Kompas.com - 16/04/2015, 12:07 WIB
Para travel blogger dan jurnalis bersiap menaiki banana boat di Beach Club, Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Jumat (13/3/2015). KOMPAS.com/Wahyu Adityo ProdjoPara travel blogger dan jurnalis bersiap menaiki banana boat di Beach Club, Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Jumat (13/3/2015).
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Keindahan alam Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, memang tak perlu diragukan lagi. Hamparan pasir putih membentang sepanjang 13 kilometer menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Pemandangan Gunung Anak Krakatau juga dapat dinikmati dari kawasan seluas 1.500 hektare ini.

“Tanjung Lesung ini selain alam yang cantik, memiliki 13 kilometer pantai pasir putih, juga menghadap ke Krakatau. Juga ke Ujung Kulon National Park juga bisa ditempuh selama satu jam. Dua wisata ini sudah kelas dunia,” jelas Presiden Direktur PT Jababeka Tbk. Setyono Djuandi Darmono, di Jakarta, Rabu (15/4/2015).

KOMPAS.COM/MENTARI CHAIRUNISA Presiden Direktur PT Jababeka Tbk., Setyono Djuandi Darmono, menjelaskan konsep pembangunan 12.000 kamar hotel di Tanjung Lesung, Rabu (15/4/2015).
Namun, keindahan yang ditawarkan Tanjung Lesung tidak berhenti hanya sampai di situ. Kawasan yang saat ini dikembangkan oleh PT Banten West Java, anak perusahaan PT Jababeka Tbk., siap menarik wisatawan dengan suguhan wisata lain, termasuk wisata budaya.

Terdapat beragam peninggalan sejarah yang ada di Banten yang diwariskan oleh Kesultanan Banten. Salah satunya adalah Keraton Surosowan yang terletak di Kawasan Banten Lama. Keraton yang dibangun pada 1552 ini tak sedikit menarik minat para wisatawan. Konsep membangun replika keraton ini pun muncul guna memperkenalkan budaya Banten.

KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Masjid di Kampung Lor di Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, Sabtu (20/10/2011). Kampung ini sempat selamat dari sapuan tsunami letusan Gunung Krakatau 1883.
“Keraton di Banten Lama itu runtuh akibat serangan penjajah dulu. Sekarang keratonnya tinggal setengah dan dijadikan tempat wisata spiritual. Sehingga kalau kita bangun replikanya di Tanjung Lesung, di hotel besar, itu akan menarik untuk membangkitkan budaya Banten,” jelas Darmono.

Selain itu, beberapa legenda Banten, lanjut Darmono, juga menarik untuk diceritakan kepada para wisatawan. Tak berhenti sampai di situ, pesona Suku Baduy juga coba dihadirkan di Tanjung Lesung.

“Ada juga Baduy Village. Cerita tentang Baduy Dalam dan Baduy Luar juga menarik untuk dijadikan atraksi kepada wisatawan. Nanti kita juga akan hadirkan itu di Tanjung Lesung,” tutup Darmono.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
Menelusuri Sudut-sudut 'Nyeni' di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Menelusuri Sudut-sudut "Nyeni" di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.