Wisman Kagumi Rafflesia Arnoldii

Kompas.com - 30/04/2015, 09:21 WIB
Bunga Rafflesia arnoldii mekar di Hutan Lindung Bukit Daun Register 5, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Minggu (9/3/2014). Tidak seperti umumnya raflesia dengan lima kelopak, raflesia ini berkelopak enam. Diperlukan komitmen kuat banyak pihak untuk menjaga habitat asli bunga terbesar di dunia ini.
KOMPAS/ADHITYA RAMADHANBunga Rafflesia arnoldii mekar di Hutan Lindung Bukit Daun Register 5, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Minggu (9/3/2014). Tidak seperti umumnya raflesia dengan lima kelopak, raflesia ini berkelopak enam. Diperlukan komitmen kuat banyak pihak untuk menjaga habitat asli bunga terbesar di dunia ini.
EditorI Made Asdhiana
BENGKULU, KOMPAS.com - Tiga wisatawan asal Spanyol mengagumi keunikan dan keindahan bunga padma raksasa langka Rafflesia arnoldii yang mekar di kawasan Hutan Lindung Bukit Daun Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu.

"Sangat indah dan unik, baru pertama kali melihat bunga Rafflesia ini," kata Ghian, satu dari tiga wisatawan asal Spanyol, saat melihat keunikan bunga Rafflesia di Kepahiang, Rabu (29/4/2015).

Dia bersama dua orang rekannya yang lain, Ivank dan Brain, merupakan surfer atau peselancar yang sudah menjajal ombak perairan Bengkulu.

Namun, informasi tentang bunga Rafflesia yang sedang mekar di wilayah Kabupaten Kepahiang, membuat mereka tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut dan mendatangi habitat puspa terbesar di dunia itu.

"Saya sangat senang bisa melihat langsung bunga terbesar di dunia ini, mudah-mudahan habitatnya tetap terjaga," ujar Ivank.

Koordinator Kelompok Peduli Puspa Langka Tebat Monok Kepahiang, Holidin mengatakan dalam dua pekan terakhir ada tiga kuntum bunga Rafflesia yang mekar di Hutan Lindung Bukit Daun. "Dua bunga mekar bersamaan, lalu dalam jarak empat hari, satu kuntum mekar lagi, jadi ada tiga kuntum," ujarnya.

Holidin mengatakan Hutan Lindung Bukit Daun di Kabupaten Kepahiang berjarak 50 kilometer dari Kota Bengkulu merupakan salah satu habitat kunci bunga Rafflesia arnoldii. Kerusakan hutan akibat perambahan liar menjadi ancaman utama kelestarian bunga Rafflesia yang menjadi ikon Bengkulu dan dikenal dengan sebutan Bumi Rafflesia.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X