Kampung Wisata Yogyakarta Butuh Penguatan - Kompas.com

Kampung Wisata Yogyakarta Butuh Penguatan

Kompas.com - 10/04/2015, 08:24 WIB
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Pekerja membersihkan lumut pada pot bunga saat rombongan wisatawan asing asal Belgia berkunjung ke obyek wisata Istana Air Taman Sari, Yogyakarta, Selasa (2/4/2013). Bekas tempat pemandian Raja Keraton Yogyakarta yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I tersebut merupakan salah satu aset utama industri pariwisata Yogyakarta.
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian kampung wisata yang ada di Kota Yogyakarta belum berkembang dengan baik. Hal ini ditandai dengan kurangnya minat wisatawan berkunjung ke kampung tersebut sehingga diperlukan penguatan dan pendampingan dari pemerintah.

"Dari 18 kampung wisata yang sudah terbentuk, mungkin hanya dua kampung saja yang bisa berkembang pesat dan menjadi tujuan wisata yang diminati wisatawan. Sisanya, masih membutuhkan banyak penguatan," kata Kepala Bidang Objek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta, Budi Santoso di Yogyakarta, Kamis (9/4/2015).

Dua kampung wisata yang sudah dikategorikan mampu menjadi daya tarik wisata adalah Kampung Wisata Dipowinatan yang menawarkan wisata budaya dan Kampung Wisata Cokrodiningratan yang menawarkan paket ekowisata menyusuri Sungai Code.

Budi menambahkan, Kampung Wisata Dipowinatan sudah menjadi tujuan wisata bagi wisatawan asing dan mulai dilirik sebagai tujuan wisata bagi wisatawan domestik khususnya pelajar yang ingin melihat secara langsung kehidupan masyarakat Yogyakarta.

Pada tahun lalu, jumlah wisatawan yang mengunjungi Kampung Wisata Dipowinatan mencapai ribuan orang. "Diharapkan, kampung wisata lain bisa belajar ke dua kampung wisata yang sudah mulai maju ini karena potensi yang dimiliki oleh kampung wisata lain juga cukup bagus," katanya.

Budi memaparkan, penguatan yang akan dilakukan untuk pengembangan kampung wisata di antaranya adalah melakukan sinergi dengan obyek wisata lain yang lokasinya berdekatan. "Misalnya saja, sinergi antara Kampung Wisata Tamansari dengan obyek wisata Tamansari dan Taman Pintar. Harapannya, kampung wisata ini lebih bisa lebih dikenal dan bisa berkembang," katanya.

Meskipun demikian, lanjut Budi, pengelola kampung wisata juga diminta tetap melakukan berbagai inovasi dengan membuat berbagai kegiatan atau atraksi wisata yang menarik bagi wisatawan.

Keberadaan forum komunikasi kampung wisata, tambah Budi, juga bisa dimanfaatkan oleh kampung-kampung wisata yang sudah ada untuk saling bertukar informasi dalam pengelolaan kampung wisata.


EditorI Made Asdhiana
SumberAntara

Close Ads X