Kompas.com - 09/09/2015, 13:59 WIB
Kapal pesiar L'Austral du Ponant singgah di pesisir pantai di Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, selama lebih kurang dua jam, Jumat (6/3/2015) petang. Kapal asal Perancis dengan bobot mati 10.098 gros ton dan panjang 145,21 meter itu membawa 200 wisatawan dari sejumlah negara serta 140 kru kapal. KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERINKapal pesiar L'Austral du Ponant singgah di pesisir pantai di Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, selama lebih kurang dua jam, Jumat (6/3/2015) petang. Kapal asal Perancis dengan bobot mati 10.098 gros ton dan panjang 145,21 meter itu membawa 200 wisatawan dari sejumlah negara serta 140 kru kapal.
|
EditorI Made Asdhiana
AMBON, KOMPAS.com - Setelah sukses menggelar acara Mangente Ambon atau "Datang dan Mengunjungi Ambon" yang merupakan agenda promosi pariwisata Kota Ambon, Pemerintah Kota Ambon kini terus berbenah untuk menjadikan kota itu sebagai salah satu destinasi pariwisata di Indonesia.

Meski Ambon memiliki banyak potensi pariwisata baik di bidang bahari, sejarah dan sebagainya namun itu saja belum cukup untuk menarik wistawan berkunjung ke ibu kota Provinsi Maluku itu, sebab ada sejumlah faktor penting yang harus dapat dibenahi.

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengungkapkan setidaknya ada lima faktor penting yang harus dapat diwujudkan untuk menjadikan Kota Ambon sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia. “Yang pertama kota ini harus bersih. Dan ini yang terus kita lakukan saat ini walaupun disadari masih ada kekurangan karena human error, kelalaian dari masyarakat dan lainnya,” kata Richard kepada wartawan, Rabu (9/9/2015).

Dia menyadari jika upaya mewujudkan kota bertajuk “Manise” itu bebas dari masalah sampah sangat membutuhkan tanggung jawab dari semua elemen masyarakat tidak hanya pemerintah kota Ambon. ”Masih ada sampah yang mungkin belum terpantau tapi secara umum pemerintah terus bekerja keras untuk mengatasi masalah ini dan itu saja tidak cukup jika tidak didukung oleh kesadaran masyarakat,” ujarnya

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Patung pahlawan nasional Martha Christina Tiahahu di Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Senin (25/6/2012).
Selain itu, lanjut Richard, untuk menjadikan Ambon sebagai kota pariwisata maka seluruh elemen masyarakat di Ambon harus lebih tertib di berbagai bidang. "Faktor kedua kota ini harus tertib dan itu lagi-lagi sangat membutuhkan kesadaran masyarakat dan juga dukungan aparat TNI dan Polri. Kita coba untuk tertibkan sistem perparkiran. Kita coba untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat itu semua agar ada ketertiban di kota ini,” paparnya.

Selanjutnya yang terpenting adalah faktor ketiga yakni keamanan. Saat ini Kota Ambon sudah semakin kondusif karena adanya kesadaran dari semua elemen masyarakat untuk menjaga situasi Kota Ambon semakin baik dari hari ke hari.

Dia menjelaskan sebuah kota menjadi layak untuk dikunjungi wisatawan apabila ada jaminan keamanan dan keselamatan bagi para turis. Faktor kemanan menjadi sesuatu yang sangat penting dan berpengaruh terhadap pengembangan pariwisata. “Kalau kota itu aman maka akan berpengaruh sekali terhadap kunjungan wisatawan,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wali Kota Ambon mengaku saat ini banyak wisatawan yang terus berkunjung ke Kota Ambon, salah satunya karena keamanan di kota ini sudah semakin membaik. “Besok sekitar 200 pelaut dari Darwin Australia itu akan tiba di pelabuhan Amahusu sebagai bagian dari lomba perahu layar Darwin- Ambon. Kemarin juga ada 150 turis Jepang datang ke sini untuk menikmati indahnya kota ini dan saat ini banyak sekali turis asing yang terus berdatangan di Ambon. Jadi keamanan menjadi yang utama selain faktor lainnya,” jelasnya.

KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIH Pantai Liang, di Ambon, Maluku.
Disamping itu, menurut Richard, faktor keempat yakni kenyamanan dan keramahtamahan perlu diwujudkan agar Kota Ambon terus mendapat tempat bagi kunjungan wisatawan. Untuk itu pemerintah terus berupaya semaksimal mungkin menjadikan Kota Ambon sebagai kota yang ramah kepada setiap pengunjung.

“Yang terakhir kota ini harus memberikan kenangan yang baik. Itu yang kita lakukan saat puncak Mangente Ambon, berbagai masyarakat mulai dari Aceh hingga Papua dan warga asing yang datang ke Ambon dalam acara itu semua mengungkapkan kesannya yang indah tentang Kota Ambon melalui media sosial dan memberikan apresiasi yang sungguh luar biasa. Itu menunjukkan kota ini mampu memberikan kesan dan kenangan baik bagi mereka,” kata Richard.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Travel Tips
5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

Travel Tips
Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Candi Sukuh Karanganyar, Sekilas Mirip Piramida Suku Maya di Meksiko

Jalan Jalan
Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Perbatasan Internasional Dibuka, Garuda Indonesia Kerja Sama dengan Singapore Airlines

Travel Update
Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Tiga Kabupaten Penyangga Borobudur Ciptakan Tarian Bersama

Travel Update
Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Charter Flight Bukan Jawaban, Penerbangan ke Bali untuk Turis Asing Harus Bisa Transit

Travel Update
Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh, Candi Tanpa Stupa di Karanganyar

Jalan Jalan
Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Sandiaga Tanggapi Surat Terbuka Soal Pariwisata untuk Presiden Jokowi dari IINTOA

Travel Update
Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Belajar dari Krisis, Saatnya Membangun Resiliensi Sektor Wisata

Travel Update
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Naik 1,41 Persen pada September 2021

Travel Update
Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Tingkat Hunian Hotel di Mandalika NTB Naik hingga 95 Persen Selama World Superbike

Travel Update
Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

Travel Update
Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.