. Pentas tari menawan dan mendapat sambutan warga meski ada sejumlah kekurangan teknis. (RWN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.